my enemy is my soul mate

my enemy is my soul mate
hari penuh duka(2)


__ADS_3

Kesya di gendong oleh Arya membawanya masuk ke dalam mobil dan di bawa pergi ke kediaman keluarga Wijaya


Sampai di rumah Kesya belum sadarkan diri dan di baringkan di atas tempat tidur


jam telah menunjukkan pukul tiga pagi Laila dan Arya kembali kerumah sakit mengurus jenazah orang tua Kesya untuk di makamkan secepatnya


"siapkan pemakamannya"Laila memerintah beberapa orang untuk menyiapkan pemakaman orang tua Kesya


Di rumah Kesya telah sadar dari pingsannya dia terbangun dan terkejut


"ini bukan kamar ku, dimana aku sekarang??"(batin Kesya) bertanya-tanya dalam hati


dia menggaruk-garuk kepalanya sehingga membuat rambutnya menjadi acak-acakan


dia kembali teringat kepada orang tuanya


"papa,mama"(batin Kesya) dan langsung beranjak dari tempat tidur


membuka pintu kamar dan...


"Aaaaaa... hantu" ucap Tio kaget


"Aaaaaa kenapa lu disini" ucap Kesya yang lebih terkejut melihat musuhnya ada di rumah itu


"ini Rumah ku, lu siapa??" tanya Tio dan menyibakkan rambut Kesya agar bisa melihat wajahnya yang ketutupan rambut tersebut


"Ke.. Kesya"


"Ahhh minggir aku ingin pergi"Kesya langsung berlari pergi meninggalkan Tio

__ADS_1


"Heii" Tio mengejar Kesya tapi sayang Kesya telah sampai di ujung gerbang dan menyetop taksi


"cihh kenapa dia bisa disini??"(Batin Tio)


Tio kembali masuk ke kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya


dia masih bertanya-tanya ada apa dengan Kesya kenapa dia bisa di rumahnya??


tiba-tiba suara telponnya berbunyi dan dia mengangkat telpon yang dari ayahnya


"hallo dad"


"hallo Tio kamu datang kesini segera pakai


pakaian hitam


alamatnya udah Daddy kirim melalui maps"


"gk pake tapi-tapi cepat datang"


"Tutttt" Daddy mematikan ponselnya


"Dad... Daddy, oh my God hari ini semua orang membingungkan ku"


sambil berjalan agak bermalas-malasan Tio mencari pakaiannya di lemari baju


dan mendapatkannya memakainya lalu langsung pergi ke tempat yang di tuju Menaiki mobilnya


sampai disana dia melihat bendera merah yang ditanjap di depan rumah

__ADS_1


"siapa yang meninggal??"( batin Tio) dia kebingungan lagi dan lagi


lalu dia pergi masuk kedalam rumah tersebut dan melihat ayah dan ibunya memeluk Kesya yang sedang menangis terisak-isak


"Pa, Ma Kesya mohon kembalilah, kenapa secepat ini kalian pergi, Kesya gak mau sendiri"ucap Kesya menangisi jenazah ayah dan ibunya


"Sudah nak, jangan menangis lagi orang tua mu tidak akan tenang jika kamu menangis terus" ucap Arya sambil mengusap-usap kepala Kesya


"Ada kami berdua ku mohon jangan bersedih terus"ucap Laila menyapu-nyapu punggung Kesya


"kalian tidak tahu perasaanku sekarang, andai kalian ada di posisi ku"(Batin Kesya)


Tio yang melihat itu langsung pergi tidak ingin memperkeruh suasana


kedua orang tua Kesya di kebumikan Kesya masih menatapi kuburan kedua orang yang sangat dia sayangi itu seperti mimpi baginya


sedangkan Laila dan Arya berdiri di belakang Kesya menunggunya sampai tangisnya mereda


langit mendung pertanda akan hujan Laila membujuk Kesya untuk pulang bersamanya


tapi Kesya ingin balik ke rumahnya


sampai di rumah Kesya


"Kesya yakin gak mau ikut kerumah Tante??" tanya Laila


"Gak Tan Kesya disini aja, toh Kesya sama bibik dirumah"


"oh kalau begitu Tante sama om pulang ya

__ADS_1


kalau ada apa-apa telpon Tante oke" ucap Laila dan berpamitan


"Iya Tan, om sama Tante hati-hati di jalan"


__ADS_2