
sesampai di rumah Kesya lari Menaiki tangga menuju kamarnya sampai dia tidak sadar bibik melihatinya kebingungan
"non Kesya kenapa ya??"(tanya bibik dalam hati)
sampai di kamarnya Kesya mencampakkan Tasnya di atas sofa dan menjatuhkan badannya yang lelah di atas kasurnya yang nyaman
"huhhh aku bersumpah akan membencinya sampai dia mati" kata-kata yang di lontarkan Kesya setiap hari menunjukkan kekesalannya terhadap Tio
"rasanya ingin ku bunuh dia"(batin Kesya)
Kesya turun dari kamarnya setelah selesai mandi menuju ke meja makan dia makan dengan lahap tidak seperti biasanya dia seperti sangat rakus bibik melihat tingkah aneh Kesya yang tidak seperti biasanya
"nona seperti tidak makan selama 2 hari atau seminggu ada apa dengan nona ya sepertinya dia ada masalah lagi di sekolah"(batin bibik)
erkkkk...(sendawa Kesya)
"huhhh kenyang"ucap Kesya sepertinya senang dengan makanannya
"dengan begini saja aku senang aku berkhayal yang aku makan itu adalah Tio, aku melahapnya dengan puas"(batin Kesya)
"Hahaha"tawa Kesya tiba-tiba mengejutkan bibik
bibik melihat Kesya terheran heran
"ehh bibik jangan melihat ku seperti itu"ucap Kesya tersenyum kepada bibik
"non Kesya tidak apa-apa kan??"tanya bibik heran
"tidak apa-apa bik"Jawab Kesya tersenyum lagi
bibik langsung memalingkan wajahnya berlari kecil dan bergegas pergi ke dapur mencuci piring
tin...tin..tin..(klakson mobil orang tua Kesya)
seperti biasanya satpam membukakan gerbang
"Papa cepat sekali pulang"(batin Kesya)
Kesya heran melihat orang tuanya yang pulang lebih awal tidak seperti biasanya
bibik bergegas menyambut majikannya di depan pintu
"Tuan/nyonya tidak seperti biasanya pulang lebih cepat?"tanya bibik
"iya bik kami akan pergi makan malam bersama Teman papa nya Kesya"Jawab ibu
__ADS_1
"ohh begitu ya nyonya"
"Ya sudah sana pergi bik buatkan air panas untuk mandi Kami"ucap ibu lagi
Kesya berlari ke atas menuju kamarnya
sampai tiba-tiba ayahnya memanggilnya
"Kesya"
"iya pa"
"kamu yakin tidak ikut?"tanya ayah kembali memastikan
"Iya pa"
"baiklah kalau begitu kamu baik-baik sama bibik disini"
"hmm iya pa"
"hmm apa peduli mu memang aku selalu baik-baik disini dengan bibik"(batin Kesya)
Kesya berlari melanjutkan jalannya ke kamarnya
derttt..derttt...dert..(suara getar Hp Kesya)
Kesya melihat Hpnya mengejek dari mana pesan itu
isi pesan
"hi Kesya"
"ini aku Tio"
Kesya terkejut "cih dari mana dia tau nomor Wa ku"(batin Kesya)
dia melanjutkan membaca pesan tersebut
isi pesan
"aku dapat Nomor mu dari Grub kelas kita"
"kenapa aku tidak menyadarinya"(Batin Kesya)
"kata buk Lina tadi bhs Indonesia halaman berapa yang harus di kerjakan"
__ADS_1
"aku tidak tahu yang mana yang di kerjakan"
Kesya pun membalas pesan Tio dengan singkat
"tidak tahu"✓✓
Tio langsung mereadnya
"ohh begitu ya jangan lupa save Wa ku ya pendek, Namanya buat TIO GANTENG"
balas Tio membuat Kesya kesal
Kesya melihat pesan tersebut lalu mengirim Emoticon mengancungkan jari tengah
dan mensave Nomor Tio dengan nama Musuh lucknut
*"cocok sekali nama mu ku buat musuh lucknut"*(batin Kesya)
tokk..tokk..tokk...(suara ketuk pintu)
"iya" sahut Kesya dari dalam kamar membuka pintu kamarnya
"Mama sama papa pergi dulu ya
Kesya jangan nakal-nakal"ucap ibu mengecup kening Kesya dengan lembut
Kesya terkejut sudah lama ia tidak mendapatkan kecupan hangat dari Ibunya
"i..iya ma" air mata Kesya hampir jatuh tapi dia berusaha membendungnya
"Dahh mama pergi dulu"ucap mama sambil melambaikan tangan
"Dahh ma"balas Kesya tersenyum
Kesya melihat orang tuanya yang mulai jauh dan lama kelamaan menghilang dari pandangannya
"mamah"
air matanya mulai menetes Kesya menjatuhkan badannya di kasurnya memeluk bonekanya erat-erat dan menangis sejadi jadinya
dia berbicara dengan bonekanya seperti tidak waras
"tahu kah kau aku sudah lama tidak di cium oleh mama ku dan tadi dia mencium kening ku" Kesya menangis karena senang dan terharu
dia Mulai mengelap air matanya
__ADS_1
dan kembali bermain Hpnya dia membuka film romantis, anime, Drakor dll