
Ditengah guyuran hujan yg terus membasahi setiap helai kain yg melekat pada tubuhnya, gadis itu tetap berusaha untuk mempertahankan kesadarannya. Ingatan akan kematian ayah dan ibunya masih membekas di kepalanya. Ia terus berusaha menyeret kakinya yang penuh dengan luka, hingga akhirnya ia tumbang dan tidak sadarkan diri.
Disaat yg bersamaan sebuah mobil melintasi daerah tersebut dan hampir menabrak tubuh gadis yang tak bardaya itu, beruntung sang supir masih bisa mengendalikan remnya.
"maaf nyonya saya tidak sengaja menginjak remnya secara tiba-tiba. Sepertinya didepan ada yg pingsang". Sang supir berucap sambil memperhatikan ekspresi sang nyonya dari balik spion mobil.
"turun dan periksa pak" sang nyonya berucap sambil memperbaiki posisi duduknya.
Sang supir lalu turun dan memeriksa keadaan gadis yg tak berdaya itu lalu kembali menghampiri majikannya dan berkata "mohon maaf saya menemukan seorang gadis yang sudah tidak sadarkan diri, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan lula yang mengerikan. Sepertinya dia korban penganiayaan" ujar sang supir.
__ADS_1
"bawa dia masuk kedalam mobil dan segera berangkat ke rumah sakit terdekat" ucap sang nyonya. sang supir lalu mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke rumah sakit terdekat yg ada di kota itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30enit sampailah mereka disebuah rumah sakit bernama KIM HOSPITAL. Rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit terbesar di kota ini, yg ternyata milik seorang pengusaha sukses yang bernama Leonard Pranata Kim yang merupakan suami dari nyonya sang supir, yang bernama Cecilia Alexander Kim.
"nyonya sebaiknya anda pulang lebih dulu, biar orang-orang tuan yg menjaga gadis itu disini". Ujar sang supir kemudian.
"biarkan saya menemani nyonya disini, tuan akan marah jika saya meninggalkan nyonya sendiri" sang nyonya hanya mengangguk tanda setuju. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan muncullah sosok dokter Edgar, beliau adalah dokter kepercayaan keluarga Kim yg telah mengabdi pada keluarga itu sejak belasan tahun yang lalu.
"bagaimana kondisinya dok.? sambil menarik napas dalam dokter Edgar berkata, "sepertinya dia mengalami luka dalam yg cukup serius, tapi anda tidak perlu khawatir nyonya kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, tapi disamping itu ada hal yang perlu saya diskusikan dengan anda mengenai pasien itu, mari ikut keruangan saya nyonya"
__ADS_1
Dokter Edgar lalu masuk ke salah satu ruangan di sebelahnya disusul oleh nyonya Cecilia yang mengekor dibelakangnya. "silahkan duduk nyonya" dokter Edgar mempersilahkan nyonya Cecilia duduk dan mereka memulai perbincangannya.
"mohon maaf nyonya, sepertinya gadis itu mengalami tekanan batin yg luar biasa, dalam keadaan koma ia tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya, sepertinya ada kejadian yang sangat besar dibalik kecelakaan yang menimpanya" dokter Edgar memberikan penjelasan pada nyonya Cecilia
"lakukan yg terbaik untuknya Edgar, dan pastikan dia mendapatkan perawatan yang terbaik" nyonya Cecilia menampakkan wajah yang sangat serius.
"Sebaiknya anda diskusikan dulu dengan tuan Kim, saya takut beliau kurang setuju dengan keinginan nyonya untuk menolongnya, karna sepertinya gadis itu korban penganiayaan".Dokter Edgar menyarankan agar nyonya Cecilia mendiskusikannya terlebih dahulu dengan sang suami.
"urusan tuan biar saya yang urus, saya yakin beliau akan mengerti, saya permisi". Nyonya Cecilia Berucap sambil beranjak pergi meninggalkan dokter Edgar yang masih menyimpan beberapa tanda tanya dibalik kekekehan sang nyonya untuk menolong gadis itu...
__ADS_1