
POV SORAYA
Pagi itu Soraya bangun lebih awal karena hari ini adalah hari pertamanya kuliah. Hari ini ia tampak lebih baik dari sebelumnya, jika kemarin dia sering murung dan hanya mengurung diri di dalam kamar, maka sekarang dia sudah mulai membiasakan diri berinteraksi dengan semua orang yang ada di rumah itu.
Selesai membersihkan diri di kamar mandi, ia langsung menuju walk in closed untuk berganti pakaian.
Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamarnya dengan mengenakan stelan celana jeans yang dipadukan dengan atasan berwarna pink. Tidak lupa ia membubuhi wajah cantiknya dengan sedikit makeup tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat.
Ketika sampai di meja makan para pelayan menyambutnya sambil membukkukkan badannya.
"Selamat pagi Nona, sarapan anda sudah siap silahkan dinikmati". Ucap salah seorang pelayan wanita yang biasa di sapa widia.
"selamat pagi bi' terima kasih sudah menyiapkan sarapan untukku". Jawabnya sambil medudukkan dirinya di kursi.
"Dimana Mommy dan Daddy" tambahnya setelah menyadari orang tuanya tidak ada di sana.
Mendengar itu pelayan Widia menjawab "mereka sudah berangkat 30 menit yang lalu Nona, karena ada pertemuan penting dengan salah satu kollega bisnisnya".
selesai sarapan Soraya langsung pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya namun ditahan oleh Pak Harjo yang merupakan sopir pribadi nyonya Cecilia.
__ADS_1
"Mohon maaf Nona, Nyonya meminta saya untuk mengantar anda ke kampus beliau tidak mengizinkan anda untuk membawa mobil karena selama ini Nona Lidya tidak bisa menyetir". Ujar Pak Harjo sambil menundukkan pandangan.
" Baiklah Pak Ayo kita berangkat". Meski Soraya sedikit tidak nyaman namun dia tidak mau membantah karena dia tahu Nyonya Cecilia melakukannya demi kebaikannya.
Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Pak Harjo tiba di halaman kampus. Soraya langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam ruangannya karena 3 menit lagi dosen pertama yang mengajar hari itu akan segera masuk.
Setibanya di dalam ruangan salah seorang mahasiswi cantik bernama Liora melambai ke arahnya dan memanggilnya. "Hai Lidya ke marilah, bangku di sampingku masih kosong". Soraya langsung bergegas kearahnya dan duduk di bangku sebelah Liora.
"Namaku Liora, Aku harap kita bisa berteman dengan baik" ucapnya sambil menyodorkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya. Soraya membalas uluran tangan Liora dan ikut memperkenalkan dirinya.
"Aku Lidya terima kasih sudah mau berteman denganku". Beberapa saat kemudian dosen yang akan mengajar di ruangan itu masuk dan semua mahasiswa pun memulai pelajaran mereka dengan baik.
Setibanya dirumah ia langsung menghampiri orang tua angkatnya yang sudah menunggunya di ruang keluarga. Namun ia sedikit terkejut melihat Kehadiran Nathan dengan seorang lelaki paruh baya yang mirip dengannya.
Nyonya Cecilia yang melihat Soraya lansung memanggilnya dan menyuruhnya duduk di sisinya. Posisi duduknya saat ini berada tepat di depan Nathan. Tidak lama kemudian Tuan Kim berdehem dan mulai membuka pembicaraan.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul, mungkin semuanya bisa dimulai. Silahkan tuan Zeus apa yang ingin anda sampaikan" ucapnya sambil melihat kearah Tuan Zeus.
"sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahat kalian, sekaligus berterimakasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk menyambut kedatangan kami", Tuan Zeus menghela nafasnya kemudian melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"maksud kedatangan kami kemari ialah untuk menandatangani kontrak kerjasama yang minggu lalu sempat tertunda, sekaligus saya ingin melamar Lidya untuk menjadi pendamping hidup Nathan.
Mendengar pernyataan Tuan Zeus nyonya Cecilia dan Soraya tampak terkejut. Ia yakin jika Soraya tidak akan setuju dengan keputusan ini.
"mohon maaf Tuan Zeus saya menghargai niat baik anda, sayapun sangat senang jika kita bisa menjalin hubungan ini. Tidak hanya sebagai partner bisnis tapi juga sebagai keluarga. Namun semua tergantung Lidya. Ucapnya sambil melirik ke arah Soraya.
" Bagaimana menurutmu nak, silahkan kamu pikirkan dulu sebelum memutuskannya, kerana semua keputusan ada padamu" Nyonya Cecilia ikut menimpali perkataan suaminya.
Melihat ke dua orang tua angkatnya yang menaruh sebuah harapan besar padanya, Soraya langsung menyetujuinya begitu saja.
Bagaimanapun ia sudah berutang budi Pada keluarga itu. "saya setuju untuk menikah dengannya, tapi dengan syarat Nathan berjanji untuk tidak melakukan apapun sebelum ingatan saya kembali".
Yah sebelumnya Nyonya Cecilia sudah melakukan konferensi pers dan mengumumkan kembalinya Lidya yang kehilangan ingatannya akibat serangkaian pengobatan yang dilakukannya di luar negeri.
Nathan pun menyetujui syarat yang diberikan Soraya untuknya. Namun itu hanya dibibir saja karna dalam hatinya ia sudah merencanakan sesuatu...
.
.
__ADS_1
.