my enemy is my soul mate

my enemy is my soul mate
Hari penuh Duka


__ADS_3

"Kesya pulang"


"ehh non Kesya, ohh iya non tadi orang tua non Kesya udah pulang, tapi tadi pergi lagi"


"kemana bik?"


"kata tuan tadi kerumahnya Teman lamanya Tuan"


"ohh iya² bik, Yasudahlah bik, Kesya naik ke atas dulu ya"


"iya non"


Kesya menaiki anak tangga dan pergi masuk ke kamarnya membersihkan diri lalu kembali turun untuk makan malam


"hmm kenapa sih aku bisa jumpa dia lagi"(batin Kesya)


Kesya masih memikirkan kejadian yang baru saja membuat dirinya cukup bad mood


"non Kesya mau makan??"pertanyaan bibik seketika membuyarkan lamunan Kesya


"eh iya bik"


"sebentar ya non biar bibik buatin"


bibik membuatkan makan malam untuk Kesya dan Kesya memakannya hanya sedikit karna tidak terlalu selera makan


waktu telah menunjukkan jam 11:00 malam


tapi orang tua Kesya belum pulang juga dan membuat ke khawatiran di rumah itu


"bik Papa sama mama kok lama banget ya pulangnya??"


"iya nih non bibik jugak gk tau kenapa Tuan Sama nyonya pulangnya lama


tadi Tuan juga gak ada bilang pulangnya lama atau cepat"


"hadehh bik Kesya jadi khawatir"

__ADS_1


"Maaf non, bibik yang salah"


"bibik gk ada salah kok, Udah bibik balik aja ke belakang biar Kesya yang nungguin Papa sama mama"


"Non Kesya gk tidur aja"


"Gk bik, Kesya mau tunggu Papa sama mama pulang"


"yasudah bibik pergi dulu ya non"


"iya bik"


"kenapa perasaan ku tidak enak ya"(Batin Kesya)


Kesya sangat cemas di terus mondar-mandir di ruang tamu sesekali dia melihat ke arah gerbang tapi belum ada terlihat mobil menuju kearah rumahnya


di bukanya handphonenya lalu di telponnya orang tuanya tapi telponnya tidak di angkat Kesya semakin cemas


waktu telah menunjukkan jam setengah satu malam sedangkan Kesya sudah ketiduran di sofa ruang tamu karna tak bisa lagi menahan kantuknya, Tiba-tiba handphonenya berdering


"Hallo Pa"


"maaf apa benar ini dari pihak keluarga"


"iya ini siapa ya" Kesya terkejut karna bukan ayahnya yang menelponnya


"ini dari kepolisian"


"hahh ada apa, kenapa dengan orang tua saya pak" Kesya semakin panik jantungnya berdegup dengan kencang


"orang tuanya anda telah mengalami kecelakaan, menabrak sebuah truk di jembatan layang"


"bagaimana keadaan orang tua saya sekarang pak" air mata Kesya tak tertahan lagi mulai bercucuran membasahi pipinya badannya mulai lemas dan gemetaran


"saya turut berdukacita dalam insiden tersebut orang tua anda tidak ada yang selamat


sekali lagi saya turut berdukacita

__ADS_1


jenazah kedua orang tua anda ada di RS Bhayangkara"


"cetarrrr"(handphonenya terjatuh)**


Kesya tidak berkata apa-apa lagi dia langsung


berlari dan memerintah supirnya untuk langsung melaju ke Rumah sakit Bhayangkara


dia terus menangis di sepanjang perjalanan


sampai di sana dia berjumpa dengan seorang perempuan dan seorang laki-laki yaitu teman dari orang tuanya


lalu mereka bertanya


"apakah kamu Kesya"


"iya dimana jenazah orang tua ku"


tiba-tiba kedua orang tersebut memeluknya erat-erat


dan berkata


"Sabar ya nak kami akan selalu bersama mu


kami akan menjaga mu, anggap lah kami berdua seperti orang tua mu"


Kesya langsung menghindar dari mereka dan menatap kedua orang tersebut dan bertanya


"siapa kalian??"


"aku sahabat Ayah mu"jawab teman ayahnya tersebut yang bernama Arya


"ahh lupakan aku ingin melihat orang tua ku" ucap Kesya dan langsung berlari ke kamar mayat


Dia melihat jenazah tersebut yang tidak terlihat seperti Orang tuanya lagi karna tubuh mereka yang telah membengkak


Kesya merasa itu semua seperti mimpi kepalanya pusing dan langsung terjatuh pingsan karena tidak sanggup melihatnya....

__ADS_1


__ADS_2