
Di salah satu ruangan VIP rumah sakit tampak seorang gadis sedang terbaring tidak berdaya, setelah terbaring koma selama dua minggu gadis itu perlahan menggerakkan jari tangannya dan perlahan diapun membuka kelopak matanya. "issst aku ada dimana, siapa yang sudah membawaku kesini. Apa mereka yang telah membawaku kemari".
Ingatannya kembali berputar pada kejadian dua minggu yang lalu, saat dimana mobil keluarganya harus terjun kedalam jurang karena ulah sekelompok orang yg tidak di kenal. Tidak hanya sampai disitu orang-orang tersebut juga menembak mato ke dua orang tuanya dan adiknya tepat di depan Matanya.
"bagaimanapun caranya aku harus membalaskan dendam kematian mereka" ujar gadis itu.
Flashback on...
Sebuah mobil mewah berwarna hitam terlihat keluar dari sebuah pekarangan rumah Mega yang tidak jauh dari pusat Kota. Mobil itu membawa rombongan keluarga yang akan melakukan perjalanan ke Kota B untuk liburan. Di dalam mobil itu tampak seorang gadis sedang bernyanyi ria Ia adalah. Soraya Geraldine putri dari pasangan pengusaha properti bernama Jordan Geraldine dan istrinya yang bernama Deliana Geraldine.
"raya apa semua barang-barangnya sudah kamu bawa" ujar sang mommy kepada sang anak.
"yes Mom Raya hanya membawa beberapa barang saja, lagi pula kita liburannya juga tidak akan lama karena minggu depan kalian akan menghadiri acara perpisahan Raya". Ujar gadis cantik bermata hazel itu.
"astaga Mommy hampir lupa kalau sebentar lagi kamu akan masuk perguruan tinggi" sang Mommy berkata sambil merapikan pakaian putra keduanya yang tampak berantakan.
__ADS_1
Soraya memiliki seorang adik bernama Edward Geraldine yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Berbeda dengan Soraya yang tampak menikmati perjalanan sambil bernyanyi, adiknya malah fokus memperhatikan jalanan sambil menatap keluar jendela mobil. Hal itu menarik perhatian sang Mommy untuk mengajaknya mengobrol.
"Ed apa yang sedang kamu pikirkan nak, sepertinya kamu kurang bersemangat hari ini, hmm, apa kamu tidak suka liburan bersama Mommy" sang Mommy bertanya sambil memperlihatkan wajah sendunya kepada sang anak.
"Ed bahagia kok Mom, Ed hanya masih ke pikiran dengan mimpi Ed semalam". Edward menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.
"memangnya semalam Ed mimpi apa, cerita dong sama Mommy". Anak itu menghela napas dan berkata. " Ed akan cerita tapi Mommy sama Daddy harus janji, apapun yang terjadi kalian tidak akan pernah meninggalkan Ed". Edward berucap sambil menunduk.
"husst, Ed ngomong apa sih, sampai kapanpun Mommy sama Daddy akan selalu menjaga Ed, kalaupun harus pergi kami akan membawa Ed ikut serta, memangnya Ed mimpi apa semalam". Mommynya berucap sambil memeluk Edward...
"semalam Ed mimpi ada sekelompok perampok yang memaksa masuk ke rumah kita dan membunuh Mommy dan Daddy, tidak hanya itu mereka juga menyeret mayat kalian kehutan dan melemparkannya kedalam jurang", Edward bercerita sambil menangis.
Tepat saat itu mobil mereka ditembaki dari arah belakang, sang supir yang terkena tembakan itu tidak bisa mengendalikan kemudi sehingga mobil pun oleng dan masuk kedalam jurang. Soraya dan keluarganya terlempar ke luar sebelum mobil itu meledak.
"setelah menunggu sekian lama untuk mendapatkan kesempatan ini, akhirnya aku bisa melenyapkan kalian. Tuanku pasti senang melihat kehancuran kalian". Seseorang muncul dari balik pohon sambil menyeringai dengan senjata api ditangan.
__ADS_1
"siapa kalian, kenapa kalian mengincar keluargaku dan siapa yang telah memerintahkan kalian". Tuan Jordan bertanya pada penjahat itu sambil mendekap istri dan anaknya.
Orang itu tertawa sambil berkata "anda tidak perlu bertanya, karena sebentar lagi kalian akan menyusul orang tua kalian ke neraka, hahaha". Tepat saat itu orang tersebut memerintahkan anak buahnya untuk menembak mati tuan Jordan beserta Istri dan anaknya.
Sebelum kehilangan kesadarannya, Soraya masih sempat mendengar perbincangan antara Daddynya dengan penjahat itu, hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya.
"bos sepertinya gadis ini sudah meninggal, tidak ada nafas yang keluar dari hidungnya. Denyut nadinya juga tidak ada bos" ucap salah seorang dari mereka.
"Biarkan saja dia dan segera tinggalkan tempat ini sebelum polisi tiba, pastikan kalian tidak meninggalkan jejak apapun" perintah sang bos kepada bawahannya.
Beberapa jam kemudian Soraya terbangun dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, perlahan dia bangun dan berusaha untuk naik keatas tebing untuk mendapatkan pertolongan. Saat itu ia bertekad untuk bisa bertahan hidup dan membalaskan kematian kedua orang tua dan adiknya...
.
.
__ADS_1
.
Flashback of...