NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG

NEKAT TABRAK MOBIL SUAMI, SAAT BERGOYANG
Bab 6


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, Mas Danur semakin memberikan perhatian lebih untukku.


Bahkan dia juga menaikkan gajiku 3x lipat dari biasanya. 


Hampir setiap hari, mas Danur selalu mengantar jemputku, membuat ibu dan ayah sangat senang, saat mengetahui, ada pria kaya yang memacari anaknya.


Ayahku yang setiap harinya bekerja serabutan, kini bisa bercerita dengan bangga ke orang-orang, bahwa mobil mewah yang selalu datang kerumah, adalah calon menantunya.


Begitupun dengan ibu dan ke empat adikku, yang sehari-hari nya berjualan gorengan keliling, mereka begitu bahagia, saat mengetahui, aku berpacaran dengan bosku sendiri.


Setiap tetangga yang datang, atau pembeli yang membeli dagangan ibu, dia akan menceritakan tentang putrinya, yang sebentar lagi menjadi istri orang kaya.


Setiap kali mas Danur datang, ibu pasti akan memasak makanan spesial untuk mas Danur.


Ada sebuah kejadian yang tak dapat aku lupakan, yang juga membuathubungan kami semakin erat.


Waktu itu merupakan hari ulang tahunku yang ke 20, Mas Danur mengajakku jalan-jalan ke luar kota. 


Tentu saja aku sangat senang, karena Mas Danur mengajakku jalan-jalan berdua saja. 


Kami berkeliling ke tempat-tempat wisata, yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, kami begitu bahagia saat itu.

__ADS_1


Hingga kemudian, di lanjutkan dengan makan malam, di sebuah hotel mewah di kota itu.


Saat kami melakukan makan malam romantis, Mas Danur menghadiahiku sebuah kalung, dengan liontin berlian yang sangat cantik. 


Aku sungguh terharu, ketika mas Danur memasangkan kalung berlian itu, yang aku sangat yakin, harganya pasti sangat mahal.


Mas Danur segera membingkai wajahku, dan memujiku, mengucapkan kata-kata selamat atas bertambah nya usiaku. 


Aku benar-benar bahagia, kini aku tak peduli lagi, bahwa mas Danur adalah suami orang. 


Karena kata mas Danur, mereka akan segera berpisah secepat mungkin, lalu akan segera menikahiku.


Masa bodoh, dengan tanggapan orang-orang, yang mungkin akan menudingku sebagai pelakor.


Ketika akan pulang setelah makan malam, di perjalanan, mobil Mas Danur mogok.


Entah apa yang terjadi dengan mobil itu, padahal mobil bagus dan mahal, ternyata masih bisa mogok juga.


Takdir baik masih berpihak kepada kami, mobil yang kami tumpangi, mogok di dekat sebuah penginapan kecil, yang di sebelah nya juga ada bengkel, yang buka 24 jam.


Karena sudah larut, dan mas Danur juga terlihat sangat lelah,  akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat, dan menginap di penginapan itu, sambil menunggu mobil selesai.

__ADS_1


Mas Danur kemudian memesan satu buah kamar, untuk kami gunakan.


"Kok cuma pesan satu Mas?" tanyaku waktu itu sedikit heran. 


Mas Danur segera merangkulku dan berbisik, "Kita satu kamar saja ya dek, biar Mas bisa terus menjagamu" ucapnya, membuat bunga-bunga di hatiku semakin bermekaran.


Akhirnya kami beristirahat di sebuah kamar yang tak terlalu besar, namun cukup nyaman.


Benar kata guruku ketika sedang belajar agama dulu.


Ketika seorang laki-laki dan perempuan berduaan di tempat yang sepi,  maka yang ketiga adalah setan.


Entah siapa yang memulainya lebih dulu, namun malam itu menjadi malam bersejarah bagiku, karena aku, telah dengan sukarela, menyerahkan kehormatan ku, yang selama ini aku jaga, kepada Mas Danur.


Kami merengguk kenikmatan yang seharusnya belum boleh kami lakukan itu, hingga pagi menjelang.


Setelah semuanya selesai, aku sempat menangis dengan keras, karena aku takut jika sampai hamil. 


Namun lagi-lagi mas Danur meyakinkanku, bahwa dia akan bertanggung jawab, dan akan segera menikahiku.


**********

__ADS_1


Bersambung 


__ADS_2