My Experience Of Love

My Experience Of Love
Alfa dan Zeze


__ADS_3

Ketika sampai di mall, Bayu mencari keberadaan Alfa. Alfa menunggu di coffe shop yang ada di dalam mall. Bayu menghubungi Alfa untuk bertanya dimana posisinya berada saat ini. Alfa menjawab panggilan dari Bayu dan memberitahukan posisinya saat ini. Bayu, Erina dan Zeze menghampiri Alfa.


"Hallo bro." Bayu menyapa Alfa yang sedang duduk santai.


"Hai Bro. Sini duduk dulu. Habis itu kita jalan-jalan. Nanggung nih kopi ku juga baru datang." Alfa menyeruput kopinya.


"Ayo duduk dulu." ajak Bayu kepada Erina dan Zeze.


"Hai, kita ketemu lagi." sapa Erina


"Iya kita ketemu lagi cantik. Siapa nih cewek cantik di sebelah kamu?" Alfa melirik ke arah Zeze.


"Apaan sih!" Zeze mengabaikan ucapan Alfa.


"Oh iya kenalin ini Zeze dan ini temen aku Alfa." Bayu memperkenalkan mereka berdua.


"Senang kenalan sama kamu cantik." Alfa mencium tangan Zeze.


"Apaan sih! Dasar playboy!" Zeze menarik tangannya.


"Jutek banget sih cantik. Nanti jelek loh kalau kayak gitu terus." Alfa menggoda Zeze


"Biarin jelek. Apa urusannya sama kamu?" Zeze semakin cuek sama Alfa.


"Nanti terlalu benci sama aku bisa jadi jatuh cinta loh?" Alfa tak pantang menyerah menggoda Zeze.


"Iya kayak orang ini nih. Jutek-jutek tapi cinta." Erina menunjuk Bayu.


"Yang pentingkan sekarang kamu juga jatuh cinta sama aku." Bayu memeluk Erina.


"Amit-amit aku busa suka sama orang kayak kamu." Zeze semakin kesal.


"Jangan galak-galak gitu kali Ze. Nanti jadi gak seru jalan-jalannya." Erina menghentikan pertengkaran Zeze dan Alfa.


"Ayo jalan. Kopiku sudah habis. Kalian mau jalan kemana?" tanya Alfa sambil meletakkan gelas kopinya dia tas meja.

__ADS_1


"Aku mau nyari baju sih." jawab Erina.


Mereka beranjak dari coffe shop itu dan pergi mengelilingi mall. Bayu dan Alfa setia mendamping Zeze dan Erina yang sibuk berbelanja baju. Zeze masih tidak suka dengan Alfa. Zeze tidak pernah menanggapi omongan Alfa. Erina dan Bayu selalu mesra di hadapan mereka. Setelah mereka cukup puas berbelanja, Bayu dan Alfa mengantar Erina dan Zeze pulang. Zeze meminta untuk mengantarnya lebih dahulu. Setelah sampai di rumah Zeze, Zeze berpamitan dan masuk ke dalam rumahnya. Alfa tersenyum senang karena mengetahui alamat rumahnya Zeze. Alfa sedikit tertarik dengan Zeze.


Mereka melanjutkan perjalanan mengantar pulang Erina. Sesampainya di depan rumah Erina, Erina berpamitan. Ketika hendak turu, Bayu menarik tangan Erina dan mencium bibir merah Erina di depan Alfa. Alfa hanya tersenyum melihat mereka. Setelah itu Erina masuk ke rumahnya. Bayu dan Alfa pergi ke rumah Bayu.


"Gila kamau ya! Bisa-bisanya mencium Erina di depan mataku yang jomblo ini." Alfa menepuk bahu Bayu.


"Makanya kamu cari pacar bisa kayak gitu." Bayu kembali fokus mengendarai mobilnya.


"Mau pacaran gimana bro? Ceweknya aja nggak mau sama kau." jawab Alfa putus asa


"Emang siapa?" tanya Bayu.


"Itu sahabat Erina tadi. Aku tertarik sama dia tapi dia juteknya minta ampun." jawaban Alfa membuat Bayu terkejut.


"Kamu suka sama Zeze?" tanya Bayu yang terkejut.


"Ehm. Bantuin aku dong buat deketin dia?" jawab Alfa dengan penuh harap.


Hubungan Bayu dan Erina terjalin sudah beberapa bulan. Hubungan mereka masih sangat romantis dan mesra. Bayu juga semakin dekat dengan mama papa Erina. Begitu pula dengan Erina yang juga semakin dekat dengan keluarga Bayu. Erina juga sudah tidak takut dengan papa Bayu. Meskipun mereka pacaran tetapi tidak pernah menggangu konsentrasi belajar mereka. Di setiap ujian sekolah mereka selalu mendapat nilai yang memuaskan. Alfa juga tidak patah semangat untuk mengejar Zeze. Tidak terasa sebentar lagi kelulusan sekolah mereka. Suatu hari Bayu merasa tidak enak badan. Bayu sendirian di rumahnya karena orang rumahnya keluar kota untuk menghadiri pesta pernikahan saudaranya. Erina mengirim pesan untuk menanyakan keadaan Bayu.


Erina : Apa kamu sudah baikan sayang?


Bayu : Aku nggak papa sayang. Cuma sedikit flu.


Erina : Apa kamu baik-baik saja di rumah sendirian?


Bayu : Iya aku baik-baik saja. Ini aku akan memasak untuk makan malam. Semua bibi sudah pulang karena sudah lebih dari jam kerjanya.


Erina : Tunggu aku. Aku akan kesitu membawa makanan. Kamu nggak perlu memasak.


Bayu : Baiklah


Erina mengambil kunci mobilnya dan langsung berangkat ke rumah Bayu. Erina berhenti di sebuah restoran dan membeli beberapa makanan untuk Bayu. Setelah membeli beberapa makanan Erian melanjutkan perjalanan ke rumah Bayu. Sesampainya di rumah Bayu.

__ADS_1


TOK TOK TOK


"Ayo masuk sayang!" Ajak Bayu


"Aku bawakan makanan buat kamu. Ayo kita makan!" Erina berjalan menuju dapur rumah Bayu.


"Banyak banget sayang? Ini siapa yang habisin?" Bayu memperhatikan Erina yang sibuk menyiapkan makanan untuknya.


"Nah sudah siap. Ayo kita makan!" Erina duduk di meja makan.


"Enak banget sayang." Bayu mencicipi makanannya.


"Pasti enak. Aku beli di restoran langganannya mama." jawab Erina sambil melahap makanannya.


"Aku mau sup itu sayang." pinta Bayu


"Aduh.." ketika Erina akan memgambilkan sup untuk Bayu, sup itu malah tumpah mengenai baju Erina.


"Kamu nggak papa sayang?" Bayu menghampiri Erina.


"Aku nggak papa sayang. Bajuku basah semua jadinya." Erina menatap bajunya yang basah karena sup


"Kamu ke kamarku aja mandi dan ganti baju milikku. Dari pada kamu masuk angin nanti." Bayu mengajak Erina ke kamarnya untuk mengganti baju.


Erina pergi ke kamar Bayu. Bayu mengambilkan handuk dan baju ganti untuk Erina. Bayu menyuruh Erina mandi dan dia akan menunggu di sofa yang ada di kamarnya. Bayu menunggu Erina yang sedang mandi dengan main game. Cukup lama Erina berada di dalam kamar mandi karena dia juga membersihkan bajunya yang terkena sup. Erina keluar dengan menggunakan kemeja Bayu yang kebesaran. Erina terlihat sangat seksi dengan pakaian Bayu. Bayu memperhatikan Erina yang baru saja keluar dari kamar mandi. Bayu menelan salivanya melihat Erina yang sangat seksi. Kemeja bayu melekat di tubuh Erina karena tubuh Erina sedikit basah sehingga terlihat ke elokan tubuh Erina. Erina merasa malu tubuhnya terlihat seperti itu. Erina hanya menunduk. Bayu berjalan ke arah Erina dan Erina semakin menunduk malu. Bayu memegang tangan Erina.


"Kenapa kamu menunduk sayang? Kamu sangat cantik." Bayu menganagkat dagu Erina


"Aku malu." wajah Erina semakin memerah


"Kenapa malu? Hanya aku yang melihat." Bayu mengajak Erina duduk di sofa.


Bayu tergoda oleh tubuh Erina yang sangat seksi. Bayu ingin menyentuh Erina tetapi Bayu takut Erina akan marah. Bayu hanya memandangi Erina dari atas sampai bawah.


Happy reading..

__ADS_1


__ADS_2