
tidak terasa Kesya telah menduduki bangku sekolah menengah atas atau SMA dia merasa pada saat itu dia telah lepas dari kutukan yang selalu membawa amarah kepadanya
"sudah hampir satu tahun aku tidak berjumpa musuh ku itu wahh rasanya senang sekali"(batin Kesya) sambil tersenyum senyum sendiri
tiba-tiba temannya menyenggol tangannya sambil berkata
"Heii kau sudah gila"
"hahh apa maksud mu?"
"kenapa kau senyum-senyum sendiri?"
tanya temannya lagi yang merasa aneh melihat Kesya
"ohh tidak aku tidak gila kau hanya tidak tahu aku sedang bahagia selama setahun ini"
"bahagia??
bahagia karna apa Kess"
"ada dechhh Kepo!!"
"ehh lu kok gitu sih beb"
"biarin wekkk"
Kesya membuat Widy penasaran
Kesya berlari di koridor sekolah sedangkan Widy mengejarnya karna Rasa penasarannya kepada Kesya sampai kedua orang itu benar-benar lelah dan sama-sama berhenti berlari
"Kes.....yahhh aku capek hahh hahhh hahh"
ucap Widy sambil menghembuskan nafasnya yang tersengal-senggal
"Aku juga Widd"
"kalau gitu kita berhenti ayok beli minuman di kantin aku haus"
"ayoklah aku juga haus Widd"
mereka pun berjalan menuju kantin dan membeli minuman segar untuk melepaskan penat
__ADS_1
Bel sekolah berbunyi saatnya mereka masuk kedalam kelas
"Kesya ada apa sih??"tanya Widy yang belum berhenti penasaran
"kamu masih penasaran??"tanya Kesya balik
"Ya"
"oke nanti pulang sekolah aku ceritakan"
"serius Lo"
"iya"
jam menunjukkan jam 3 sore saatnya Kesya dan Widy pulang
mereka keluar kelas jalan berbarengan
tiba-tiba si Widy menarik pundak Kesya
"Kess" sambil memasang muka cemberut
"yaudah apa??"
Kesya menceritakan kisah masa lalunya yang bertemu dengan musuhnya itu
dia mengatakan Betapa menjengkelkan musuhnya yang bernama Tio Wijaya,
sambil berjalan menuju gerbang sekolah Kesya terus menceritakan musuhnya itu
kebetulan Supirnya lama menjemput jadi Kesya bisa bercerita dengan panjang lebar sampai di depan gerbang mereka tetap berjalan menyusuri trotoar jalan dan Kesya terus melanjutkan ceritanya sedangkan Widy tertarik dengan cerita Kesya
terkadang dia sesekali tertawa kecil
Tiba-tiba "brukkkhhhh" Kesya menabrak seseorang yang berada di depannya dan terjatuh
"aduhhhh" ucap Kesya kesakitan karna dengkulnya terluka
"Kesya ayo berdiri" Widy memberikan uluran tangannya untuk membantu Kesya berdiri
sedangkan pria itu bangkit sendiri
__ADS_1
"Makanya jalan itu pakek mat....."ucap pria itu sambil melihat Kesya dan dia terkejut
"E..e...loe" ucap Kesya menatap pria itu sepertinya tidak asing karna Pria itu adalah Tio
"Kes lu kenal pangeran ini" mata Widy tertuju pada ketampanan Tio, dia melihatnya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala
sedangkan Tio masih memandangi Kesya sampai tidak mengedipkan matanya
"ehh Wid Ayuk pulang"Kesya langsung menundukkan kepalanya berusaha menjauh dari Tio dan berjalan ke depan
Tiba-tiba Tio menarik tangan Kesya dan membuat Kesya terhentak ke belakang
"Jadi sekarang lu sekolah disini"ucap Tio kepada Kesya sambil memandangi seragam sekolah yang di kenakan Kesya
tetapi Kesya tetap menundukkan kepalanya tidak menjawab kata-kata Tio
"heii...heii tunggu sebentar kalian saling kenal??" Widy memandangi kearah orang itu berdua
"heii Kesya kenapa kau tak pernah mengenalkan pangeran ini pada ku"ucap Widy sambil mencolekkan dagu Tio mencoba
menggodanya
tetapi Tio mengacuhkannya
"dia akan panjang umur, baru saja aku menceritakan dia dan dia sudah ada disini
hahh memang kau si pengacau"(batin Kesya)
"apa yang kau lamunkan??"tanya Tio kepada Kesya
"ahh ti... tidak ada lepaskan tanganku"Kesya menarik tangannya yang sejak tadi di cengkram oleh Tio
"Wid aku pulang di luan ya itu supir ku menjemput" Kesya langsung berlari ke arah mobil yang sudah menjemputnya
"ya Kes hati-hati bye-bye"ucap Widy melambaikan tangannya
"ehh pangeran hihi aku juga pergi dulu ya dahhhh"ucap Widy dan berlari meninggalkan Tio yang masih memandangi perginya mobil Kesya
"ohh jadi disini kamu sekolah"(batin Tio) melihat gedung tempat sekolahnya Kesya
lalu Tio kembali berlari melanjutkan olahraga sorenya....
__ADS_1