
"Deandra"seru Kylin
"Apa benar begitu Kylin?"soal Deandra dan terus menatap Kylin dengan pandangan benci dan matanya juga berkaca-kaca
"Deandra kita sedang di kalayak sekarang"ucap Kylin dan turut menatap wajah Deandra.Kini pandangan Kylin pada Deandra hanyalah pandangan kesal dan wajahnya kian melembut. Mata Kylin memancarkan aura selesa dan pandangan mata Kylin juga penuh dengan maksud tersembunyi.
"Percaya padaku?"soal Deandra
Kylin terus memerhati sekeliling kemudian matanya tertumpu pada satu kamera litar tertutup.
"Hahaha"ketawa Deandra
"Elimina"ucap Kylin sebelum bangun mendekati Deandra
"Por qué enojado?"soal Deandra
"Smettila maaa"ucap Kylin lagi dan kali ini pergerakan setiap hidupan terhenti dan yang tinggal hanya dia dan Deandra yang bergerak
"Detén el tiempo, ja?"soal Deandra sinis
"No sigas comportándote así Deandra"kata Kylin
"Antes de esto, me dejaste con el argumento de que te engañé"kata Deandra
"lo siento"ucap Kylin
"¿Es suficiente?"soal Deandra
"Incluso bajé al Reino de los Humanos para ayudarte, ¿todavía no es suficiente?"ucap Kylin
"Sorry for this"ucap Kylin dan terus meletakkan tangannya di atas kepala Deandra
"Dormire"ucap Kylin
Penglihatan Deandra mula kabur dan akhirnya jatuh pingsan namun badan Deandra sempat didukung oleh Kylin.Kylin terus hilang dari situ bersama dengan Deandra.
Deandra kelu bila disoal begitu.Untuk elak soalan dari Kylin itu dia terus menoleh melihat kedepan.
"Mengapa?Kamu mahu mengelak dari menatapku?"soal Kylin dalam keadaan berbisik ditelinga Deandra
"Mari cepat pergi,Kylin.Nanti kalau lama-lama disini akan terjadi masalah takutnya"kata Deandra dan cuba menenangkan dirinya pabila Kylin mencium dan mengigit manja telinganya.
"Baik"kata Kylin dan mula jauhkan diri dari Deandra.
Kylin mula fokus pada pemanduannya dan Deandra pula sedang melihat permandangan di luar.Suasana antara mereka berdua amat sunyi kerana tidak ada satu pun antara mereka yang berbicara bahkan radio mobil juga tidak dibuka.
"Deandra"panggil Kylin dan Deandra mula memandang kearah Kylin
"Mengapa?"soal Deandra
"Aku mahu dengar kamu bicara"balas Kylin.
"Hmm?Apa kamu bilang?"soal Deandra
"Bicara terus denganku"ucap Kylin
"Mahu capek terus jika aku terus bicara sih"kata Deandra dan mula memuncungkan bibirnya
"Kamu mahu aku cium kamu terus?"soal Kylin
"Eh,gak!Gak mau sih"ucap Deandra sambilan menggeleng laju.
"Muncung terus aja"ucap Kylin dan tersenyum sinis
"Ergh,jika aku bilang aku mahu pacaran sama kamu gimana?"soal Deandra
"Hmm?Pacaran?"soal Kylin meminta kepastian
"Iya,kalau kamu cukup berani mau tidak kamu jadi pacar aku?"soal Deandra
"Hmm,kalau setuju?"balas Kylin dan Deandra mula kaku
"Gak mau!"jerit Deandra
"Gak usah jerit.Kamu ini pelit sekali"ucap Kylin
"Huh"keluh Deandra
"Tadi kamu dulu yang mula bilang soal pacaran kemudian mahu salahkan aku pula"kata Kylin
Deandra mula menundukkan wajahnya tidak mahu memandang wajah kacak Kylin. Sejujurnya dia berasa agak bersalah kerna berkata soal pacaran dahulu.
"Maaf"ucap Deandra
"Hmm,jangan lakukan ia lagi"kata Kylin
"Aku cuma ingin tahu sama ada kamu sudi tidak jika pacaran sama aku di masa depan" kata Deandra
"Jadi kamu hanya ingin tahu soal itu?"soal Kylin
"Hmm, hanya itu yang aku mahu tahu kok. Pokoknya jangan marahin aku terus"balas Deandra
"Kita sudah sampai,mahu kemana?"soal Kylin
"Mahu makan"balas Deandra kemudian mendongak memandang jalan.Senyuman di wajah Deandra makin lebar bila jalan tidak terlalu sesak
"Aku bawa kamu ke Subway atau kamu mahu makan yang lain?"soal Kylin
"Aku ingin sekali makan di restoran sushi yang baru buka"balas Deandra
"Oh,jika begitu kita makan di situ saja jika kamu mau"kata Kylin dan mula memandu untuk ke restoran sushi yang dikatakan
Kylin memakirkan mobilnya di parkiran bawah tanah kerna mobilnya jenis mewah.Kylin keluar dari kereta diikuti Deandra kemudian mengunci mobil.Kylin menghulurkan tangannya pada Deandra dan tanpa membuang masa Deandra terus mengandengnya.Tangan kiri Deandra memeluk erat lengan Kylin.Kedudukan mereka yang rapat buatkan Deandra dapat menghidu wangian tubuh Kylin yang maskulin.Wangian maskulin milik Kylin selalu buatkan Deandra tenang.
"Kylin"seru Deandra dalam nada berbisik
"Hmm?"soal Kylin
"Kamu pakai perfume apa sih,kok wanginya gak menusuk tapi rasa nyaman?"soal Deandra
"Oh?Kamu mahu tahu?"soal Kylin pula
"Hmm,aku mahu tahu kerna aku selalu ke toko perfume tapi gak pernah bau wangian ini"balas Deandra
"Aku pakai Versace Man Eau Fraiche Eau De Toilette Spray"kata Kylin
"Toilet?"soal Deandra
"Hmm?Gak cuma namanya saja"balas Kylin dengan kerutan didahi
"Oh,aku gak pernah dengar.Brand apa sih?Mungkin aku juga boleh beli"soal Deandra
"Versace"balas Kylin
"Kok tiba-tiba aku rasa seperti fammilar sih brand Versace ini?!"soal Deandra sendiri dan Kylin hanya diam
"Oh,bukankah Versace ialah salah satu brand perfume termahal di seluruh dunia"soal Deandra pada Kylin
"Hmm"balas Kylin malas
Sejujurnya Kylin agak tak selesa dengan pandangan mata orang ramai pada nya.
"Kamu ini cukup kaya ya"kata Deandra dan kemudian baru tersedar yang ramai orang sedang memerhatikan mereka.
__ADS_1
Sedar tak sedar mereka sudah sampai di hadapan restoran sushi.Mata pelanggan lain juga tertumpu terhadap pasangan itu.
"Hmm,tidak terlalu ramai bukan?"soal Deandra
"Hmm,bisa saja duduk di hujung"balas Kylin
"Hmm!Mari"kata Deandra dan menarik tangan Kylin ke arah sebuah meja kosong di hujung restoran
Restoran itu tidak terlau ramai pelanggan tapi boleh dikatakan kerana mereka masuk restoran itu ramai juga yang mula masuk.
Sedang Deandra melihat sekeliling kawasan dalaman restoran itu dengan matanya seseorang menegur.
"Deandra"
Kylin memandang sosok itu tajam dengan pandangan membunuh.
"Deandra"
Kylin memandang tajam sosok yang memanggil Deandra.Pandangan matanya penuh dengan niat pembunuh.Sosok itu mula rasa tak selesa.Deandra memandang kosong wajah tampan sosok itu.
"Justin?"soal Deandra
"Tadi aku saja lalu disini dan tak sangka yang aku sungguh bertuah dapat berjumpa denganmu disini"balas Justin
"Oh"ucap Deandra
"Hmm?Deandra adakah ini kakakmu?"soal Justin sambilan menunjuk Kylin
"Oh,tidak.Dia ini..."ucap Deandra
"Bisa dibilang tunangan"kata Kylin dingin
Justin dapat merasai kedinginan melalui pandangan dan ucapannya.Justin juga tersentak kerna omongan Kylin sebentar tadi.
"Oh,tu..tunangan"ucap Justin
Deandra memandang Kylin dengan wajah bingung tapi juga berasa lega dan mungkin juga perasaan senang? Deandra menatap Kylin.
"Aku pergi dulu sih"kata Justin dan mula berlalu pergi sebaik sahaja melihat pandangan Deandra hanya pada Kylin
"Dia sudah pergi"ucap Kylin yang turut menatap wajah cantik Deandra
"Oh"Deandra kembali tersedar kemudian berdehem perlahan sebelum memandang ke sekeliling Restoran itu.
"Dia itu siapa?"soal Kylin dan Deandra kembali menatapnya
"Oh,hanya teman Uni"balas Deandra kemudian tersenyum manis
"Dia seperti ada sesuatu denganmu"kata Kylin
"Ha?Dia itu playboy"ucap Deandra
"Oh,kamu bukan salah satu mainannya bukan?"soal Kylin dan itu buatkan Deandra kaku.
Entah mengapa hati Deandra rasa kecewa dan marah.Kecewa bukan kerna Justin dan marah pun bukan kerna Justin.Kecewa kerana ungkapan Kylin yang seperti nya menyindir dan marah kerana Kylin sepertinya tidak percaya padanya.Perasaan yang dia langsung tak mengerti.Perasaan ini seperti pernah dia rasa tapi dia tak tahu.Terasa semuanya Deja vu ketika bersama Kylin.
"Kylin"seru Deandra
"Hmm?"soal Kylin
"Kenapa sih aku rasa kamu seperti tidak pernah percaya padaku?"soal Deandra sambilan menundukkan wajahnya.Deandra mengepal erat tangannya
"Ha?Apa maksudmu?"soal Kylin sedikit kaget. Wajahnya kelihatan keruh.Kylin jelas tidak meyukai omongan Deandra itu
"Apa kamu langsung tidak pernah percaya padaku dan langsung tak pernah berfikir untuk mempercayaiku walaupun hanya sekali?"entah apa yang merasuki Deandra sehingga dia berkata begitu.Deandra langsung tak sedar apa yang dia omongin.
"Deandra"seru Kylin
"Apa benar begitu Kylin?"soal Deandra dan terus menatap Kylin dengan pandangan benci dan matanya juga berkaca-kaca
"Deandra kita sedang di kalayak sekarang"ucap Kylin dan turut menatap wajah Deandra.Kini pandangan Kylin pada Deandra hanyalah pandangan kesal dan wajahnya kian melembut. Mata Kylin memancarkan aura selesa dan pandangan mata Kylin juga penuh dengan maksud tersembunyi.
"Percaya padaku?"soal Deandra
Kylin terus memerhati sekeliling kemudian matanya tertumpu pada satu kamera litar tertutup.
"Hahaha"ketawa Deandra
"Elimina"ucap Kylin sebelum bangun mendekati Deandra
"Por qué enojado?"soal Deandra
"Smettila maaa"ucap Kylin lagi dan kali ini pergerakan setiap hidupan terhenti dan yang tinggal hanya dia dan Deandra yang bergerak
"Detén el tiempo, ja?"soal Deandra sinis
"No sigas comportándote así Deandra"kata Kylin
"Antes de esto, me dejaste con el argumento de que te engañé"kata Deandra
"lo siento"ucap Kylin
"¿Es suficiente?"soal Deandra
"Incluso bajé al Reino de los Humanos para ayudarte, ¿todavía no es suficiente?"ucap Kylin
"Sorry for this"ucap Kylin dan terus meletakkan tangannya di atas kepala Deandra
"Dormire"ucap Kylin
Penglihatan Deandra mula kabur dan akhirnya jatuh pingsan namun badan Deandra sempat didukung oleh Kylin.Kylin terus hilang dari situ bersama dengan Deandra.
Di Rumah Kylin
Perlahan-lahan Deandra membuka matanya. Perkara pertama yang Deandra lihat adalah kegelapan.Perlahan-lahan Deandra bangun dari pembaringan.Dilihat sekeliling ruangan itu.Di ruangan itu gelap tanpa cahaya bulan yang terang.Terasa satu sosok berada di hadapan kasur sedang memerhatikan tindakan Deandra dari tadi.
Samar-samar Deandra melihat sosok itu kerna kamar itu terlalu gelap.Deandra hanya diam kaku kerna dia rasa agak gusar.Deandra kembali baring semula dan cuba untuk tidur semula namun dia tidak bisa.Suara dingin milik sosok itu mula kedengaran.
"Sudah bangun?"soal sosok itu
"Kylin?"soal Deandra apabila dia mengenali suara itu
"Hmm"balas suara itu
Deandra segera bangun dari pembaringan dan duduk.
"Aku dimana?"soal Deandra
"Kamarku"balas Kylin
"Ha?Apa yang terjadi?"soal Deandra
"Kamu pingsan"balas Kylin
"Ha?Oh,maaf menyusahkan kamu"ucap Deandra
"Hmm"
"Sekarang sudah jam berapa?"soal Deandra
"Jam 10 malam"balas Kylin
"Ha?Aku susah telat"ucapnya dan mula hendak turun dari kasur namun baru tiga langkah dia mula terjatuh namun sempat ditangkap Kylin.
__ADS_1
"Reckless"ucap Kylin
"Ha?"soal Deandra ingin kepastian
"Bisa berjalan?"soal Kylin
"Erm..mungkin"balas Deandra
Kylin lantas mengangkat tubuh Deandra secara bridal.Deandra yang kaget lantas memeluk leher Kylin.Wangian tubuh Kylin yang maskulin menusuk kedalam rongga hidung Deandra. Wangian maskulin Kylin membuatkan Deandra khayal dan tidak sedar apa yang sudah berlaku.
Kylin meletakkan tubuh Deandra diatas kasur namun Deandra masih tidak melepaskan tangannya dari leher Kylin.Kylin mula on-top Deandra.Mata hitam gelapnya menatap terus mata biru gelap milik Deandra.
Perlahan-lahan Deandra menarik leher Kylin mendekatinya dan Kylin hanya menurut.Wajah mereka makin mendekat dan bibir mereka hampir bertaut namun Kylin mengeraskan badannya supaya bibirnya dan Deandra tidak bertaut.
Deandra masih tidak sedar apa yang ingin dilakukan.Entah apa yang dia rasa ketika itu.Dia merasa seperti sesuatu dalam dirinya meronta inginkan sentuhan Kylin pada tubuhnya dan Deandra mula kalah pada perasaan itu.Jujur Deandra sangat inginkan Kylin tika ini.
"Kylin"ucap Deandra
Nafas Deandra yang berbau blueberry dapat dihidu oleh Kylin kerana kedudukan mereka yang rapat.Pabila Kylin membuka bicara nafas mint milik Kylin pula dihidu oleh Deandra.
"Mengapa?"soal Kylin
"Quiero tu toque en mi cuerpo, Kylin"ucap Deandra tanpa sedar.Kylin yang mendengarnya mula kaget
"Estás de vuelta Deandra"ucap Kylin dan mula tersenyum sinis
"Usaste tu poder para hacerme desmayar y olvidar lo que pasó antes"kata Deandra
"Lo siento, pero no puedes recordar antes de que llegue ese momento."kata Kylin
"Está bien"balas Deandra
Kylin mula mendekatkan bibirnya pada bibir Deandra sebelum akhirnya bibir mereka bertaut.Mereka berciuman penuh nafsu dan tangan Deandra mula turun ke kolar baju kemeja Kylin yang bewarna putih.Deandra membuka butang baju Kylin sehingga habis kemudian Kylin melepaskan ciuman untuk menanggalkan kemeja yang dipakainya. Badan Kylin yang agak berotot kelihatan dan mata Deandra mula tertumpu pada abs enam pek milik Kylin.
Kylin mula tersenyum melihat pandangan Deandra pada badannya.Tangan Kylin mula mendekati baju kemeja Deandra dan butang baju Deandra mula dibukanya hingga sampai ke bawah Kylin berhenti.Ikatan skirt milik Deandra perlahan-lahan dibuka.Malam itu mereka melakukan hubungan seksual tanpa Deandra sedar apa yang telah dia lakukan. Kylin mula baring disebelah Deandra.
Deandra terlelap selepas beberapa minit mereka Kylin berbaring disebelahnya.Kylin memandang wajah polos Deandra yang sedang tidur itu dengan senyuman nipis.Akhirnya Kylin juga turut tertidur dengan memeluk tubuh Deandra.
Perlahan-lahan mata Deandra dibuka.Perkara pertama yang dia lihat ialah siling kamar tidur Kylin.
Terasa berat di pinggang ramping milik Deandra lalu dia menoleh untuk melihat ke sisi dan Deandra berasa amat terkejut pabila melihat wajah tidur Kylin.
Dalam keadaan tidur meniarap tanpa memakai sebarang pakaian dan hanya dibaluti comforter. Deandra kembali memandang diri sendiri dan mula menekup mulut tidak percaya.Tubuhnya juga tidak mengenakan sebarang pakaian.
Deandra baring kembali kemudian mata dipejam cuba mengingati semula kejadian semalam namun tidak ada yang dapat dia ingat.Matanya kembali terbuka sebelum comforter diselak sedikit untuk melihat cadar di belakang punggungnya dan Deandra menarik nafas lega kerana tiada kesan darah pada cadar bermakna dia masih suci.
Tidur Kylin sedikit terganggu dan dahinya sedikit berkerut manakala lengannya memeluk pinggang Deandra dengan lebih erat.Dendra sedikit kaget namun cepat saja dia berasa tenang.Tubuh kembali berbaring dan mata mula ditutup semula.Deandra kini akhirnya kembali tertidur.
Mata Kylin perlahan-lahan terbuka dan pandangannya kini hanya tertumpu pada wajah Deandra.Dilihatnya Deandra sudah tertidur senyuman mula terbentuk dibibir.Badan Kylin kini sedang baring mengiring dengan tangan kanan menongkat badan.
"Deandra"gumamnya dan tersenyum nipis
Rambut hitam perang panjang milik Deandra dielus lembut.Mata Kylin memerhati setiap sudut wajah polos Deandra.Kylin mula bangun dari pembaringan dan mencapai tuala.Diikat tuala di pinggangnya sebelum berjalan menuju ke pintu kamar.
Pintu dibuka sebelum Kylin keluar dari kamar meninggalkan Deandra yang masih tertidur polos di kasur.Pintu kamar ditutup perlahan oleh Kylin sebelum dia turun kebawah.
Kylin duduk di sofa dan mula membuka tv.Kylin mencari filem yang mahu ditonton sehinggalah dia terjumpa satu filem yang bertajuk 'MULAN'.
Senyuman mula terukir di bibirnya sebelum menyimpan filem itu di dalam tv.Tv ditutup sebelum dia bangun dari duduk dan teleport ke atas dalam kamarnya.
Di dalam kamar Kylin
Dia lihat Deandra masih tertidur jadi dia putuskan mahu mandi dahulu.
Beberapa minit kemudian
Terdengar bunyi air dari kamar mandi buatkan Deandra perlahan-lahan membuka matanya. Deandra memandang sekeliling kamar tidur mencari kelibat Kylin dalam keadaan mamai. Tersedar yang Kylin berada dalam kamar mandi dia mula duduk tegak.
Dia mencapai kemeja Kylin yang berada di lantai dan memakainya.
Selesai memakai pakaian Kylin dia terus ke balkoni kaca bilik itu.Tirai dibuka luas sebelum matanya memerhati permandangan indah dan sunyi taman yang sekelilingnya ada tembok tinggi yang melindungi kawasan perumahan Kylin dari pandangan luar.Deandra duduk di birai balkoni itu untuk memandang terus permandangan cantik dan indah itu.
Selang beberapa minit,Kylin terus keluar dari kamar mandi dengan tuala yang melilit di pinggangnya dan tangannya sedang mengelap rambut basahnya menggunakan tuala kecil.
Mata Kylin tertumpu pada sosok Deandra yang masih ralit memandang ke luar tingkap kaca. Senyuman kecil terlakar dibibir Kylin sebelum langkah diarah ke arah Deandra.Kylin kini berdiri tepat dibelakang tubuh kecil Deandra. Tuala kecil di tangan Kylin dilempar ke meja solek berdekatan balkoni kaca itu.
Tangan dihulur menekan tingkap kaca dan mematikan lamunan Deandra.Deandra menoleh kebelakang dan bibir Kylin mendarat dibibir lembut Deandra.Deandra terkejut dan mula menjarakkan diri dari Kylin.Senyuman dibibir Kylin terlakar membuatkan Deandra benggong seketika.Wajah cantik Deandra kelihatan merona merah dan dia segera membuang mukanya kearah lain.
"Malu?"soal Kylin berbisik di tepi telinga Deandra kemudian mengigit manja cuping telinganya.
"Ahh,apa yang anda lakukan?"soal Deandra sambilan cuba menjarakkan diri dari Kylin. Senyuman Kylin bertukar sinis.
"Sudah lupa apa yanv terjadi tadi malam?"soal Kylin sinis
"Ak..aku"Denadra gagap. Badannya gementar mana mungkin dia lupa apa yang terjadi tadi malam.Wajahnya merona merah mengingat apa yang mereka lakukan.
"Maafkan aku sih Kylin"pinta Deandra. Jemari halusnya perlahan-lahan mengelus dada bidang Kylin yang terdedah
"lagian aku kan gak sengaja.." Deandra berkata sambil memandnag lembut wajah tampan Kylin
"kamu pasti gak akan marahin aku kan.."
"kamu juga puas kan tadi malam?"soal Deandra
Senyuman sinis mula terukir dibibir Kylin. Tangan Deandra yang asyik mengusap dada bidangnya diraih perlan buatkan Deandra tercengang
"Kylin-"
"puas?"senyuman sinis Kylin bertukar menjadi dingin buatkan Deandra gementar ketakutan
"bagaimana aku bisa puas setelah kamu pingsan di tengah jalan?"sebelah alisnya dijongket
"Aku-"bibir Deandra lantas diragut oleh Kylin
Ciuman mengejut itu buatkan Deandra kaku dan tidak segera membalas. Jarak antara badan mereka perlahan-lahan terhapus disebabkan Kylin menindih Deandra.
"kamu-"
"berat-"
ucapan Deandra sering terpotong kerna ciuman dari Kylin yang semakin ganas dan memaksa itu. Deandra jadi kesal banget dengan Kylin pokoknya dia lantas menggigit bibir Kylin
"ahh!"Kylin sedikit meringis.Badan mereka kini mempunyai jarak kerana Kylin mula bangun duduk di birai kasur memegang hujung bibirnya yang digigit Deandra sebentar tadi
"Kamu terlalu liar"ucap Kylin dingin. Deandra sedikit merasa bersalah pabila melihat bibir Kylin memgeluarkan darah pekat.Ekspresi Kylin juga sepertinya sedang sedikit sakit.
Sifat dingin Kylin buatkan Deandra lagi gementar ketakutan.Dia takut banget jika Kylin marah.Dia tidak pernah membayangkan kalau Kylin marah itu gimana.Dia tidak berani mencuba kerna dia memang penakut. walaupun diberi sebanyak mana pun keberaniannya tapi sesiapa pun yang berada di posisinya tika ini pasti mampu mengerti perasaannya tika ini. Kylin ini type yang dingin dan sukar dimengerti.Itulah pendapat Deandra tentang Kylin. Pada mula dia bertemu Kylin memang dia sudah memiliki sedikit rasa pada cowok itu,dia semakin lama menjadi semakin tertarik pada cowok itu tapi itu bukan namanya obsesi cuma semakin rasa tertarik ingin berkenalan sahaja.
"Kylin"gumam Deandra.Dia mula memberanikan dirinya mendekati Kylin dan memeluk cowok itu dari belakang.Kylin sedikit kaku dengan tindakan Deandra.Dia tidak pernah menyangka gadis itu akan memeluknya selepas menggigitnya.
"Nyalimu sungguh besar"katanya dingin buatkan pelukan Deandra semakin erat
"Aku minta maaf banget Kylin~~Aku ini berdosa banget tapi..ini semua salah kamu~" katanya cuba membela dirinya
"salahku?"soal Kylin sinis dan dingin yang bercampur
"iya!Salah kamu~kamu membuatku cuek dengan tindakan kamu barusan.Aku kaget kamu tiba tiba sahaja mencium aku…
lagian aku juga tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam...jadi kamu jangan salahkan aku ya.Juga kamu jangan marahin aku lagi ya soalnya aku kangan banget sama kamu ia terasa seolah-olah kita gak ketemu selama puluhan tahun lamanya..aku kangan bangat pokoknya"semakin erat pelukan semakin dingin aura yang dikeluarkan Kylin namun cowok itu langsung tidak menepis tangan Deandra yang sedang memeluknya dari belakang.Dia perlahan-lahan memejamkan matanya yang terasa berat secara tiba tiba.
__ADS_1
"Kamu pasti udah lelah kan jadi biar aku temanin kamu tidur aja..aku janji tidak akan lari dari kamu"Deandra perlahan-lahan membaringkan tubuh Kylin dan langsung tidur di sampingnya sambil memeluknya dari sisi. Deandra kembali memejamkan mata yang turut terasa berat dan kantuk.Akhirnya dia tertidur sendiri.
Perlahan-lahan kelopak mata Kylin dibuka menandakan yang dia masih sadar. Hujung matanya melirik Deandra yang sedang tertidur di sisinya.Getaran dingin dapat dirasa ketika dia melihat Deandra.