
Soraya yang mendapati dirinya berada dalam dekapan seorang laki-laki segera memperbaiki posisinya dan melepaskan diri dari lelaki yang tela menabraknya. "maaf saya tidak sengaja" ucapnya sambil memperbaiki pakaiannya yang sedikit berantakan.
Berbeda dengan Soraya, Nathan malah terpaku melihat Soraya. Yah orang baru saja menabraknya adalah Nathan. Dia adalah lelaki yang sudah menaruh perasaan pada Lidya sejak Mereka masih duduk di bangku SMA namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya hingga pada saat pengumuman kelulusan, ia berniat menyatakannya. Namun saya Lidya tidak hadir di acara tersebut karena harus melakukan kemoterapi atas penyakit yang dideritanya.
"Lidya bagaimana kabarmu, semenjak hari itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentangmu, tidak kusangka kita akan dipertemukan disini". Nathan memberanikan menyapanya setelah ia mendapatkan kesadarannya.
Soraya yang paham akan arah pembicaraan Nathan hanya memberikan jawaban singkat, " aku baik baik saja" setelahnya ia permisi ke pada Nathan karena takut salah dalam berucap yang nantinya akan membongkar penyamarannya. "maaf saya permisi dulu, Mommy sudah menungguku di mobi". Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Nathan dengan sejumlah tanda tanya di benaknya.
Sepeninggal Soraya, Nathan hanya terdiam menyaksikan kepergiannya. 'sebenarnya ada apa dengannya, aku merasa asing dengannya' monolognya dalam hati dan segera masuk kedalam toilet pria. Di dalam toilet ia membasuh wajahnya dengan air, menatap pantulan dirinya didalam cermin seraya berkata. "aku akan mendapatkannya bagaimanapun caranya".
Sementara di tempat yang berbeda, nyonya Cecilia tampak memikirkan perkataan Soraya yang spontan memanggilnya dengan sebutan Mommy. Rasa senang bercampur haru terus menari dalam hatinya. Beberapa saat kemudian Soraya tiba dengan setengah berlari dan raut wajah yang sulit ditebak.
__ADS_1
"sayang kamu kenapa, seperti ada yang mengejarmu" nyonya Cecilia menghampirinya dan bertanya.
"tidak ada apa-apa Mom, aku hanya sedikit buru-buru takut mommy nunggunya lama" jawab nya sambil mengatur nafasnya.
Melihat ekspresi wajah Soraya yang terlihat ketakutan, nyonya Cecilia yakin jika telah terjadi sesuatu di toilet tadi. Dia pun memutuskan untuk memastikannya sendiri. "sayang kamu tunggu mommy di mobil yah, mommy masih ada yang belum dibeli". Ucapnya lalu berlalu pergi.
Setibanya di pintu masuk toilet ia melihat Nathan Keluar dari toilet pria , dan diapun meyakini jika perubahan raut wajah Soraya pasti karena Nathan. " mereka pasti sudah bertemu, semoga Nathan tidak menyadari perubahan sikapnya", iapun segera menyusul Laura ke mobil.
Sementara di tempat yang berbeda, Nathan baru saja tiba di kantor ayahnya. Ia langsung menuju ke lantai dua belas tempat ayahnya berada. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung masuk begitu saja. "bagaimana meetingmu hari ini ayah, apakah berjalan dengan baik" ucapnya pada sang ayah.
"ya begitulah, ayah belum menandatangi kontrak kerja sama dengan perusahaan PRANATA CROP karena menurut ayah, apa yang mereka tawarkan kurang menguntungkan buat perusahaan kita".
__ADS_1
"sepertinya ayah harus setuju dengan kerjasama ini, aku tidak ingin kehilangan gadis yang selama ini aku dambakan untuk kedua kalinya".
Mendengar penuturan Nathan, ayahnya langsung menggebrak meja dan berkata. " omong kosong apa ini Nathan, kamu baru saja membuat masalah dengan menghamili anak orang, dan sekarang kamu mau tambah masalah baru" ucapnya sambil memijit pelipisnya.
"untuk itu ayah tenang saja, aku akan tetap bertanggung jawab pada Fiona. Aku akan menikahi mereka sekaligus, ayah hanya perlu mengurusnya, soal Fiona aku sendiri yang akan mengurusnya" tanpa menunggu jawaban dari sang ayah Nathan langsung pergi begitu saja tujuannya saat ini adalah kediaman Fiona. . .
.
.
.
__ADS_1