NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG

NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG
Bab 4


__ADS_3

Tepat pukul 12 malam, Danur pulang kerumahnya, namun betapa terkejutnya dia, saat mendapati, istrinya tak ada di rumah. 


"Kemana Anita?? malam-malam begini kok tidak ada dirumah" gumam Danur, memeriksa semua ruangan.


Tak mendapatkan istrinya di rumah, Danur segera memeriksa ponsel nya, siapa tahu Anita, menghubunginya tadi.


Nihil, di ponsel tak ada sama sekali, nomor istrinya itu, menghubunginya.


"Kemana Anita?? tidak biasanya dia pergi diam-diam seperti ini" gumam Danur.


Karena tubuhnya yang sudah lelah, setelah seharian jalan-jalan bersama kekasih barunya, dan mengajarinya mengemudi, Danur pun akhirnya memilih untuk tidur.


Karena dia yakin, pasti Anita sedang pulang ke rumah orangtuanya saat ini.


********


"Mas Danur pasti nanti akan mencari ku Kak" ucap Anita, kepada sang Kakak, saat mereka menuju rumah milik Niken.


"Biarin aja lah dulu, sekarang kamu tenangkan dulu pikiranmu, besok, baru kita susun rencana, untuk memberi pelajaran, pada suamimu itu" ucap Niken, menenangkan adiknya.


Niken yang sudah sangat hafal dengan tabiat sang adik, yang terlalu bucin pada suaminya itu, sebenarnya sedikit kesal, karena sifatnya yang juga suka plin-plan. 


Inilah yang membuat Danur jadi berbuat seenaknya pada pada Anita, memanfaatkan kebaikan Anita, untuk meraih kesenangan nya sendiri.

__ADS_1


**********


"Anita kemana sih? Dihubungi juga gak bisa-bisa!!!" Danur tampak mondar-mandir di ruang tamu nya.


"Apa kerumah Ayah Ibunya ya? Tapi gak mungkin juga aku kesana, arghh!!" Danur tampak sangat kesal. 


Hubungannya dengan sang mertua memang tak harmonis,  bahkan cenderung tak akur, karena setiap dia mengantar istrinya pulang, hanya sikap dingin dan acuh dari sang mertua yang dia dapatkan. 


Tapi jika dia tak kesana untuk menyusul, dia masih sangat membutuhkan istrinya itu.


Dengan menekan rasa malu, Danur pun kemudian berangkat kerumah orangtua istrinya, yang ada di kota sebelah. 


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam lamanya, Danur akhirnya sampai di sebuah kawasan elite, rumah orangtua Anita.


"Ada urusan apa kamu kemari?" tanya Abang Anita, yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah orangtuanya. 


Farhan abang Anita tampak mengernyit, ketika Danur menyampaikan maksud kedatangan nya itu.


"Kamu apakan adikku, sampai dia kabur dari rumah?" cecar Farhan.


"Ttidak ada bang, kami baik-baik saja,  Anita hanya sedang rindu pada Ayah dan Ibu" jawab Danur tergagap.


"Oh ya??" mata Farhan tampak menyipit tak percaya. 

__ADS_1


"Ada apa Farhan?" tanya bu Maria, ibu dari Anita, yang terlihat membawa beberapa berkas di tangannya.


Ibu Anita, juga merupakan seorang dokter umum, dia membuka praktek pribadi di depan rumahnya yang megah itu.


"Danur?" sapa bu Maria tersenyum tipis. 


"Dia mau jemput Anita katanya Mah! Sedangkan Anita saja tidak ada disini, entah apa yang telah terjadi di antara mereka,  sehingga Anita pergi tanpa sepengetahuan suaminya seperti ini" ungkap Farhan, masih menatap kesal wajah Danur.


"Kau mencari Anita disini? Anita bahkan sudah hampir satu bulan tidak pulang kemari!" ucap bu Maria mengernyit.


"Jjadi, Anita tidak disini?" tanya Danur terkejut.


"Buat apa juga kami menyembunyikan Anita darimu?" tanya bu Maria, mulai terlihat khawatir.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi?  Sehingga Anita pergi dari rumah tanpa pamit??" tanya bu Maria, mencecar menantunya itu.


"Kami baik-baik saja kok Ma, tidak ada masalah" ungkap Danur, berusaha setenang mungkin.


"Huh, kalau memang baik-baik saja, tidak mungkin kan? Istrimu pergi dari rumah tanpa memberitahu suaminya.


Katakan saja sekarang, apa yang sudah kamu lakukan kepada putriku!!" seru bu Maria, terlihat tak percaya dengan jawaban menantunya itu.


"Sungguh Ma, kami baik-baik saja, aku juga tidak tahu, kenapa tiba-tiba Anita pergi" jawab Danur terbata.

__ADS_1


"Cari Anita sampai dapat, bukankah istrimu sekarang sedang hamil? Kalau sampai terjadi apa-apa kepadanya,  kami tak akan mengampunimu" ucap Farhan ketus.


Dengan langkah gontai, Danur pun kemudian pergi meninggalkan rumah mertua nya, dengan menyimpan tanya, kemana sebenarnya Anita pergi??


__ADS_2