My Experience Of Love

My Experience Of Love
Kekecewaan Erina


__ADS_3

Bayu berbicara tentang pesta pelulusan yang diadakan oleh teman-temannya. Bayu meminta izin Erina untuk datang di acara tersebut. Erina tidak mengizinkan Bayu untuk datang.


"Ayolah sayang? Ini kan terakhir kalinya aku ketemu mereka. Setelah ini mereka pasti sibuk dengan urusannya masing-masing." Bayu memohon kepada Erina.


"Pasti nanti ada acara minum-minumnya. Kan itu di adakan di club." Erina ngambek nggak ngasih izin Bayu


"Aku janji nggak akan minum sayang. Boleh yah?" Bayu terus saja merengek.


"Baiklah. Tapi janji kamu nggak akan minum. Kalau sampai kamu minum aku nggak mau ngomong lagi sama kamu." dengan berat hati Erina mengizinkan Bayu untuk pergi.


Bayu mengantar Erina untuk pulang. Bayu merasa senang karena mendapat izin Erina untuk menghadiri pesta kelulusannya. Tiba saatnya pesta kelulusan. Bayu mengirim pesan kepada Erina.


Bayu : Kamu nggak mau ikut aku sayang?


Erina : Nggak deh. Aku lagi malas keluar.


Bayu : Aku pergi dulu yah? Terima kasih buat pengertiannya. I love you more.


Erina : I love you too


Bayu berangkat dengan mobil sport nya. Erina masih merasa kesal karena Bayu pergi ke pesta itu. Meskipun Erina bilang mengizinkan Bayu namun di dalam hati Erina terasa sangat kesal. Bayu nggak tau bahwa Erina sedang merasa kesal. Bayu mengemudikan mobilnya dengan cepat. Sesampai di club tempat pesta berlangsung, Bayu menghampiri Rio yang sedang menikmati lagu.


"Kemana yang lainnya?" tanya Bayu menghampiri Rio.


"Apa? Nggak dengar!" Rio melantangkan suaranya


"Kemana anak-anak yang lainnya?" Bayu mendekatkan mulutnya ke telinga Rio supaya Rio dapat mendengar apa yang di tanyakan Bayu.


"Ada di ruang VIP. Kamu kesana aja." Rio menggerakan tubuhnya sesuai dengan music di sana.


Bayu berjalan menuju ruang VIP. Ketika sampai di sana Bayu melihat teman-temannya bergurau seru. Kesya juga ada di sana bareng teman-temannya. Kesya menghampiri Bayu dan menarik Bayu untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Mau minum nggak?" tanya Kesya manja menggandeng tangan Bayu.


"Aku nggak mau minum. Nanti pacar aku marah kalau tahu." Bayu menolak halus Kesya.


"Nggak apa-apa kali sedikit doang." Kesya menuangkan minuman ke gelas Bayu.


"Kamu minum sendiri aja." tolak Bayu kasar


"Ayolah Bay. Nggak seru amat sih? Lagian kan pacar kamu nggak ada di sini." sahut salah satu teman Bayu.


"Oke tapi aku nggak mau sampai mabuk." Bayu mengambil gelas itu dan meminumnya.


Bayu terlarut dengan suasana di sana. Bayu minum sangat banyak dan sedikit mabuk. Kesya terus menuangkan minuman ke gelas Bayu sehingga membuat Bayu mabuk parah. Kesya pamit kepada teman-temannya untuk mengantar Bayu pulang. Bayu di papah oleh Kesya berjalan keluar club. Kesya mempunyai rencana jahat kepada Bayu. Kesya memapah Bayu dan check in di hotel Queen sebelah club. Setelah mereka check in dan masuk ke dalam kamar Kesya menidurkan Bayu di atas ranjang. Kesya mencari ponsel Bayu di kantong Bayu dan mengirim pesan kepada Erina.


Bayu : Lihat kelakuan pacar kamu di hotel Queen kamar nomor 203.


Erina : Siapa ini yang pake ponsel pacar aku?


Erina langsung mengambil kunci mobilnya menuju hotel Queen. Dia khawatir Bayu kenapa-kenapa. Sedangkan di hotel, Kesya sibuk melepaskan pakaian Bayu satu persatu. Kesya melucuti semua pakaian Bayu dan menutupinya dengan selimut. Kesya juga melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Kesya berbaring di samping Bayu sambil menelusuri badan Bayu dengan tangannya.


"Aku sangat mencintaimu Bayu." Kesya membelai badan Bayu.


Seketika naluri lelaki Bayu bangkit. Di dalam pikiran Bayu yang berada bersama dia saat ini adalah Erina. Bayu mendekap erat Kesya. Bayu yang saat itu dalam keadaan mabuk mencium Kesya dengan penuh gairah. Bayu membelai leher Kesya membuat Kesya semakin bergairah. Byu mencium leher Kesya. Ketika Bayu akan menjamah dada Kesya pintu kamar hotel tersebut terbuka. Alangkah terkejutnya Erina melihat Bayu bercumbu dengan wanita lain. Erina mengambil gelas yang berisikan air di samping ranjang dan menyiramkan ke arah Bayu sehingga membuat Bayu tersadar. Bayu melihat Kesya berada di bawahnya dengan keadaan tanpa sehelai kain dan Erina yang menangis karena marah.


"Sayang, ini nggak seperti yang kamu lihat." Bayu turun dari ranjang dengan membawa selimut menutupi tubuhnya.


"Aku kecewa sama kamu Bay!" Erina pergi meninggalkan hotel dengan menangis dan sangat marah.


"Sayang tunggu! Dengerin penjelasanku dulu." Bayu berteriak ingin menghentikan langkah Erina.


"Biarkan saja dia pergi. Ayo kita lanjutkan lagi." Kesya menarik tangan Bayu

__ADS_1


"Ini semua pasti ulah kamu. Aku nggak nyangka kamu akan selicik ini." Bayu memungut pakaiannya.


"Apa kurangnya aku di banding dia? Aku sangat mencintaimu." Kesya menahan Bayu


"Aku nggak mencintaimu. Cinta nggak bisa di paksakan." Bayu yang masih sibuk mengenakan pakaiannya.


"Aku rela memberikan segalanya buat kamu." Kesya berdiri menahn Bayu yang akan pergi.


"Kamu nggak bisa di bandingin dengan Erina. Dia jauh lebih baik dari kamu. Aku hanya mencintai Erina." Bayu mendorong tubuh Kesya yang menghalanginya untuk pergi.


"Bay, kmu nggak boleh ninggalin aku." Kesya berteriak ke arah Bayu yang berlari keluar kamar hotel.


Bayu mengabaikan Kesya dan bergegas mengejar Erina. Erina mengendarai mobilnya dengan sangat cepat dan tak hentinya dia menangis. Erina nggak menyangka bahwa Bayu akan melakukan itu padahal kemarin dia merelakan keperawanannya untuk Bayu. Bayu mengambil mobilnya yang berada di parkiran club. Bayu sangat takut Erina nggak akan memaafkannya. Bayu menyesal nggak mendengarkan perkataan Erina untuk tidak minum. Bayu menghubungi Erina berkali-kali tapi Erina mengabaikannya. Bayu mengirim pesan kepada Erina.


Bayu : Sayang, tolong dengerin penjelasanku.


Bayu : Sayang aku mohon.


Bayu : Sayang aku minta maaf.


Bayu : Aku hanya mencintaimu. Maafkan aku sayang.


Erina nggak memperdulikan ponselnya. Erina yang kala itu sedang emosi dia nggak ingin pulang ke rumah. Erina pergi ke rumah neneknya yang berada di luar kota. Erina sebenarnya tanpa sadar mengendarai mobilnya sampai ke luar kota. Akhirnya dia memutuskan untuk ke rumah neneknya. Bayu mendatangi rumah Erina.


TOK TOK TOK


"Siapa sih malam-malam gini bertamu." papa Erina membuka pintunya.


"Maaf om, mengganggu tidurnya. Apa Erina ada di rumah? Saya ingin ketemu Erina." mata Bayu mencari keberadaan Erina di dalam rumahnya.


"Tadi Erina buru-buru keluar. Bilangnya mau nginep di rumah Zeze." jawab papa Erina setengah mengantuk.

__ADS_1


"Kalau gitu saya pamit om. Maaf mengganggu." Bayu meninggalkan rumah Erina.


Bayu melajukan mobilnya menuju rumah Zeze. Bayu sangat cemas Erina akan meninggalkannya. Bayu tak ingin kehilangan Erina.


__ADS_2