My Mystery Boyfriend

My Mystery Boyfriend
Penganggu


__ADS_3

"Deandra"


Kylin memandang tajam sosok yang memanggil Deandra.Pandangan matanya penuh dengan niat pembunuh.Sosok itu mula rasa tak selesa.Deandra memandang kosong wajah tampan sosok itu.


"Justin?"soal Deandra


"Tadi aku saja lalu disini dan tak sangka yang aku sungguh bertuah dapat berjumpa denganmu disini"balas Justin


"Oh"ucap Deandra


"Hmm?Deandra adakah ini kakakmu?"soal Justin sambilan menunjuk Kylin


"Oh,tidak.Dia ini..."ucap Deandra


"Bisa dibilang tunangan"kata Kylin dingin


Justin dapat merasai kedinginan melalui pandangan dan ucapannya.Justin juga tersentak kerna omongan Kylin sebentar tadi.


"Oh,tu..tunangan"ucap Justin


Deandra memandang Kylin dengan wajah bingung tapi juga berasa lega dan mungkin juga perasaan senang? Deandra menatap Kylin.


"Aku pergi dulu sih"kata Justin dan mula berlalu pergi sebaik sahaja melihat pandangan Deandra hanya pada Kylin


"Dia sudah pergi"ucap Kylin yang turut menatap wajah cantik Deandra


"Oh"Deandra kembali tersedar kemudian berdehem perlahan sebelum memandang ke sekeliling Restoran itu.

__ADS_1


"Dia itu siapa?"soal Kylin dan Deandra kembali menatapnya


"Oh,hanya teman Uni"balas Deandra kemudian tersenyum manis


"Dia seperti ada sesuatu denganmu"kata Kylin


"Ha?Dia itu playboy"ucap Deandra


"Oh,kamu bukan salah satu mainannya bukan?"soal Kylin dan itu buatkan Deandra kaku.


Entah mengapa hati Deandra rasa kecewa dan marah.Kecewa bukan kerna Justin dan marah pun bukan kerna Justin.Kecewa kerana ungkapan Kylin yang seperti nya menyindir dan marah kerana Kylin sepertinya tidak percaya padanya.Perasaan yang dia langsung tak mengerti.Perasaan ini seperti pernah dia rasa tapi dia tak tahu.Terasa semuanya Deja vu ketika bersama Kylin.


"Kylin"seru Deandra


"Hmm?"soal Kylin


"Ha?Apa maksudmu?"soal Kylin sedikit kaget. Wajahnya kelihatan keruh.Kylin jelas tidak meyukai omongan Deandra itu


"Apa kamu langsung tidak pernah percaya padaku dan langsung tak pernah berfikir untuk mempercayaiku walaupun hanya sekali?"entah apa yang merasuki Deandra sehingga dia berkata begitu.Deandra langsung tak sedar apa yang dia omongin.


"Deandra"seru Kylin


"Apa benar begitu Kylin?"soal Deandra dan terus menatap Kylin dengan pandangan benci dan matanya juga berkaca-kaca


"Deandra kita sedang di kalayak sekarang"ucap Kylin dan turut menatap wajah Deandra.Kini pandangan Kylin pada Deandra hanyalah pandangan kesal dan wajahnya kian melembut. Mata Kylin memancarkan aura selesa dan pandangan mata Kylin juga penuh dengan maksud tersembunyi.


"Percaya padaku?"soal Deandra

__ADS_1


"Ya"balas Kylin


Kylin terus memerhati sekeliling kemudian matanya tertumpu pada satu kamera litar tertutup.


"Hahaha"ketawa Deandra


"Elimina"ucap Kylin sebelum bangun mendekati Deandra


"Por qué enojado?"soal Deandra


"Smettila maaa"ucap Kylin lagi dan kali ini pergerakan setiap hidupan terhenti dan yang tinggal hanya dia dan Deandra yang bergerak


"Detén el tiempo, ja?"soal Deandra sinis


"No sigas comportándote así Deandra"kata Kylin


"Antes de esto, me dejaste con el argumento de que te engañé"kata Deandra


"lo siento"ucap Kylin


"¿Es suficiente?"soal Deandra


"Incluso bajé al Reino de los Humanos para ayudarte, ¿todavía no es suficiente?"ucap Kylin


"Sorry for this"ucap Kylin dan terus meletakkan tangannya di atas kepala Deandra


"Dormire"ucap Kylin

__ADS_1


Penglihatan Deandra mula kabur dan akhirnya jatuh pingsan namun badan Deandra sempat didukung oleh Kylin.Kylin terus hilang dari situ bersama dengan Deandra.


__ADS_2