My Experience Of Love

My Experience Of Love
Ungkapan Hati Bayu


__ADS_3

Pagi hari ketika Erina bangun dia melihat Bayu sudah ada di depan rumahnya. Dia sangat kaget ada Bayu di depan rumahnya. Erina langsung masuk ke kamar mandi. Secepat kilat dia mandi, merapikan rambutnya, memakai seragam dan mengambil tas sekolahnya. Erina turun dengan segera karena penasaran dengan Bayu yang tiba-tiba ada di depan rumahnya.


"Erina jangan tergesa-gesa nak. Nanti kamu jatuh terus gak jadi berangkat sekolah loh. sini sarapan dulu. Ajak teman kamu yang di depan itu buat sarapan juga. Tadi mama nyuruh dia masuk tapi dia gak mau." ucap mama sambil menyiapkan sarapan.


"Oke mama.." jawab Erina dengan berlari keluar rumah.


"Pagi Erina." sapa Bayu yang melihat Erina keluar dari pintu rumahnya.


"Pagi Bayu. Ada apa kamu kok pagi-pagi sudah ada di depan rumahku? Apa ada barangku ketinggalan tadi malam?" tanya Erina penasaran.


"Nggak ada kok. Aku cuma mau ngajak kamu berangkat bareng ke sekolah." jawab Bayu


"Tapi kan sekolah aku sama sekolah kamu berbeda? apa kamu gak telat nanti kalau nganter aku dulu? Oh ya, ayo ikut aku masuk! Mama nyuruh aku ngajak kamu sarapan. Tapi kalau kamu mau sih.." ajak Erina sambil menarik tangan Bayu.


"Gak usah deh Erin. Nanti aku ngerepotin mama kamu." tolak Bayu dengan halus.


"Nggak ngerepotin kok nak. Ayo ikut kita sarapan dulu nak. Kalau ndak sarapan dulu tante gak ijinin kalian berangkat sekolah." sahut mama Erin yang tiba-tiba muncul.


"Iya tante. Maaf ya tante kalau bayu ngerepotin." jawab Bayu canggung.


Suasana sarapan pagi itu sedikit hening karena Bayu yang tak banyak bicara jadi membuat suasana canggung pun tercipta. Padahal mama dan papa Erina sangat ramah dengan orang. Beruntung kakak Erina nggak ada di rumah karena kuliah di luar negeri. Kakak Erina adalah orang yang paling bawel di rumah Erina. Papa Erina berusaha menghilangkan suasana canggung dengan bertanya kepada Bayu.


"Kamu mau berangkat bareng sama Erina apa gak telat nanti? Apa kamu pacaran sama Erina?" pertanyaan papa Erina membuat Bayu tersedak.


"Minum dulu nak. Pelan-pelan nak kalau makan." mama Erin menuangkan air ke gelas Bayu.


"Maaf om tante, pertanyaan om membuat saya tersedak. Saya belum pacaran sama Erina om. Erinanya gak mau sama saya om." goda Bayu membuat Erina melotot.


"Nggak gitu pa. Mana bisa Erina suka kalau Bayu nya aja sama Erina jutek banget. Gak pernah itu ada ramah-ramahnya." jawab Erina jutek


"Ya mungkin itu cara Bayu suka sama kamu nak. Kamu beneran suka sama Erina?" tanya papa Erin dengan serius.

__ADS_1


"Saya serius om suka sama Erina. Saya suka sama Erina sejak SMP tapi saya nggak berani mengungkapkan perasaan saya ke Erina. Dan sekarang saya beranikan diri buat ngungkapin perasaan saya ke Erina. Takut Erina keduluan sama yang lainnya." penjelasan Bayu membuat Erina seneng.


"Ya sudah ayo kita berangkat nanti kita telat. Aku sudah selesai sarapan." Erina berdiri mengambil tasnya.


"Om tante saya sama Erina berangkat dulu yah?" Bayu pamit kepada orang tua Erina.


"Hati-hati nak. Kalau naik motor jangan ngebut yah?" pesan mama Erina.


"Iya tante. Bayu pasti jagain Erina." jawab Bayu sambil mengeluarkan motornya dari rumah Erina.


Saat Erina naik di atas motor Bayu, Bayu menarik tangan Erina untuk melingkarkan tangannya ke pinggang Bayu supaya tidak jatuh.


"Eh, kamu apa-apaan sih?" Erina menolak Bayu.


"Udah pegangan aja nanti kalau kamu jatuh aku harus bilang apa ke papa sama mama kamu." Bayu menarik lagi tangan Erina.


"Bay, sejak kapan sih kamu suka sama aku? terus kalau kamu suka kenapa sama aku jutek banget?" tanya Erina penasaran.


"Ya Sudah ayo lebih cepat lajunya. Nanti kita telat." Erina menepuk punggung Bayu.


Bayu pun menambah kecepatan motornya. Erina semakin mengeratkan pegangannya. Setelah sampai di sekolah Erina, dia pamit kepada Bayu untuk masuk tapi Bayu menarik tangan Erina.


"Ada apa Bay?" tanya Erina


"Aku mau tau apa jawaban kamu dari ungakapan perasaanku tadi. Aku gak mau mati penasaran." ucap Bayu sambil memegang tangan Erina.


"Aku untuk saat ini masih belum bisa membalas perasaan kamu. Kita aja belum terlalu dekat Bay. Aku butuh waktu untuk dekat dengan kamu Bay dan memastikan perasaanku terhadap kamu. Kita jalani saja dulu dari tahap berteman sampai pacaran. Aku gak mau terburu-buru memutuskan sesuatu." Jawab Erina membuat Bayu sedikit kecewa.


"Aku masuk dulu yah nanti aku chat kamu yah. aku takut telat nih." Erina melepaskan tangan Bayu.


"Iya udah cepet masuk sana. Nanti aku chat kamu. Bye.." Bayu melambaikan tangannya ke Erina.

__ADS_1


Dengan cepat Erina menuju ke dalam kelas. Ketika dia akan sampai di kelas, dia bertemu dengan sahabatnya yaitu Zeze. Zeze adalah sahabat Erina sejak sekolah dasar karena mereka selalu sekolah di sekolah yang sama.


"Pagi Ze. Rajin amat udah datang?" Erina menepuk punggung Zeze.


"Pagi Rin. Eh, aku tadi kayak liat si Bayu ya di depan sekolah kita. Itu tuh si Bayu temen SMP kita." Zeze mengingat-ingat apa yang di lihatnya tadi pagi.


"Iya Bayu yang itu. Dia nganterin aku tadi." jawab Erina dengan malas.


"Serius kamu? Kok bisa sih? Kalian kan gak sedeket itu kali. Apa jangan-jangan reuni kemarin terjadi sesuatu ya sama kalian?" Zeze menyipitkan matanya mencurigai Erina.


"Apaan sih kamu ini!" Erina menggeser sedikit menjauh dari Zeze.


"Ayo dong ceritain?" dengan manjanya Zeze memaksa Erina.


"Kemarin itu aku mau pergi reuni gak ada temen terus kepikiran buat ngajak Bayu berangkat bareng. Waktu reuni sih biasa-biasa aja malahan dia jutek banget sama aku. Eh ternyata, paginya dia udah nongol gitu aja di depan rumah aku. Terus pake acara bilang ke papa kalau dia suka sama aku. jadi gitu ceritanya." Erina menceritakan sambil tersenyum membayangkan saat Bayu mengungkapkan perasaannya.


"What..??? Dia nembak kamu di depan papa kamu? Laki banget tuh!" Zeze melotot ke arah Erina.


"Bukan kayak gitu. Awalnya emang si papa tuh nanya duluan dia suka aku apa gak. Tapi yang gak aku sangka ternyata dia memendam perasaan sejak SMP loh." jawab Erina sambil memainkan ponsel nya.


"Terus kamu jawab apa ke dia?" Zeze semakin penasaran dengan cerita Erina.


"Aku jawab kita jalani dulu aja gitu." Erina masih sibuk mengotak-atik ponselnya.


"Sadar gak sih kamu itu? Seorang Bayu kamu gantungin? Dia itu ya udah ganteng, kaya, baik, pintar, pokoknya sempurna deh. Kalau aku ada di posisi kamu pasti udah aku jawab iya tanpa pikir panjang." Zeze membuat Erina kaget dengan suara kerasnya itu.


"Sadar 100% kamu jangan khawatir. Aku mau jalani dulu aja. Jadian atau nggak itu urusan nanti. Ayo masuk kelas! Itu pak guru udah jalan ke sini." Erina memarik tangan Zeze.


Pelajaran pun di mulai. Erina dan Zeze sibuk memperhatikan pelajaran karena sebentar lagi mereka akan ujian.


Happy reading...

__ADS_1


Semoga para reader suka novel aku. Jangan lupa kasih like yah??😉😉😉


__ADS_2