My Possesive Hubby

My Possesive Hubby
lidya Kembali


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke tujuh belas Soraya di rawat, keadaannya sudah semakin membaik. Hari ini juga dia sudah diperbolehkan untuk pulang.


Seorang dokter yang sudah berumur terlihat memasuki ruang rawat Soraya. "bagaimana keadaanmu nona, apakah masih ada yang sakit". Dokter Edgar mengeluarkan tensimeter nya dan memeriksa tekanan darahnya.


"sudah agak mendingan Dok, saya merasa jauh lebih baik sekarang" Soraya menanggapi sambil tersenyum.


"Baiklah karena keadaan kamu sudah semakin membaik, hari ini juga kamu boleh pulang". Nyonya Cecilia datang dan membisikkan sesuatu di telinga Dokter Edgar.


"tolong rahasiakan semuanya dari publik. Demi kebaikan gadis itu, saya hanya tidak ingin orang-orang yang telah menghancurkannya mengetahui semuanya". Tatapan Nyonya Cecilia terlihat sangat serius, dan diikuti oleh anggukan kepala dari dokter Edgar tanda setuju.


Dia menghampiri Soraya dan berkata. "sayang segeralah bersiap kita akan pulang sepuluh menit lagi"


Soraya bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah Selesai ia langsung keluar dan menghampiri nyonya Cecilia. "saya sudah siap Nyonya".


Mendengar itu Nyonya Cecilia yang tadinya fokus ke handphonenya mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Lagi-lagi dia dibuat terpaku oleh apa yang dilihatnya. Laura benar benar mirip dengan mendiang putrinya.

__ADS_1


Spontan Nyonya Cecilia langsung menghampirinya dan memeluknya. " mulai saat ini jangan panggil aku Nyonya, panggil aku Mommy".


Nyonya Cecilia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Kerinduan terhadap mendiang putrinya membuatnya tidak bisa membendung tangisnya.


Soraya yang melihatnya menangis perlahan mengangkat tangannya dan membalas pelukannya. "tolong jangan bersedih lagi"


Nyonya Cecilia melerai pelukan itu dan mengajak Soraya pergi. "ayo kita berangkat sayang, pak Harjo sudah menunggu dibawah".


Setibanya di parkiran rumah sakit mereka langsung menuju kearah sebuah mobil mewah yang terletak di tengah parkiran dengan seorang lelaki yang telah berumur berdiri disisi mobil tersebut.


Sang supir membungkuk dan segera membukakan pintu mobilnya. "silahkan masuk nyonya"


Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah rumah yang sangat mewah. Sepanjang koridor di jaga oleh beberapa pengawal yang berpakaian serba hitam dan memberikan hormat kepada mereka.


Setibanya di dalam rumah Nyonya Cecilia langsung menuntun Soraya ke lantai dua dimana kamar mendiang Lidya berada. Pintu kamar terbuka dan menampakkan ruangan indah yang didominasi oleh warna pink dan biru.

__ADS_1


"Silahkan masuk sayang, mulai sekarang kamu akan menempati kamar ini, silahkan istirahat dua jam lagi kita akan makan siang dibawah" nyonya Cecilia beranjak pergi meninggalkan kamar Soraya.


Ia turun kebawah dan memerintahkan para pelayannya untuk memperlakukan Soraya layaknya putri di rumah itu. "mulai sekarang gadis itu adalah bagian dari rumah ini, aku harap kalian menghormatinya seperti menghormatiku. Nyonya Cecilia pergi ke ruang kerja suaminya setelah mengatakan itu.


"Bagaiman keadaan gadis itu sayang, apa kamu sudah mengatakan semua rencana kita" ucap tuan Kim setelah istrinya tiba.


"Soal ingin mengadopsinya aku sudah mengatakannya, tapi soal kembalinya Lidya aku belum berani, aku taku itu akan menyinggungnya" nyonya Cecilia menanggapi perkataan suaminya sambil menghela napas.


"tidak apa apa sayang kita akan mengatakannya di lain waktu, sekarang yang terpenting dia sudah mau tinggal dengan kita" Tuan kim menghibur sang istri dan memeluknya..


.


.


POV AUTOR...

__ADS_1


Buat para pembaca novel ini, tolong tinggalkan jejak di kolom komentar yah...


🥰🥰🥰


__ADS_2