NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG

NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG
Bab 1


__ADS_3

"Anita, Mas boleh jual mobil kamu dulu gak?" tanya Mas Danur pagi itu, saat kami sedang sarapan bersama.


Aku yang sedang menuangkan air putih untuknya, seketika menoleh ke arah suamiku itu.


"Tapi kenapa harus di jual Mas? kan sayang kalau dijual" jawabku merasa heran.


Karena mobil honda jazz berwarna merah pemberian nya satu tahun yang lalu itu, tiba-tiba akan di jualnya begitu saja, padahal mobilnya masih sangat bagus, karena memang hanya aku yang selalu memakainya.


"Ehm, Mas mau gunakan uangnya, untuk memperbesar usaha kita sayang" jawab mas Danur, kemudian meminum air putihnya.


"Sebentar lagi kan, kita bakalan punya anak sayang, jadi Mas ingin, usaha kita ini terus berkembang, tidak monoton seperti ini.


Lagipula, kamu kan juga sedang mengandung, jadi pasti akan jarang menggunakan mobil itu" ucap mas Danur, memberikan alasan yang masuk akal untuk ku.


Karena memang sekarang aku sedang mengandung buah cinta kami yang pertama, dan kandunganku juga sudah memasuki usia 4 bulan. 


Mas Danur memang memiliki sebuah usaha percetakan yang lumayan besar di pusat kota, dia merintis usaha itu, dengan modal hasil menjual tanah milikku, yang lumayan luas, hasil dari aku menabung sebagai seorang dokter.


Aku yang sebelumnya bekerja di sebuah rumah sakit, sebagai seorang dokter spesialis anak, di paksanya untuk berhenti, supaya lebih fokus mengurus rumah tangga. 


Demi rasa cintaku kepadanya, aku menuruti permintaan suamiku, yang selalu terlihat tampan dan berwibawa itu, walaupun harus berakhir di musuhi oleh saudara-saudara ku, dan juga kedua orangtua ku, yang hampir semuanya berprofesi sebagai seorang dokter.

__ADS_1


Ayah dan ibu sangat menyayangkan keputusanku,  yang telah menyia-nyiakan ilmu yang sekian tahun ku dapat dengan susah payah itu, begitu saja, dan malah memilih,  hanya menjadi seorang ibu rumah tangga saja.


Tapi mau bagaimana lagi, demi baktiku kepada suami yang sudah menjadi pilihanku itu, aku merelakan semuanya begitu saja.


"Gimana Sayang,, kamu setuju kan?" ucapnya kemudian mencium puncak kepalaku, dan kemudian beralih mengusap perutku, yang masih belum terlalu besar itu, dengan penuh rasa sayang.


"Ini semua demi anak kita sayang" ucapnya lagi,  menatap mataku, dengan mata coklatnya,yang selalu membuatku jatuh cinta kepadanya.


Tak sanggup menolak keinginannya, aku pun hanya dapat mengangguk setuju. 


Senyum lebar, seketika menghiasi bibir coklatnya, yang selalu menyunggingkan senyuman terbaiknya untuk ku.


"Terimakasih sayang, Mas janji, begitu usaha kita maju pesat, Mas akan ganti dengan mobil yang lebih bagus dari ini" ucapnya sembari membingkai wajahku dengan gemas. 


"Mas hari ini pulang agak telat,  jadi tidak usah tunggu Mas, buat makan malam" ucap mas Danur berpamitan. 


"Iya Mas" jawab ku pasrah. Karena memang sudah beberapa hari ini, mas Danur selalu pulang telat, dengan alasan sedang fokus mengembangkan usaha percetakannya.


Mas Danur pun akhirnya berangkat, dengan membawa mobilku kali ini, karena sudah ada pembeli katanya.


Setelah mas Danur menghilang dari balik gerbang, akupun kemudian masuk, untuk mengistirahatkan tubuhku, yang selalu mual di pagi hari.

__ADS_1


Sesaat sebelum aku merebahkan tubuhku, tiba-tiba suara ponsel mas Danur berbunyi.


"Loh, kok suara ponsel mas Danur masih disini" akupun segera bangkit untuk mencari asal suara ponsel, yang ternyata ada di bawah ranjang tempat tidurku.


"Kenapa mas Danur naruh ponsel disini sih?" merasa penasaran, aku pun segera membuka ponsel suamiku itu, yang kebetulan aku sudah tahu kata sandinya, setelah diam-diam mengintip nya, ketika sedang pura-pura tidur kemarin.


Langsung saja aku menuju ke aplikasi perpesanannya.


'Dinda?? Siapa Dinda?' aku melihat begitu banyak pesan, dari nomor yang diberi nama Dinda oleh suamiku itu.


Dengan tak sabar, aku segera membuka pesan darinya.


Mataku seketika mengembun, perutku pun mendadak menjadi mulas, hatiku begitu panas, setelah membaca pesan-pesan dari perempuan yang bernama Dinda itu.


'Ya Allah, cobaan apa lagi ini??' seketika tubuhku luruh, seakan tak bertenaga.


"Teganya kamu Mas!!" teriak ku sambil menangis dan memegang dadaku yang terasa begitu nyeri.....


Bersambung 


Kira-kira apa sih isi pesan dari wanita yang bernama Dinda itu??

__ADS_1


Kenapa Anita menjadi begitu histeris??


__ADS_2