My Possesive Hubby

My Possesive Hubby
Keluarga Baru


__ADS_3

Hari itu nyonya Cecilia meminta suaminya untuk tidak masuk kantor, ia ingin suaminya menemaninya menjenguk Soraya di rumah sakit, "sayang semalam dokter Edgar meneleponku katanya gadis itu sudah bangun dari komanya, aku harap kamu meluangkan waktumu untuk menemaniku kesana"


"Baiklah sayang hari ini aku akan menemanimu kemanapun kamu mau" ujar sang suami sambil mengecup pucuk kepala sang istri, meski mereka sudah berumur namun itu tidak membuat keromantisan dan keharmonisan rumah tangganya pudar. Walau terkadang sang istri sering merasa sedih karna mengingat mendiang putrinya, namun sang suami selalu bisa menenangkannya.


Dulunya mereka mempunyai seorang anak bernama Lidya yang seumuran dengan Soraya. Tapi Lidya harus meninggalkan mereka untuk selamanya akibat penyakit tumor otak yang dideritanya.


"bersiaplah sayang kita akan berangkat setengah jam lagi" ujar sang suami sambil merogoh ponsel di sakunya dan menghubungi sekertarisnya.


"halo jhon, tolong batalkan meting hari ini dengan perusahaan ZEUZ CORPORATION. Aku akan menemani nyonya kerumah sakit". Ujarnya sambil sesekali melirik kepergelangan tangannya. Tanpa menunggu jawaban dari Jhon, ia lalu menutup teleponnya karna sang istri sudah tiba.


"kamu sangat cantik hari ini sayang" ujar sang suami sambil menyelipkan tangannya di pinggang ramping sang istri


"sekarang bukan saatnya untuk menggodaku, sebaiknya kita berangkat sayang" ujar nyonya Cecilia sambil berlalu meninggalkan sang suami yang mengekor dibelakangnya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di basemen rumah sakit, nyonya Cecilia turun dari mobil dan langsung melangkah masuk dengan menggandeng tangan suaminya.

__ADS_1


Setelah tiba di depan pintu ruangan Laura dirawat, nyonya Cecilia menarik nafas dalam-dalam dan berkata pada suaminya "sayang aku berharap kamu tidak terkejut dan bisa menahan diri setelah bertemu dengannya"


pintu ruangan terbuka dan betapa terkejutnya mereka karena tidak menemukan siapapun didalam, tidak lama kemudian muncullah seorang gadis dari balik pintu kamar mandi.


"siapa kalian, apa yang kalian lakukan disini, apa kalian yang telah membunuh keluargaku" Laura berteriak dan tampak ketakutan. Melihat kondisi Soraya, nyonya Cecilia berusaha menenangkannya.


"Tenanglah kami bukan orang jahat, saya akan menjelaskannya padamu tapi tolong kamu tenangkan diri dulu" ujar nyonya Cecilia


Berbeda dengan sang istri, suaminya malah terpaku di tempat melihat wajah Soraya. Wajah yang sangat ia rindukan beberapa tahun yang lalu, perlahan ia mendekat dan refleks memeluk Laura. "Lidya kamu masih hidup sayang, kamu kembali"


Melihat sang suami tidak bisa mengendalikkan dirinya, nyonya Cecilia menarik paksa suaminya dan berkata "kita perlu bicara diluar sayang"


Beberapa saat kemudian nyonya Cecilia kembali dan Soraya pun sudah jauh lebih baik, ia mendekati tempat tidur Soraya dan duduk dikursi. Nyonya Cecilia menarik nafas dalam dan berkata


"maafkan kelancangan suamiku, ia hanya mengira kamu adalah putri kami"

__ADS_1


Nyonya Cecilia mulai menceritakan semuanya pada Soraya. "sebenarnya aku yang telah menemukanmu di jalan dan membawamu kesini tepat 2 minggu yang lalu"


Mendengar pengakuan nyonya Cecilia, s


Soraya kembali menangis mengingat kejadian yang telah menimpanya. "mereka telah membunuh keluargaku secara brutal, aku bersumpah akan membalaskan kematian mereka"


Melihat kondisi Soraya yang terpuruk nyonya Cecilia mendekat dan memeluknya. "aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu, dan aku berharap kamu mau ikut dengan kami. Anggap kami adalah keluargamu" nyonya Cecilia berkata sambil mengelus pundak laura.


Setelah beberapa saat membujuk Soraya, akhirnya Soraya setuju untuk ikut dengan Nyonya Cecilia dengan syarat mereka harus menyembunyikan identitasnya...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2