
"Sudah lupa apa yanv terjadi tadi malam?"soal Kylin sinis
"Ak..aku"Denadra gagap. Badannya gementar mana mungkin dia lupa apa yang terjadi tadi malam.Wajahnya merona merah mengingat apa yang mereka lakukan.
"Maafkan aku sih Kylin"pinta Deandra. Jemari halusnya perlahan-lahan mengelus dada bidang Kylin yang terdedah
"lagian aku kan gak sengaja.." Deandra berkata sambil memandnag lembut wajah tampan Kylin
"kamu pasti gak akan marahin aku kan.."
"kamu juga puas kan tadi malam?"soal Deandra
Senyuman sinis mula terukir dibibir Kylin. Tangan Deandra yang asyik mengusap dada bidangnya diraih perlan buatkan Deandra tercengang
"Kylin-"
__ADS_1
"puas?"senyuman sinis Kylin bertukar menjadi dingin buatkan Deandra gementar ketakutan
"bagaimana aku bisa puas setelah kamu pingsan di tengah jalan?"sebelah alisnya dijongket
"Aku-"bibir Deandra lantas diragut oleh Kylin
Ciuman mengejut itu buatkan Deandra kaku dan tidak segera membalas. Jarak antara badan mereka perlahan-lahan terhapus disebabkan Kylin menindih Deandra.
"kamu-"
ucapan Deandra sering terpotong kerna ciuman dari Kylin yang semakin ganas dan memaksa itu. Deandra jadi kesal banget dengan Kylin pokoknya dia lantas menggigit bibir Kylin
"ahh!"Kylin sedikit meringis.Badan mereka kini mempunyai jarak kerana Kylin mula bangun duduk di birai kasur memegang hujung bibirnya yang digigit Deandra sebentar tadi
"Kamu terlalu liar"ucap Kylin dingin. Deandra sedikit merasa bersalah pabila melihat bibir Kylin memgeluarkan darah pekat.Ekspresi Kylin juga sepertinya sedang sedikit sakit.
__ADS_1
Sifat dingin Kylin buatkan Deandra lagi gementar ketakutan.Dia takut banget jika Kylin marah.Dia tidak pernah membayangkan kalau Kylin marah itu gimana.Dia tidak berani mencuba kerna dia memang penakut. walaupun diberi sebanyak mana pun keberaniannya tapi sesiapa pun yang berada di posisinya tika ini pasti mampu mengerti perasaannya tika ini. Kylin ini type yang dingin dan sukar dimengerti.Itulah pendapat Deandra tentang Kylin. Pada mula dia bertemu Kylin memang dia sudah memiliki sedikit rasa pada cowok itu,dia semakin lama menjadi semakin tertarik pada cowok itu tapi itu bukan namanya obsesi cuma semakin rasa tertarik ingin berkenalan sahaja.
"Kylin"gumam Deandra.Dia mula memberanikan dirinya mendekati Kylin dan memeluk cowok itu dari belakang.Kylin sedikit kaku dengan tindakan Deandra.Dia tidak pernah menyangka gadis itu akan memeluknya selepas menggigitnya.
"Nyalimu sungguh besar"katanya dingin buatkan pelukan Deandra semakin erat
"Aku minta maaf banget Kylin~~Aku ini berdosa banget tapi..ini semua salah kamu~" katanya cuba membela dirinya
"salahku?"soal Kylin sinis dan dingin yang bercampur
"iya!Salah kamu~kamu membuatku cuek dengan tindakan kamu barusan.Aku kaget kamu tiba tiba sahaja mencium aku…
lagian aku juga tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam...jadi kamu jangan salahkan aku ya.Juga kamu jangan marahin aku lagi ya soalnya aku kangan banget sama kamu ia terasa seolah-olah kita gak ketemu selama puluhan tahun lamanya..aku kangan bangat pokoknya"semakin erat pelukan semakin dingin aura yang dikeluarkan Kylin namun cowok itu langsung tidak menepis tangan Deandra yang sedang memeluknya dari belakang.Dia perlahan-lahan memejamkan matanya yang terasa berat secara tiba tiba.
"Kamu pasti udah lelah kan jadi biar aku temanin kamu tidur aja..aku janji tidak akan lari dari kamu"Deandra perlahan-lahan membaringkan tubuh Kylin dan langsung tidur di sampingnya sambil memeluknya dari sisi. Deandra kembali memejamkan mata yang turut terasa berat dan kantuk.Akhirnya dia tertidur sendiri.
__ADS_1
Perlahan-lahan kelopak mata Kylin dibuka menandakan yang dia masih sadar. Hujung matanya melirik Deandra yang sedang tertidur di sisinya.Getaran dingin dapat dirasa ketika dia melihat Deandra.