My Experience Of Love

My Experience Of Love
Jalan Sama Bayu


__ADS_3

Bel istirahat pun berbunyi, Erina dan Zeze pun pergi ke kantin. Erina sangat merasa lapar dan dia memesan satu mangkok bakso. Saat lagi asyik makan bakso ponsel milik Erina bergetar terus menerus sehingga menggangu Zeze. Erina mengabaikan ponselnya itu dia melanjutkan makannya. Zeze semakin kesal dengan ponsel Erina. Erina mengira yang mengirim pesan adalah orang rumahnya. Setelah Erina selesai makan, dia membuka ponselnya. Dia sangat terkejut karena yang mengirim pesan bukan orang rumahnya melainkan Bayu. Erina melihat pesan Bayu dan membalasnya.


Bayu : Erin lagi istirahat yah?


Erina : Iya nih lagi makan di kantin.


Bayu : Nanti pulang sekolah aku jemput mau nggak?


Erina : Apa nggak ngerepotin nanti?


Bayu : Nggak kok


Erina : Ya udah nanti tak tunggu di depan pintu gerbang sekolah ya?


Bayu : Siap. Nanti aku langsung meluncur kesana.


Saat Erina membalas pesan dari Bayu, tanpa sadar ia mengabaikan Zeze yang sedari tadi memandangi dia di sampingnya. Zeze kesal sekali merasa di abaikan oleh Erina. Zeze pun mengambil ponsel Erina.


" Dari siapa sih Rin? Kamu sampai mengabaikan aku." tanya Zeze kesal


"Lihat aja sendiri tuh!" menunjuk ke ponselnya.


"Jadi sekarang sibuk sama Bayu akunya di abaikan. Sahabat macam apa kamu tuh habis manis sepah di buang." Zeze sambil membaca pesan dari Bayu.


"Bukan kayak gitu Ze. Kamu ini lagi dapet ya marah terus dari tadi. Kayak nenek-nenek tau!" Erina mencubit pipi Zeze


"Masak cantik dan seksi gini kayak nenek-nenek? Kalau aku nenek berarti kamu nenek juga dong?" Zeze membuat Erina tertawa.


"Ya sudah ayo masuk kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi." Erin beranjak dari tempat duduknya.


"Iya nih Rin kurang lima meneit lagi. Ayo buruan!" Zeze menarik tangan Erina dan berlari menuju kelasnya.


Bel tanda masuk kelas pun berbunyi. Mereka memulai pelajarannya. Erina sangat fokus memperhatikan penjelasan pak guru. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang yang tandanya bel tanda pulang sekolah sebentar lagi akan berbunyi. Erina mengemas buku-buku dan alat sekolahnya ke dalam tas dengan cepat. Setelah Erina mengemas buku dan alat tulisnya, dia beranjak dari tempat duduknya.


"Rin, tunggu in aku. Kamu kok buru-buru gitu sih?" Zeze menarik tangan Erina dan menahannya.


"Ayolah Ze, aku mau pulang. Mungkin Bayu sudah menunggu di depan. Besok deh kita pulang bareng." Erina memohon Zeze melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Baik, pergilah! Besok kamu harus cerita sama aku yah?" Zeze melepaskan tangan Erina.


Erina berlari menuju gerbang depan sekolah. Erina melihat ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan Bayu. Erina menunggu Bayu dengan duduk di depan pos satpam di sekolahnya.Tak beberapa lama Bayu pun muncul dengan motor gedenya.


"Bay, disini!" Erina melambaikan tangannya.


"Tunggu disitu aku akan kesitu." Bayu yang akan menyeberang jalan.


"Kamu nunggu lama nggak? Maaf yah aku telat." Bayu melepas helm nya.


"Nggak lama kok. Ayo pulang!" Erina menaiki motor Bayu.


"Mau langsung pulang atau jalan dulu?" tanya Bayu sambil menyalakan mesin motornya.


"Jalan-jalan dulu nggak papa. Tapi pulangnya jangan kemalaman nanti aku di marahin mama." tangan Erina melingkar di pinggang Bayu.


"Pegangan yang erat biar ndak jatuh." menarik tangan Erina semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa sih Bay kamu sekarang nggak jutek lagi sama aku? Baik banget malahan. Tapi aku suka sih sama kamu yang kayak gini." tanya Erina penasaran


"Karena aku mengejarmu. Aku nggak mau kamu selalu kesal denganku karena sikapku. Aku serius mengejarmu Erina." jawab Bayu sambil mengendarai motornya.


"Aku suka semua yang ada di kamu." jawab Bayu santai.


Mereka menuju mall terbesar di daerah itu. Awalnya mereka hanya ingin jalan-jalan tapi Erina melihat tas yang amat lucu sehingga Bayu membelikan tas itu untuk Erina. Bayu mengajak Erina untuk makan siang. Bayu mengajak Erina amakana siang di restoran korea. Bayu memesan banyak sekali daging.


"Bay, banyak banget dagingnya? Inj siapa yang mau ngabisin?" Erina melihat mejanya penuh dengan daging.


"Kamu yang makan. Lihat badan kamu kurus kering gitu." Bayu mengejek Erina membuat Erina langsung manyun.


"Nanti kalau aku keluar dari sini jadi lebar kayak badut gimana? Nanti mama aku gak ngenalin aku lagi. Nanti kamu gak suka lagi loh sama aku." ucapan Erina membuat Bayu semakin gemas.


"Sudah ayo dimakan. Habis makan kita pulang. nanati orang rumah kamu nyariin." Bayu menyuapi Erina.


Mereka menghabiskan semua daging pesanan Bayu. Perut Erina terasa sangat penuh. Erina ingin mengelilingi mall lagi untuk menurunkan makanan yang ada di perutnya. Tiba-tiba langkah Erina terhenti ketika Bayu memegang tangannya.


"Erin, mau kamu gendut atau pun jelek aku tetep suka sama kamu. Aku tulus sayang sama kamu." Bayu memegang tangan Erina dengan lembut.

__ADS_1


"Malu Bay di liatin orang tau!" mencoba melepas gandengan tangan Bayu. Wajah Erina mulai memerah.


"Kamu mau kan pacaran sama aku? Kita akan saling mengenal nanti selagi menjalani hubungan." Bayu berlutut di depan Erina.


"Iya iya aku mau." Erina lanagsung menjawab karena malu di ljhat orang-orang Bayu yang sedang berlutut di depannya.


"Terima kasih Erina. Aku sayang sama kamu." Bayu mencium kening Erina.


"Eh.." Erina terkejut dan wajahnya semakin memerah.


Erina menarik tangan Bayu dan mengajaknya pulang. Di sepanjang perjalanan wajah Erina merah sekali dan sesekali dia tersenyum. Karena baru pertama kali dia merasakan itu. Bayu yang saat itu juga sangat senang karena perasaannya di terima oleh Erina. Sesekali Bayu mencium punggung tangan Erina di jalan. Ketika sampai di rumah Erina.


"Makasih ya Bay udah anterin aku sama ajak aku jalan-jalan. Kamu mau mampir dulu nggak?" Erina turun dari motor Bayu.


"Nggak usah deh Rin. Nanti aku masih ada jadwal main basket." Bayu melepaskan helmnya.


"Aku masuk dulu yah?" Erina melambaikan tangannya.


"Tunggu dulu." Bayu menarik tangan Erina dan mencium kening Erina lagi. Tanpa di sadari oleh mereka ternyata mama sedang memperhatikan di balik jendela.


"Hati-hati ya Bay." Erina masuk ke rumahnya. wajahnya semakin memerah.


Bayu pergi meninggalkan Erina. Saat Erina masuk ke rumah, mama sudah memasang tatapan curiga. Mama menahan langkah Erina yang akan masuk ke kamar.


"Kamu pacaran sama Bayu? Apalagi dicium kening segala." tanya mama sambil menyipitkan matanya.


"Iya ma. Mama nggak marah kan?" Erina menundukkan kepalanya.


"Iya nggak dong nak. Kamu boleh pacaran tapi harus jaga diri yah? Jangan sampai menggangu pelajaran kamu." pesan mama kepada Erina.


"Makasih mama. Erina sayang mama." Erina memeluk mamanya.


"Erina masuk kamar dulu ya ma?" Erina segera masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya Erina tersenyum-senyum malu membayangkan Bayu berlutut di depannya tadi saat di mall. Erina juga mengusap-usap kening yang di cium Bayu tadi. Dia langsung menghentikan lamunannya dan segera mandi.


Happy reading...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like yah??


__ADS_2