My Experience Of Love

My Experience Of Love
Berbaikan Sama Bayu


__ADS_3

Bayu menghubungi Erina berkali-kali tapi tidak di jawab oleh Erina. Bayu semakin bingung dan menyalahkan dirinya sendiri. Bayu mengirim beberapa pesan kepada Erina. Masih saja tidak ada respon sedikit pun dari Erina. Bayu terlihat sangat kacau. Dia mondar mandir di dalam kamarnya memikirkan cara untuk minta maaf kepada Erina. Sedangkan di rumah Erina sedang termenung memikirkan ciuman pertamanya itu. Erina tidak mau menjawab telpon maupun membalas pesan Bayu karena dia sangat malu. Erina pun menghubungi sahabatnya. Erina meminta Zeze datang ke rumahnya.


Erina : Ze, bisakah kamu datang sekarang? aku sangat gelisah Ze.


Zeze : Tunggu aku 15 menit lagi aku sampai du rumah kamu. Aku mau siap-siap dulu yah?


Erina masih merasa gelisah tak menentu. Erina mondar-mandir di dalam kamarnya. Erina menghindari mamanya karena takut mamanya akan curiga dan bertanya macam-macam. Setelah lima belas menit Zeze pun datang.


TOK TOK TOK..


"Ayo Ze masuk. Kita ngobrol di kamarku aja." Erina menarik tangan Zeze untuk masuk ke kamarnya.


"Kalian mau kemana?" tanya mama Erina.


" Mau ke kamar Erina ma." Erina melewati mamanya.


"Tante masak apa hari ini? Aku laper te." Zeze berhenti di depan meja makan. Zeze memang sangat dekat dengan keluarga Erina karena mereka berteman sudah lama.


"Nanti tante antar makanan ke kamar Erina deh. Erina juga belum makan malam." mama Erina menyiapkan makanan di meja.


"Lama banget sih Ze kamu ini. Gak tau apa ini itu darurat tau." Erina menarik kembali tangan Ze.


Erina dan Zeze masuk ke kamar Erina. Zeze meletakan tasnya di atas meja yang ada di kamar Erina. Zeze mengeluarkan ponselnya dan mulai bermain game dan mendengarkan Erina bercerita.


"Ze, aku tadi di cium sama Bayu dan itu ciuman pertamaku." Erian masih mondar-mandir di kamarnya.


"Terus kamunya gimana? Ngerespon Bayu gak?" Zeze yang sibuk memainkan gamenya.


"Nggak Ze. Aku diam karena terkejut lalu aku mendorong Bayu." ucap Erina dengan nada cemas.


"Parah kamu Rin! Bayu pasti marah tuh habis kamu dorong dia. Kalian kan sudah pacaran jadi wajar kalau ada adegan cium-ciuman gitu." jawab Zeze


"Kamu kok tau aku pacaran sama Bayu? Kan aku belum bilang sama kamu?" tanya Erina penasaran


"Sudah aku tebak kamu pasti pacaran sama Bayu. Dari tadi di sekolah suasana hati kamu berbunga-bunga terus. Aku sebagai sahabat cuma bisa dukung apa pun pilihan kamu." Sebenarnya Zeze asal ngomong aja karena dia fokusnya di game bukan Erina.


"Jadi kayak gitu gak papa ya Ze. Dari tadi Bayu hubungi aku tapi aku gak mau jawab sekali pun. Aku malu dan takut dia marah juga." Erina mulai tenang dan duduk di sebelah Zeze.


"Coba kamu hubungi Bayu sekarang. Takutnya Bayu merasa nggak enak sama kamu. Mungkin dia sekarang mikirnya kamu marah sama dia." Zeze mematikan game nya.

__ADS_1


"Coba aku kirim pesan dulu deh." Erina mengambil ponselnya.


Erina mengirim beberapa pesan dan Bayu belum juga membalasnya. Erina semakin gelisah dibuatnya. Erina mengganggu Zeze yang sedang main game lagi untuk menghilangkan rasa cemasnya. Tiba-tiba ponsel Erina bergetar.


Erina : Apa kamu marah padaku?


Bayu : Nggak kok. Justru aku yang takut kamu marah sama aku.


Erina : Aku nggak marah sama kamu. Hanya saja aku bingung mau bersikap bagaimana di depan kamu. aku malu.


Bayu : Aku janji gak akan ngelakuin kayak gitu lagi. aku gak akan mencium kamu tanpa meminta izin padamu.


Erina : Terima kasih buat pengertian kamu.


Bayu : I Love You More


Erina : I Love You Too


Erina mengubah moodnya yang tadinya gelisah sekarang ceria. Erina sedikit demi sedikit mengerti tentang pacaran. Erina mencium pipi Zeze dengan senang. Erina tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang kurang waras. Mama Erina masuk ke kamar Erina mengantar makanan.


"Hmm.. Bau makanan lezat." Hidung Zeze yang sibuk mencium bau makanan.


"Makasih tante. Tante emang yang paling pengertian deh." Zeze mengambil sendok dan piring akan menyantap makanannya.


"Kenapa itu Erina kok senyum-senyum kayak gitu?" tanya mama yang melihat ke arah Erina.


"Biasa tante lagi kasmaran. Kayak orang gila gitu." Zeze yang sedang asyik makan.


TOK TOK TOK


"Mungkin papa datang ma. Erina aja yang bukain. Erina mau minta papa belikan martabak." Erina berlari menuju pintu rumahnya.


Ketika Erina membuka pintu, dia sangat terkejut ternyata yang datang adalah Bayu. Bayu datang ke rumah Erina dengan membawa martabak.


"Kamu ngapain Bay kesini lagi?" Erina yang terkejut melihat Bayu yang ada di balik pintu rumahnya.


"Aku belikan kamu ini. Sekalian mau lihat kamu langsung. Aku mau pastikan kamu udah nggak marah lagi sama aku." Bayu menunjukan martabak yang dia bawa.


"Kok bisa pas banget yah? Ayo masuk Bay. Jangan di depan pintu gitu." Erina mengajak Bayu masuk.

__ADS_1


"Makasih sayang." Bayu masuk ke ruang tamu Erina


"Kenapa kamu bawa martabak kesini?" tanya Erina sambil melihat martabak yang di bawa Bayu.


"Aku tadi lagi ingin makan martabak aja jadi aku belikan buat kamu sekalian cari alasan buat ketemu kamu." Bayu yang duduk di sebelah Erina.


"Pas banget aku juga lagi pengen makan martabak. Tau banget kamu apa yang aku pikirkan." Erina menepuk bahu Bayu.


"Sehati dong kalau gitu. Aku minta maaf ya sayang masalah aku yang mencium kamu. Aku janji nggak akan kayak gitu tanpa seizin kamu. Aku gak mau kamu marah sama aku." Bayu memegang tangan Erina.


"Aku yang minta maaf karna sikapku sama kamu tadi yang kayak gitu." Erina memeluk Bayu.


"Bukan kamu yang salah. Mulai sekarang kalau ada apa-apa kita langsung bicara yah? Aku gak mau kamu diemin." Bayu memeluk Erat Erina


"Ehmm.." mama Erina yang muncul tiba-tiba.


"Maaf tante." Bayu melepaskan pelukannya dari Erina.


"Tadinya tante penasaran siapa yang datang. Eh, malah lihat orang lagi kasmaran peluk-pelukan. Mencemari mata mama aja nih." goda mama Erina


"Apaan sih mama? Masuk aja deh." wajah Erina memerah.


"Iya udah mama masuk. Lanjutin mesra-mesra nya lagi. Tapi awas jangan kelewatan yah?" mama Erina meninggalkan mereka.


"makasih tante." wajah Bayu yang juga memerah.


"Zeze sekarang ada di sini loh sayang. Kamu ingat Zeze kan? Sahabat aku itu loh." Erina kembali mendaratkan kepalanya ke dada bidang Bayu.


"Iya aku tau. Dia kan Sahabat kamu yang paling akrab sama kamu. Dimana dia sekarang? Kok aku nggak kelihatan." Bayu membelai rambut Erina.


"Dia ada di kamar aku." Erina menunjuk ke arah kamarnya.


Ponsel Bayu berdering. Bayu mengangkat panggilan ponselnya. Dia menjauh dari Erina. Setelah Bayu menjawab panggilan telponnya, dia berpamitan kepada Erina karena papanya membutuhkan mobil jadi Bayu di suruh cepat pulang oleh papanya.


"Erin, aku pulang dulu yah? ini tadi papa aku telpon katanya mobilnya itu mogok dan dia ada urusan penting. Sekarang dia mau memakai mobilku. Maaf yah?" Bayu bersiap untuk pulang.


"Iya udah Bayu kamu cepetan pulang nanti papa kamu marah kalau kamu kelamaan." Erina memdorong pelan Bayu keluar pintu rumahnya.


"Makasih Erin buat pengertiannya." Bayu mencium kening Erina.

__ADS_1


Bayu pun pulang ke rumahnya. Erina kembali ke dalam kamarnya menghampiri Zeze yang sedang sibuk bermain game dengan membawa martabak yang tadi di bawakan Bayu untuknya.


__ADS_2