
Tin..tin..tin..(klakson mobil)
seperti biasa satpam membukakan gerbang untuk masuknya mobil majikannya itu
bibik berlari menyambut orang tuanya Kesya
"sudah pulang Tuan nyonya"sambil
menundukkan kepalanya
"ahh iya bik Kesya sudah tidur??"tanya ayah
"sudah Tuan sepertinya nona Kesya sudah tidur dari tadi karna jam sudah hampir tengah malam"jawab bibik
"Yasudahlah kalau gitu bik pergilah beristirahat"
"baik tuan selamat malam tuan/nyonya"bibik pergi meninggalkan majikannya yang berada di ruang tamu
Waktu sudah hampir tengah malam orang tua Kesya pergi ke kamar mereka untuk beristirahat karna telah lelah seharian menghabiskan waktu dengan kesibukan di kantor dan bertemu sahabat lama Syahbi
keesokan harinya semua masih terlelap walau waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, mereka sadar hari itu adalah hari Minggu dan tidak ada kesibukan yang harus dilakukan mereka memilih tidur berlama-lama di kasur yang hangat, empuk dan nyaman itu
sedangkan bibik sudah bangun dan sibuk di dapur memasak sarapan dan melakukan pekerjaan lainnya
"Huaaahhhh jam 8"ucap Kesya pagi itu bangun dan masih mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul semua
di bukanya tirai dan jendela kamarnya
cahaya matahari masuk kedalam kamar itu dan udara segar pun masuk kedalam kamarnya dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan dari mulutnya
setelah melakukannya beberapa kali Kesya pergi ke kamar mandi membasuh muka dan menyikat giginya lalu ia turun ke Bawah untuk sarapan
__ADS_1
"Bik Mama sama Papa belum turun"tanya Kesya melihat orang tuanya belum berada di meja makan untuk sarapan
"Belum Non"jawab bibik sambil menyiapkan makanan di atas meja makan
Tiba-tiba ayah dan ibu turun dan menghampiri Kesya yang sudah duduk dan ingin memakan sarapan paginya
"Pagi Kesya"Ayah ibu kompak menyapa Kesya
dan keduanya mencium pipi kanan dan pipi kiri Kesya
Kesya terdiam kebingungan melihat tingkah laku orang tuanya yang tidak biasa
"ehh kenapa mereka"(batin Kesya)
Dan akhirnya Kesya membalas sapaan ibu dan ayahnya
"Pagi Pa,Ma"sapa Kesya balik dan melihat orang tuanya
sedangkan Kesya masih kebingungan dengan kelakuan orang tuanya yang menyapa dan menciumnya di pagi itu
"apa mereka telah berubah" pikir Kesya terus bertanya-tanya
Kesya sebelumnya belum pernah di perlakukan sehangat itu, biasanya orang tuanya acuh tak acuh terhadapnya dan orang tuanya lebih sibuk dengan urusan kantor mereka masing-masing sehingga Kesya merasa kurang kasih sayang
"Bagaimana sekolah mu" tanya Ayah tiba-tiba
"Uhukk..uhukk"Kesya terbatuk-batuk mendengar pertanyaan ayahnya itu
"kenapa kau ini...ini minum-minum" ibu menyuguhkan segelas air putih untuk Kesya yang sedang terbatuk-batuk
gelekk..gelekk..gelekkk
__ADS_1
air habis sekali tegukan
Kesya mencoba menstabilkan dirinya lalu dia menjawab pertanyaan ibu dan ayahnya
"Tidak apa-apa Ma"
"Sekolah ku juga baik-baik saja Pa"Jawab Kesya sambil mengaduk aduk nasi yang sudah hampir habis di piringnya
"Ohh Papa bangga padamu"
"Bangga karena apa Pa?"tanya Kesya bingung
"Kesya tak pernah mendapat masalah di sekolah sampai melibatkan orang tua, Kesya anak yang baik" ucap ayah sambil mengelus kepala rambut panjang Kesya
"andai Papa tahu aku memiliki musuh di sekolah"(Batin Kesya)
Kesya hanya tersenyum manis melihat wajah ayahnya itu
"Mama juga bangga padamu Kesya"ucap ibu tersenyum manis melihat Kesya
"Andai dari dulu seperti ini "(batin Kesya lagi)
masih memancarkan senyumannya
"Kesya ke kamar duluan Ya Pa,Ma"ucap kesya mulai bangkit dari kursinya
"Kesya bersiap-siaplah kita akan pergi ke pantai"ucap ayah membuat Kesya terkejut
"Haa Ki..kita pergi ke pa.. pantai Pa" Kesya benar-benar sangat terkejut sampai tergagap
"Iya ini kan Hari Minggu, toh kamu belum pernah Pergi jalan-jalan sama Papa,Mama kan" ucap Ibu menatap kearah Kesya
__ADS_1
Kesya hanya mengangguk dan berlari ke Kamarnya dan bersiap-siap