
kringgggg...kringgggg....(bunyi alarm)
"huahhh sudah pagi" gumam Kesya sambil mengucek ngucek matanya dan mematikan alarmnya dan pergi ke kamar mandi
jam 06:30 Kesya turun ke meja makan sesudah mandi dan memakai seragam sekolahnya sedangkan ayah dan ibu sudah di Luan sarapan dan melahap makanannya
Kesya turun menghampiri mereka
"pagi nona Kesya" sapa bibik
"pagi bik"sapa Kesya balik
lihat mereka makan tanpa menyapa ku...huh
aku benci kalian (Batin Kesya)
"Kesya nanti malam kita kerumah teman papa
kamu ikutkan?" .ayah
"tidak".jawab Kesya dengan wajah kesalnya
"kenapa?".ayah
"sebentar lagi UN Pa, aku harus belajar ini sudah bulan 3 tidak ada waktu ku buat pergi bersenang-senang" cetus Kesya
"baiklah kalau begitu biar papa sama Mama yg pergi kesana". ayah
"*ya pergilah kalian berdua
tanpa aku, aku akan meratapi nasibku
disini"\(batin Kesya\)*
"aku berangkat di duluan Ma,Pa"mencium tangan kedua orang tuanya
Kesya hanya memakan roti dengan selai dan meminum susu melahapnya secepat mungkin, dia kesal melihat orang tuanya yang seperti acuh tak acuh terhadapnya dan dia langsung berangkat sekolah bersama supir pribadinya
Bel sekolah berbunyi semua siswa siswi berbaris di lapangan sekolah termasuk Kesya
"mengapa dia berbaris di samping tepat di samping ku hmm pasti dia akan mencari masalah pada ku"(batin Kesya)
__ADS_1
pukkk... seorang lelaki menepuk kening Kesya
lelaki itu adalah musuhnya sejak dia SD entah kenapa mungkin itu takdir atau kesengajaan mereka selalu bertemu di sekolah yang sama dan setiap harinya bertengkar, saling menjahili dan sering beradu argument saat di Kelas
"hmmm" memijak kaki lelaki itu
"auww sakit pendek" teriak lelaki itu kesakitan
"kau di Luan yang memulai, dan ingat aku tidak pendek kau saja yang ketinggian" teriak Kesya sambil menunjuk nunjuk kan jarinya ke muka Tio dan Tio hanya tersenyum
Musuhnya itu bernama Tio Lelaki paling tampan di sekolah itu nakal Tetapi dia pintar dan selalu mendapatkan juara umum serta mengikuti lomba-lomba cerdas cermat
dia suka sekali menjahili Kesya
dan Kesya selalu bersumpah akan membenci dia sampai dia mati
semua orang melihat pertengkaran mereka di barisan itu semua mata tertuju kepada mereka berdua tiba-tiba seorang guru memanggil mereka di balik kerumunan itu
"Heii kalian berdua kemari".guru
"Ke.. Kesya juga buk" ucap Kesya dengan mulut menganga
"Jadi siapa lagi Kau dan Tio ikut saya kalian selalu membuat masalah" .guru
Tio menarik Rambut Kesya hingga Kesya kesakitan
"auww sakit bodoh mungkin kau akan mati jika sehari saja tidak menggangu ku". Kesya
"mungkin" jawab Tio dengan senyuman tipis dan melirik ke arah Kesya
"heii kalian masih bertengkar, kalian seperti kucing dan tikus sekarang bersihkan kamar mandi ini!!"cetus guru yang memberi mereka hukuman
"A..apa buk Kesya tidak melakukan kesalahan dia yang memulai" cetus Kesya menyipitkan matanya melirik kearah Tio
sedangkan Tio hanya diam seperti menikmati hukuman itu
"Kalian sama saja sudah bersihkan saja kamar mandi itu" bentak guru
"baik buk" . Kesya
ibu guru meninggalkan mereka membersihkan kamar mandi itu tetapi apa yang terjadi mereka tetap bertengkar
__ADS_1
"Ini semua karna kau bodoh".Kesya
"Apa aku". Tio
"iya Jadi siapa lagi tidak mungkin karna Nenek mu"ucap Kesya kesal
tiba-tiba Tio maju perlahan menghampiri Kesya muka lelaki itu sangat dingin
Kesya mulai ketakutan dan mundur terus mundur sampai tidak terasa pinggang nya menabrak wastafel
Kesya ingin lari tetapi terlambat tangan Tio menghalangi nya
kini wajah Kesya dan Tio sangat dekat
Tio menyelipkan rambut Kesya dibalik daun telinganya
"Mau apa kau?" Tanya Kesya menghilangkan rasa takutnya
"mengapa membawa-bawa Nenek ku?" tanya Tio balik berbisik ke telinga Kesya sampai membuat Kesya merinding
"Ti... tidak aku tidak akan membawa-bawa nenek mu"jawab Kesya gagap karna takut
"baiklah kalau begitu awas jika kau jika menyebutkan nenek ku lagi atau aku akan..."
"akan apa?" tanya Kesya memberanikan diri
"Tidak apa-apa"jawab Tio tertawa terbahak-bahak dan mundur menjauhi Kesya
haaa dia gila...dia benar-benar gila. apa kau lupa memakan obat (batin Kesya)
"apa kau ketakutan" tanya Tio merasa senang karna melihat Kesya pucat
Kesya hanya diam dan mengerjakan hukumannya hingga selesai
Apa aku berlebihan? ahh tidak lihat wajahnya pucat aku hampir saja ingin mencium bibir mu tadi(batin Tio)
Tio membersihkan kamar mandi menyiram lantai sambil senyum-senyum sendiri
mungkin aku benar dia sudah gila (batin Kesya)
mereka selesai membersihkan kamar mandi dan balik ke kelas untuk belajar
__ADS_1
tidak terasa sudah jam 3 sore mereka pulang setelah melakukan ekstra kurikuler
mereka berdua sama-sama pandai bermain basket, hobi mereka sama tetapi entah mengapa mereka selalu bertengkar