My Possesive Hubby

My Possesive Hubby
Rahasia Fiona


__ADS_3

Mengandung adegan dewasa, harap bijak dalam membacanya...


Fiona merupakan seorang pelayan yang bekerja di sebuah klub malam. demi mencukupi ia harus pergi pagi pulang larut setiap harinya.


Hari ini seperti biasa sebelum pulang ia harus membersihkan klub setelah semua pengunjung pergi. Saat sedang membersihkan diri di dalam toilet tiba tiba ada yang membekap mulutnya dan menyeretnya kedalam sebuah ruangan yang jauh dari ruang club.


Ruangan itu merupakan kamar untuk tamu yang ingin memesan privat room. Sesampainya di sana Fiona langsung dilemparkan ke atas ranjang,handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan menampakkan tubuh polosnya yang naked . Sehingga pria yang membawanya menatapnya dengan penuh nafsu.


"wow indah sekali tubuhmu sayang, aku sudah tidak sabar ingin memasukimu"


Fiona yang sadar jika tubuhnya ful naked perlahan meraih handuk untuk menutupi area sensitifnya. Belum sempat ia meraih handuk itu pria itu malah menindihnya dan berusaha menciumnya.


"apa yang kamu inginkan dariku" seru Fiona sambil memalingkan wajahnya dan terus memberontak berusaha untuk melepaskan diri dari pria tersebut.


"keinginanku hanya satu, aku ingin kamu melayaniku hingga aku puas". Pria itu berkata sambil menarik handuk yang di genggam Fiona.


Tidak hanya sampai disitu, ia juga mulai mencium Fiona dengan kedua tangan yang menggenggam kedua tangannya dan menindihnya.


Dibawah kukungan pria itu, Fiona hanya bisa pasrah menerima semuanya, karna melawan pun percuma. Setelah merampas puas dengan bibir ranum Fiona, pria itu perlahan mulai turun kebawah dan memainkan puncak kembarnya.

__ADS_1


Ia menyesapnya dengan kasar dan sesekali menggigit membuat Fiona perlahan mulai mengeluarkan suara desahannya yang masih tertahan. "mphhh"


Setelah puas di bagian itu, pria itu membalikkan tubuhnya dan mulai melepaskan celananya dengan satu tangannya. Ia mulai menggesekkan rudalnya di bokong mulus Fiona.


Fiona yang mulai sadar kembali memohon.


"tolong lepaskan aku, aku mohon". Namun pria itu tidak mendengarkannya dan terus mengecup setiap inci tubuhnya sambil sesekali memainkan rudalnya di bokong Fiona. Sebisa mungkin Fiona mempertahankan semuanya, tapi percuma tenaga pria itu lebih kuat darinya.


Pria yang sudah di penuhi nafsu birahi itu, menarik pinggulnya sehingga membuatnya terpaksa menungging memperlihatkan lubang kenikmatannya yang merah merona.


Pria itu mulai memposisikan rudalnya dan mendorongnya secara kasar sambil sesekali menghentakkannya membuat Fiona merasakan sakit yang luar biasa.


Namun tangisan Fiona malah membuatnya semakin brutal menghentakkan rudalnya. Pada hentakan berikutnya akhirnya ia berhasil memecahkan selaput darah Fiona.


Fiona mencengkram seprei dan menggigit bibirnya sampai berdarah, ia merasakan sakit yang luar biasa saat benda tumpul itu memasukinya.


"berhentilah menangis karna sebentar lagi rasa sakit ini aka berubah menjadi rasa nikmat" pria itu menyeringai dan mulai memompa rudalnya.


"oooohhhh shiiiit kamu sangat sempit sayang, tidak sia-sia aku meminta kepada bosmu untuk menambah jam lemburmu". Beberapa saat kemudian pria itu sampai pada puncaknya dan perlahan mengeluarkan rudalnya.

__ADS_1


Ia meraih pakaiannya, memakainya dan mengeluarkan sejumlah uang dan melemparkannya ke samping Fiona yang masih meringkuk diatas tempat tidur.


"ambil ini dan lupakan apa yang telah terjadi malam ini, atau kamu akan kehilangan keluargamu".


pria itu berlalu pergi meninggalkan Fiona yang masih terisak. ia menangis sejadi-jadinya mengingat semua yang sudah menimpanya. Karena takut dengan ancaman pria itu, ia kembali ke dalam toilet dan segera memakai pakaiannya dan bersiap untuk pulang...


Satu minggu kemudian, Fiona kembali menjalani aktifitasnya sebagai pelayan di klub tempat ia bekerja. Seperti biasa ia akan pulang setelah membersikan club. Ketika hendak keluar ia melihat seorang pria yang duduk sambil meracaukan nama Lidya dalam keadaan mabuk.


Fiona yang tidak tega melihatnya terus menangis memberanikan diri untuk menghiburnya. "masalah akan selesai jika menghadapinya, bukan ditangisi".


"aku sudah tidak punya harapan lagi, dia sudah menghilang entah kemana". Nathan menjawab sambil terus menangis.


"tolong ceritakan masalahmu, aku akan menjadi pendengar yang baik" Fiona lalu duduk di kursi sebelahnya dan berusaha terus menenangkannya.


"maukah kamu menemaniku minum disini" melihat wajah Nathan yang terlihat memohon Fiona merasa tidak tega menolaknya dan spontan ia mengangguk tanda setuju, meski sebenarnya ia tidak pernah minum.


setelah bercerita panjang lebar, Fiona melihat Nathan yang mulai kehilangan kesadarannya karena terlalu banyak minum. Ia memutuskan untuk membawanya ke privat room dan membaringkannya di tempat tidur.


Saat Fiona berdiri dan hendak keluar, tiba tiba Nathan menarik tangannya dan memintanya untuk tetap tinggal. "jangan tinggalkan aku Lidya aku mohon".

__ADS_1


Fiona yang juga mulai kehilangan kendali atas dirinya, memutuskan untuk menemaninya. Dan merekapun melewatkan malam yang indah dengan saling memadu kasih dalam keadaan sama sama mabuk....


__ADS_2