my enemy is my soul mate

my enemy is my soul mate
Menemani Kesya


__ADS_3

malam itu hujan sangat deras petir menyambar-nyambar Kesya sangat ketakutan


dia tidak tidur sambil memeluk foto keluarganya dia memperhatikan sekelilingnya


tiba-tiba jendela kamarnya terbuka angin masuk ke kamarnya dengan cepat dia menutup kembali jendelanya


"Jedarrrrrrrr" (suara gemuruh petir) seperti ledakan besar yang membuat Kesya melompat keatas tempat tidurnya dan berteriak


"Mama......" dia mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya


*"tok..tokk..tokk.." (Suara ketuk pintu kamarnya)


"siii... siapa itu?"(batin Kesya)*


tiba-tiba pintu terbuka sedikit demi sedikit


Kesya mengintip dari balik selimutnya


"Non Kesya"ucap bibik dari balik pintu


"ahh bibik buat Kesya takut saja"


"maaf ya non, bibik buat non Kesya takut"


"gak apa-apa bik, ehh ada apa bik?? malam-malam gini ke kamar Kesya"


"Gini non bibik besok pulang kampung


anu.. suami bibik sakit boleh kan non?"


"Hmm jadi Kesya sendirian donk bik di rumah"


"iya non sebenarnya bibik gk tega biarkan non Kesya sendiri apa lagi dengan keadaan non yang masih berduka tapi mendadak tadi anak bibik telpon katanya suami bibik sakit jadi bibik harus pulang non"


"hmm yaudah deh bik Kesya berani kok sendiri di rumah"


"Yakin non, kalau tidak besok non Kesya ke rumah Nyonya Laila aja"


"ah tidak bik Kesya gak mau ngerepotin Tante Laila lagi"


"gitu ya non, bibik boleh gak pinjam hp non Kesya sebentar"

__ADS_1


"boleh bik ini"


"makasih non bibik balik dulu kebawah ya"


"iya bik"


diam-diam bibik mencatat nomor handphone Laila menyimpannya dan memberitahu Laila bahwa besok dia akan pergi dan Kesya sendiri di rumah


keesokan harinya


"bik...bik.." teriak Kesya mencari bibik


"ahh bibik sudah tidak disini lagi ya"(batin Kesya) sambil berjalan lesu ke meja makan


dia melihat sudah ada sarapan disana dan di lihatnya ada selembar kertas berisi tulisan bibik


*"pagi non Kesya, maaf ya bibik berangkat tapi belum berpamitan, bibik gk bisa membangunkan non abisnya tadi non pulas banget tidurnya bibik gk tega deh bangunin non jangan lupa sarapan ya non"


bibik*


"hmmm" gumam Kesya


"Ting tong ting tong"(bunyi bel pintu)


"haii" sapa Tio


"ngapain lu kemari?" tanya Kesya dengan mata melotot


Tio tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam rumah dan memperhatikan sekelilingnya


"heii heii siapa yang menyuruh mu masuk?"


ucap Kesya geram melihat Tio


Tio tidak menjawabnya lagi dan langsung duduk di sofa ruang tamu


"sini" ucap Tio sambil memberi arah menggunakan jari telunjuknya


"gak" tolak Kesya mentah-mentah


Tio berjalan ke arahnya menarik paksa tangan Kesya dan mendudukkan Kesya di sofa

__ADS_1


Kesya mulai takut wajahnya pucat, dia takut Tio akan berbuat yang macam-macam padanya


"ma..mau apa ka..kau kemari?"


tanya Kesya tergagap


"sstt... dasar bodoh bukannya lu ketakutan sendirian di rumah"


"siapa bilang??"


"bibik! dia SMS ke mom gue katanya lu takut sendirian di rumah"


"cihhh dasar bibik, kenapa juga harus bilang ke Tante Laila"(batin Kesya)


"kenapa harus lu yang dateng? kenapa gak Tante aja?"tanya Kesya sambil menaikkan alisnya


"huhh banyak tanya lu ya, momi gua tuh banyak urusan di kantor, Gua kesini juga karna terpaksa di suruh dia jagain lu"


"yaudah sana pulang bilang sama Tante kalau Kesya baik-baik aja dia pengen sendiri"


"eitts gk bisa, gua gak bisa melanggar amanah dari momi katanya gua harus nemenin lu sampai besok kecuali kalau lu mau tinggal di rumah Daddy"


"Hmmm"Kesya bingung dan mengerutkan dahinya


"wajah polosnya, matanya, hidungnya, bibirnya,


Kesya aku ingin kau menjadi ciuman pertama ku"(batin Tio) melihat setiap kecantikan yang melekat pada diri Kesya


"gila...ini gila apa Tante Laila ingin menjebak ku bersama Pria yang tidak aku sukai ini bahkan dia adalah musuh ku cihh menjijikkan"(batin Kesya)


tidak di sangka Tio mendekatkan wajahnya ke wajah Kesya yang sedang melamun


nafasnya berhembus di telinga Kesya


sontak Kesya terkejut


"Aaaaaa.... lu mau ngapain"


"e.... ini gue kira tadi ada kutu di rambut lu"


"gila lu ya, rambut gua yang indah gini lu kira ada kutunya" Kesya geram dan mencubit perut Tio

__ADS_1


Tio merasa kegelian dan berusaha berlari


saat hendak berdiri kakinya terjegal meja terjatuh sedangkan tangannya menarik baju Kesya dan ikut terjatuh menimpa dada bidang milik Tio.......


__ADS_2