My Mystery Boyfriend

My Mystery Boyfriend
Chapter 2


__ADS_3

Deandra pulang kerumah semula dan ketika dia hendak membuka pintu rumah dia ternampak Kylin di laman rumahnya.Deandra mula tersenyum sambilan melangkah mendekati pagar pemisah antara rumahnya dan Kylin. Deandra mememerhati setiap tindak Kylin tapi dia tidak tahu yang Kylin sudah melihatnya.


Kylin mendongak dan mata mereka bertembung untuk berapa saat.Deandra yang baru sedar bahwa Kylin sudah lihatin dia jadi malu jadi dia hanya tersenyum malu


"Hai Kylin!"ucap Deandra


Kylin bangkit dari duduk dan berjalan ke arah Deandra.Kylin menikam tepat mata Deandra begitu juga dengan Deandra yang sedang asik memandang mata Kylin yang bewarna Hitam gelap itu.Permandangan mereka tika itu sungguh indah.Mata hitam segelap langit malam menikam tepat mata biru permata bewarna biru gelap.


"Hai"balas Kylin


"Err apa yang kamu lakukan barusan"soal Deandra sambilan menggigit bibir bawahnya


"Reflektif"balas Kylin


"Erm Kylin"ucap Deandra gugup dan Kylin sepertinya mengerti


"Apa yang kamu pikirkan?Jika ingin soal sesuatu maka soal saja"ucap Kylin


"Benaran bisa?"soal Deandra lagi inginkan kepastian


"Udah tentu bisa"balas Kylin sambilan senyum segaris


"Apa aku bisa ngenalin kamu lebih akrab lagi?" soal Deandra dan tersenyum manis


"Bisa"balas Kylin dan senyuman Deandra semakin manis


"Kalau begitu apakah kita bisa keluar bareng berdua esok pagi?"soal Deandra


"Baik besok kamu datang kerumahku pada 9:00 pagi.Bisa tidak?"soal Kylin dan Deandra menjatuhkan kepalanya


"Baik!Terima kasih kak Kylin"ucap Deandra dan menarik wajah Kylin mendekatinya sebelum pipi Kylin dikucupnya perlahan


Deandra terus melarikan diri setelah mencium pipi Kylin.Dia membuka pintu dan menutupnya dengan kadar cepat.Dia mengunci pintu rumah dan pergi kedapur untuk minum air.


Situasi Kylin


Kylin masih diam berdiri disitu sebelum dia memandang kearah rumah Deandra.Tangannya naik memegang bekas ciuman Deandra tadi.


"Beraninya dia menciumku.Dasar gadis nakal" katanya dan mula masuk ke rumahnya sendiri.


Kylin masuk dan menutup pintu.Dia teleportasi kedalam kamarnya sendiri dan membaringkan tubuhnya diatas katil.


"Jika berani cium bibirku bukan pipiku dasar" ucap Kylin dan dia mula tersenyum tipis


"Aku bakal balas perbuatan mu kembali Deandra" katanya lagi


Keesokannya


Kringg Kringg


Deandra bangun dan menutup alarm jam. Deandra berdiri dan mengambil tuala kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Selesai mandi dia memandang cermin dan mula tersenyum manis.


"Harini aku akan keluar bareng bersama Kylin! Berdua!!Bahagianya hati ini!"ucapnya


Dia ke wardrobe dan mula memilih baju yang sesuai.





Akhirnya dia keluar dari wardrobe dengan senyuman manis menghiasi bibir munggilnya.


Mengambil telefon untuk melihat masa sebentar sebelum telefon disimpan kedalam begnya.


Deandra berjalan perlahan menuruni tangga dan mencapai kunci rumah sebelum kuncj tersebut disimpan kedalam beg tangannya.


Deandra berjalan keluar dari rumahnya dan menuju ke kediaman milik Kylin.Pagar ditolak perlahan sebelum memasuki kediaman itu.


Deandra berdiri di depan pintu rumah Kylin sekarang sebelum dia menarik napas dan hembusnya.Pintu diketuk tiga kali sebelum ianya terbuka dan menunjukkan sosok sempurna Kylin yang sedang keluar dari rumahnya.



"Kamu sudah lama nungguin aku?"soal Kylin. Deandra yang masih menilik wajah ganteng Kylin segera menjatuhkan kepalanya dua kali.


"Jom"ucap Kylin sambilan menghulurkan tangan kanannya.Deandra segera mengandeng tangan Kylin dan berjalan mengikuti Kylin.


"Kamu mahu pergi ke mana?"soal Kylin


"Kemana aja asal ada kamu"balas Deandra pelan


"Oh,bagaimana jika aku bawa kamu ke neraka? Apa kamu mahu ikut juga?"soal Kylin dan kelihatan Deandra agak kaku


"Sudah tentu tapi harus ada kamu dan aku mahu kamu gak bakal ninggalin aku sendiri kerna aku takut"balas Deandra dan tersenyum. Deandra megeratkan lagi gandengan tangan mereka.


"Mengapa?Anda sudah jatuh cinta padaku?" soal Kylin dan itu membuatkan Deandra kaget


"A..Aku.."


A..Aku.."


"Hmm?Kamu menyukaiku"soal Kylin lagi


"Kamu mahu aku jujur atau bohong"soal Deandra sambilan menundukkan wajahnya


"Terserah kamu"balas Kylin


"Kalau begitu,aku menyukaimu Kylin"ucap Deandra


"Jujur atau bohongan?"soal Kylin


"Aku gak mahu jawab soalan ini"balas Deandra dan terus memeluk badan kekar Kylin


"Benaran saja kamu ini.Dasar gadis nakal"kata Kylin dan memeluk Deandra kembali


"Bagaimana dengan kamu?Adakah kamu juga akan menyukaiku?"soal Deandra sambilan meletakkan dagunya pada dada bidang Kylin


Kylin menundukkan wajahnya untuk melihat Deandra. Mata Kylin menikam tepat mata milik Deandra.


"Terserah takdir"jawab Kylin ringkas dan jawaban itu buatkan Deandra kaku terus sehingga Kylin melepaskan pelukan mereka.


"Oh,adakah kamu percaya pada takdir"soal Deandra dan tersenyum kekok


"Hmm"balas Kylin


"Kamu mahu pergi kemana lagi?"soal Kylin sambilan menghulurkan tangannya pada Deandra dan disambut oleh Deandra


"Bagaimana kalau kita pergi Broadway"soal Deandra

__ADS_1


"Hmm,baik"balas Kylin


"Naik mobil aku ya?"soal Deandra


"Gak,naiki mobil aku aja"balas Kylin


Deandra yang mendengarnya terus tersenyum lebar sambilan memandang wajah ganteng Kylin.


"Kenapa?"soal Kylin


"Dimana kereta kamu"soal Deandra


"Erm,di rumah sana"balas Kylin dan jawaban itu buat Deandra bingung


"Kenapa mobilmu berada disana"soal Deandra


"Itu dahulu adalah rumahku"balas Kylin


"Oh,mengapa anda pindah sedangkan anda sudah punya sebuah rumah"soal Deandra


"Aku gak suka tinggal disitu"balas Kylin


"Aku mahu jawaban bukan balasan ringkas darimu,Kylin!"kata Deandra dan mengeratkan lagi gandengan tangan mereka


"Hmm,yaudah terserah kamu"kata Kylin dan mengeluarkan kunci mobil


Pagar rumah itu terbuka dan menampakkan sebuah mobil berjenama Lamborghini Aventador SVJ blooded blue



"Wah,adakah ini mobilmu"soal Deandra kagum


"Benar,mengapa"soal Kylin


"Mesti mahal bukan?"soal Deandra


"Hmm,mengapa adakah kamu berminat terhadap hartaku"soal Kylin sambil smirk


"Tidak,bukan aku hanya panasaran saja"balas Deandra dan tersenyum malu


"Oh,mari"ucap Kylin sambilan membuka pintu mobil buat Deandra


"Thanks ya Kylin"ucap Deandra sambilan masuk ke dalam mobil.


Pintu mobil ditutup oleh Kylin dari luar dan kemudian dia berjalan perlahan memasuki mobil. Enjin mobil dihidupkan kemudian mobil milik Kylin itu bergerak menuju Broadway.


Dalam perjalanan


"Kylin"seru Deandra perlahan sambilan memandang wajah ganteng Kylin yang sedang memandu


"Hmm"balas Kylin tanpa memandang Deandra


"Kamu ganteng sih bila begini terus"ucap Deandra dan kemudian mengusap wajah Kylin


Perbuatan Deandra itu membuatkan Kylin kaget tapi cepat saja Kylin fokus memandu. Deandra tersenyum lebar pabila usapannya tidak ditolak.


"Kamu gadis nakal.Adakah kamu ingin mati?" soal Kylin


"Why?"soal Deandra


"Aku sedang memandu bukan"balas Kylin


"Oh,aku tahu.Jadi kenapa..?"soal Deandra dan itu membuatkan Kylin kaku


"Mengapa kamu berhenti Kylin"soal Deandra


"Kamu menyoalku?Tadi siapa yang menggodaku ketika aku sedang memandu" soal Kylin sambilan membuka tali pinggang


"Siapa yang menggodamu?Aku hanya melihat dan tidak berniat ingin menggodamu" balas Deandra


"Oh,tapi kamu harus dihukum"ucap Kylin dan smirk


"Hu..hukuman apa"soal Deandra dan berundur kebelakang pabila Kylin mendekatinya


"Just A Sweet Punishment, kamu gak mungkin kisah bukan?"soal Kylin


"Erm, mungkin"balas Deandra


Kylin lantas mencium bibir munggil Deandra dan ********** lembut.Kedua tangan Kylin menggenggam kemas tangan milik Deandra. Lama kelamaan Deandra mula membalas ciuman dari Kylin.Deandra mengalungkan tangannya di leher Kylin.Kylin memperdalamkan lagi ciuman itu.


Dalam 15 minit mereka berciuman akhirnya Kylin meleraikan ciuman itu.Kelihatan Deandra tercungap-cungap mancari nafas begitu juga dengan Kylin.


"Adakah kamu menyukai ciuman dariku"soal Kylin dan smirk


Deandra kelu bila disoal begitu.Untuk elak soalan dari Kylin itu dia terus menoleh melihat kedepan.


"Mengapa?Kamu mahu mengelak dari menatapku?"soal Kylin dalam keadaan berbisik ditelinga Deandra


"Mari cepat pergi,Kylin.Nanti kalau lama-lama disini akan terjadi masalah takutnya"kata Deandra dan cuba menenangkan dirinya pabila Kylin mencium dan mengigit manja telinganya.


"Baik"kata Kylin dan mula jauhkan diri dari Deandra.


Kylin mula fokus pada pemanduannya dan Deandra pula sedang melihat permandangan di luar.Suasana antara mereka berdua amat sunyi kerana tidak ada satu pun antara mereka yang berbicara bahkan radio mobil juga tidak dibuka.


"Deandra"panggil Kylin dan Deandra mula memandang kearah Kylin


"Mengapa?"soal Deandra


"Aku mahu dengar kamu bicara"balas Kylin.


"Hmm?Apa kamu bilang?"soal Deandra


"Bicara terus denganku"ucap Kylin


"Mahu capek terus jika aku terus bicara sih"kata Deandra dan mula memuncungkan bibirnya


"Kamu mahu aku cium kamu terus?"soal Kylin


"Eh,gak!Gak mau sih"ucap Deandra sambilan menggeleng laju.


"Muncung terus aja"ucap Kylin dan tersenyum sinis


"Ergh,jika aku bilang aku mahu pacaran sama kamu gimana?"soal Deandra


"Hmm?Pacaran?"soal Kylin meminta kepastian


"Iya,kalau kamu cukup berani mau tidak kamu jadi pacar aku?"soal Deandra


"Hmm,kalau setuju?"balas Kylin dan Deandra mula kaku


"Gak mau!"jerit Deandra

__ADS_1


"Gak usah jerit.Kamu ini pelit sekali"ucap Kylin


"Huh"keluh Deandra


"Tadi kamu dulu yang mula bilang soal pacaran kemudian mahu salahkan aku pula"kata Kylin


Deandra mula menundukkan wajahnya tidak mahu memandang wajah kacak Kylin. Sejujurnya dia berasa agak bersalah kerna berkata soal pacaran dahulu.


"Maaf"ucap Deandra


"Hmm,jangan lakukan ia lagi"kata Kylin


"Aku cuma ingin tahu sama ada kamu sudi tidak jika pacaran sama aku di masa depan" kata Deandra


"Jadi kamu hanya ingin tahu soal itu?"soal Kylin


"Hmm, hanya itu yang aku mahu tahu kok. Pokoknya jangan marahin aku terus"balas Deandra


"Kita sudah sampai,mahu kemana?"soal Kylin


"Mahu makan"balas Deandra kemudian mendongak memandang jalan.Senyuman di wajah Deandra makin lebar bila jalan tidak terlalu sesak


"Aku bawa kamu ke Subway atau kamu mahu makan yang lain?"soal Kylin


"Aku ingin sekali makan di restoran sushi yang baru buka"balas Deandra


"Oh,jika begitu kita makan di situ saja jika kamu mau"kata Kylin dan mula memandu untuk ke restoran sushi yang dikatakan


Kylin memakirkan mobilnya di parkiran bawah tanah kerna mobilnya jenis mewah.Kylin keluar dari kereta diikuti Deandra kemudian mengunci mobil.Kylin menghulurkan tangannya pada Deandra dan tanpa membuang masa Deandra terus mengandengnya.Tangan kiri Deandra memeluk erat lengan Kylin.Kedudukan mereka yang rapat buatkan Deandra dapat menghidu wangian tubuh Kylin yang maskulin.Wangian maskulin milik Kylin selalu buatkan Deandra tenang.


"Kylin"seru Deandra dalam nada berbisik


"Hmm?"soal Kylin


"Kamu pakai perfume apa sih,kok wanginya gak menusuk tapi rasa nyaman?"soal Deandra


"Oh?Kamu mahu tahu?"soal Kylin pula


"Hmm,aku mahu tahu kerna aku selalu ke toko perfume tapi gak pernah bau wangian ini"balas Deandra


"Aku pakai Versace Man Eau Fraiche Eau De Toilette Spray"kata Kylin


"Toilet?"soal Deandra


"Hmm?Gak cuma namanya saja"balas Kylin dengan kerutan didahi


"Oh,aku gak pernah dengar.Brand apa sih?Mungkin aku juga boleh beli"soal Deandra


"Versace"balas Kylin


"Kok tiba-tiba aku rasa seperti fammilar sih brand Versace ini?!"soal Deandra sendiri dan Kylin hanya diam


"Oh,bukankah Versace ialah salah satu brand perfume termahal di seluruh dunia"soal Deandra pada Kylin


"Hmm"balas Kylin malas


Sejujurnya Kylin agak tak selesa dengan pandangan mata orang ramai pada nya.


"Kamu ini cukup kaya ya"kata Deandra dan kemudian baru tersedar yang ramai orang sedang memerhatikan mereka.


Sedar tak sedar mereka sudah sampai di hadapan restoran sushi.Mata pelanggan lain juga tertumpu terhadap pasangan itu.


"Hmm,tidak terlalu ramai bukan?"soal Deandra


"Hmm,bisa saja duduk di hujung"balas Kylin


"Hmm!Mari"kata Deandra dan menarik tangan Kylin ke arah sebuah meja kosong di hujung restoran


Restoran itu tidak terlau ramai pelanggan tapi boleh dikatakan kerana mereka masuk restoran itu ramai juga yang mula masuk.


Sedang Deandra melihat sekeliling kawasan dalaman restoran itu dengan matanya seseorang menegur.


"Deandra"


Kylin memandang sosok itu tajam dengan pandangan membunuh.


"Deandra"


Kylin memandang tajam sosok yang memanggil Deandra.Pandangan matanya penuh dengan niat pembunuh.Sosok itu mula rasa tak selesa.Deandra memandang kosong wajah tampan sosok itu.


"Justin?"soal Deandra


"Tadi aku saja lalu disini dan tak sangka yang aku sungguh bertuah dapat berjumpa denganmu disini"balas Justin


"Oh"ucap Deandra


"Hmm?Deandra adakah ini kakakmu?"soal Justin sambilan menunjuk Kylin


"Oh,tidak.Dia ini..."ucap Deandra


"Bisa dibilang tunangan"kata Kylin dingin


Justin dapat merasai kedinginan melalui pandangan dan ucapannya.Justin juga tersentak kerna omongan Kylin sebentar tadi.


"Oh,tu..tunangan"ucap Justin


Deandra memandang Kylin dengan wajah bingung tapi juga berasa lega dan mungkin juga perasaan senang? Deandra menatap Kylin.


"Aku pergi dulu sih"kata Justin dan mula berlalu pergi sebaik sahaja melihat pandangan Deandra hanya pada Kylin


"Dia sudah pergi"ucap Kylin yang turut menatap wajah cantik Deandra


"Oh"Deandra kembali tersedar kemudian berdehem perlahan sebelum memandang ke sekeliling Restoran itu.


"Dia itu siapa?"soal Kylin dan Deandra kembali menatapnya


"Oh,hanya teman Uni"balas Deandra kemudian tersenyum manis


"Dia seperti ada sesuatu denganmu"kata Kylin


"Ha?Dia itu playboy"ucap Deandra


"Oh,kamu bukan salah satu mainannya bukan?"soal Kylin dan itu buatkan Deandra kaku.


Entah mengapa hati Deandra rasa kecewa dan marah.Kecewa bukan kerna Justin dan marah pun bukan kerna Justin.Kecewa kerana ungkapan Kylin yang seperti nya menyindir dan marah kerana Kylin sepertinya tidak percaya padanya.Perasaan yang dia langsung tak mengerti.Perasaan ini seperti pernah dia rasa tapi dia tak tahu.Terasa semuanya Deja vu ketika bersama Kylin.


"Kylin"seru Deandra


"Hmm?"soal Kylin


"Kenapa sih aku rasa kamu seperti tidak pernah percaya padaku?"soal Deandra sambilan menundukkan wajahnya.Deandra mengepal erat tangannya

__ADS_1


"Ha?Apa maksudmu?"soal Kylin sedikit kaget. Wajahnya kelihatan keruh.Kylin jelas tidak meyukai omongan Deandra itu


"Apa kamu langsung tidak pernah percaya padaku dan langsung tak pernah berfikir untuk mempercayaiku walaupun hanya sekali?"entah apa yang merasuki Deandra sehingga dia berkata begitu.Deandra langsung tak sedar apa yang dia omongin.


__ADS_2