My Experience Of Love

My Experience Of Love
Ciuman Pertama


__ADS_3

Selesai membersihkan tubuhnya Erina merebahkana badannya di tempat tidur. Suasana hati Erina sangat bahagia saat itu. Dia tidak pernah membayangkan kalau punya pacar itu akan sebahagia ini. Erina tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Tiba-tiba ponsel Erina bergetar. Bayu mengirim pesan kepada Erina.


Bayu : Kamu lagi ngapain?


Erina : Lagi tiduran aja. Kamu mau latihan basket sekarang?


Bayu : Iya habis ini aku berangkat. Kamu mau ikut nggak?


Erina : Ngapain aku ikut? Aku nggak kenal sama teme-teman kamu.


Bayu : Nggak papa nanti sekalian aku kenalin. Kalau mau ikut aku jemput sekarang.


Erina : Boleh deh. Aku juga bingung mau ngapain di rumah. Aku siap-siap dulu yah.


Erina secepat kilat mengganti bajunya. Setelah terlihat rapi Erina pun keluar dari kamarnya. Saat itu mama Erina berada di ruang tamu membaca majalah fashion yang baru keluar.


"Mau kemana kamu? Baru juga pulang." tanya mama


"Mau nemenin Bayu main basket ma. sekalian ikut olahraga sedikit." jawab Erina menghampiri mamanya.


TOK TOK TOK...


"Itu pasti Bayu yang datang jemput aku." Erina akan beranjak dari tempat duduknya mau membuka pintunya.


"Biar mama aja. Mama mau tau seberapa berani Bayu minta ijin buat ngajak kamu keluar." Mama Erina pergi membuka pintu.


"Sore tante. Apa Erina ada?" tanya Bayu.


"Mau kamu ajak kemana Erina? Baru juga pulang sudah pergi lagi." jawab mama Erina dengan pura-pura galak.


"Maaf tante. Saya mau ngajak Erina latihan basket. Apa boleh tante?" Bayu sedikit menunduk.


"Boleh kok. Itu anaknya sudah siap. Tante cuma bercanda aja kok tadi." mama Erina menepuk bahu Bayu dan Bayu merasa lega.


"Ayo Bay berangkat!" Erina yang tiba-tiba muncul dari belakang pintu.


"Saya pamit dulu ya tante." Bayu menunduk sopan ke mama Erina.

__ADS_1


Erina dan Bayu pun berangkat memakai mobil sport Bayu. Di dalam mobil Erina tampak malu-malu ketika melihat Bayu. Bayu tersenyum melihat Erina yang seperti itu.


"Kenapa lihat aku kok kayak gitu?" tanya bayu.


"Siapa juga yang lihat kamu. Pede banget sih kamu." Erina memalingkan wajahnya.


"Apa kamu baru sadar kalau pacarmu ini sangat tampan?" goda Bayu


"Apaan sih? Dari mana kamu punya rasa percaya diri yang terlalu tinggi kayak gitu?" Erina tertawa.


"Oh ya Bay, kenapa setiap keluar kamu pake mobil nggak pake motor aja?" tanya Erina penasaran.


"Kalau sekolah aku emang pake motor. biasanya kemana-mana pake motor juga. Tapi kalau sama kamu aku naik mobil soalnya kasihan kamu nanti sudah dandan berjam-jam malah rusak kena angin. Jadi kalau sama kamu aja aku naik mobil." Bayu masih fokus mengendarai mobilnya.


"Apa kamu pernah ajak cewek lain naik mobil selain aku?" Erina sedikit kecil hati.


"Nggak pernah. Baru kamu aja kok." Bayu membelai rambut Erina.


Jawaban Bayu membuat Erina sangat senang. Sepanjang perjalanan Erina terus memandang wajah Bayu. Bayu sesekali membelai lembut rambut Erina seperti membelai anak kucing. Ketika sampai di sekolah Bayu mereka turun dari mobil. Teman-teman Bayu terpana melihat Erina yang cantik.


"Tumben bro bawa cewek cantik waktu latihan?" tanya Rio teman Bayu.


"Kalian jangan ada yang ganggu dia ya? Dia ini pacar aku namanya Erina." Bayu menghalangi Erina.


"Santai bro. Kita cuma bercanda kok. Ayo mulai latihannya." Rio menetralisir keadaan.


"Kamu duduk di pinggir lapangan sana aja ya sayang. Tunggu in aku selesai latihan." Bayu menunjuk tempat duduk di pinggir lapangan.


"Iya kamu latihan aja dulu." Erina berjalan menuju tempat duduk itu.


Bayu sibuk latihan bersama teman-temannya. Erina sibuk memainkan ponselnya. Tiba-tiba segerombolan anak dance lewat dan memberi semangat kepada Bayu. Erina hanya melihatnya saja. Bayu merasa lelah dan haus. Dia menghampiri Erina yang duduk di pinggir lapangan. Cewek-cewek grub dance penasaran dengan sosok Erina. Seorang cewek menghampiri Erina dan Bayu. Cewek itu sangat menyukai Bayu. Dia adalah Kesya.


"Haus ya Bayu. Ini aku bawa in minum." Kesya memberikan sebotol air mineral.


"Nggak usah." Bayu menepis botol minuman tersebut.


"Ini siapa Bay? Adik kamu ya? Atau sepupu kamu?" Kesya melirik ke arah Erina.

__ADS_1


"Kenalin ini Erina dan Ini Kesya." Bayu memperkenalkan mereka.


"Hai aku Erina." Erina menjulurkan tangannya


"Dia siapa kamu?" Kesya menjabat tangan Erina


"Dia pacar aku." dengan bangganya Bayu berkata seperti itu.


Kesya sangat kesal lalu melepaskan tangan Erina. Kesya masih tidak percaya bahwa Bayu sudah memiliki pacar. Kesya langsung pergi dengan wajah yang sangat marah. Kesya meninggalkan tatapan kebencian kepada Erina. Erina hanya tersenyum melihat Kesya yang seperti itu.


"Bay, kayaknya dia suka deh sama kamu. Kelihatan tuh tatapan mematikan saat melihatku." Erina membuka tutup botol air mineral.


"Dari dulu dia emang suka sama aku tapi aku gak suka sam dia. Sudahlah abaikan saja orang kayak gitu." Bayu mengusap keringatnya dengan handuk yang ia bawa.


"Dia sepertinya menaruh harapan lebih ke kamu Bay. Kenapa kamu nggak mencoba membuka hati untuk dia?" Erina semakin ingin tahu.


"Sudah sayang gak usah bahas dia. Aku sayangnya cuma sama kamu aja." Bayu membelai rambut Erina.


"Apaan sih panggil sayang sayang dari tadi. Malu tau!" Erina cemberut.


"Nggak papa kali sayang. Kan kita udah pacaran. Ganti panggilan aja apa salahnya? Nggak akan ada yang ngetawain kita kalau panggil kayak gitu. Ini hal biasa dalam berpacaran." Bayu memegang pipi Erina.


"Apa bener gak ada yang akan menertawakan kita?" tanya Erina yang tidak cemberut lagi.


"Iya sayang beneran. Ih bikin gemes aja kalau kamu ngambek kayak gini." Bayu mencubit pipi Erina.


"Kita pulang yuk? Kamu kan sudah selesai latihannya." Erina menggandeng tangan Bayu.


"Ayo pulang. Kamu pasti capek nunggu in aku dari tadi."Bayu membelai rambut Erina.


Kesya yang melihat dari kejauhan semakin marah semakin nggak suka lihat kemesraan mereka berdua. Kesya ingin sekali membuat hubungan mereka hancur. Menurut Kesya, hanya dia yang bisa memiliki Bayu. Bayu dan Erina menuju mobil. Saat Erina mau memakai sabuk pengaman ternyata sabuk pengamannya macet. Bayu pun membantu Erina memakai sabuk pengamannya. Tatapan mereka bertemu aatu sama lain. Bayu tanpa sadar mencium bibir merah merona milik Erina. Erina sangat terkejut dan mendorong Bayu.


"Maaf sayang aku kelepasan." Bayu memegang tangan Erina.


"Kenapa kamu menciumku? Ini ciuman pertamaku." Erina memegang bibirnya.


Bayu dan Erina terdiam di dalam mobil. Mereka pulang dengan hening. Erina merasa sangat malu, marah, dan ingin menangis. Bayu merasa menyesal dan marah pada dirinya sendiri. Ketika sampai di depan rumah Erina, dia langsung masuk dan mengabaikan Bayu.

__ADS_1


Happy Reading..


Jangan lupa kasih like yah???


__ADS_2