
setelah mengadakan rapat dengan ustadzah dan ketua ibu-ibu pengajian tentang tour ziarah yang akan di langsungkan minggu depan, aziza dan zahra melakukan aktifitas nya masing-masing.
"ziza aku balik ke kamar dulu sebentar lagi jadwal pergantian pengajar" pamit zahra pada aziza.
" aku juga ada kelas sebentar lagi, aku akan ke kampus" jawab aziza sambil merapikan buku dan mengecek tas nya. zahra mengangguk dan mereka berpencar. aziza kembali kerumahnya untuk mengambil mobil.
"assalamualaikum abah.." aziza menghampiri kiyai yang duduk diruang tamu sambil membaca kitab.
"ziza pamit mau ke kampus ada kelas bah" kiyai fahmi tersenyum.
"hati-hati bawa mobil nya" pesan kiyai. aziza mengangguk dan menuju kamar untuk mengambil kunci mobil. setelah keluar dari kamar, kiyai kembali memanggil aziza, seperti ingin bicara tapi kiyai urung mengucap kan nya. tapi aziza sudah menduga apa yang akan abah nya bicarakan karna bukan sekali dua kali abah nya seperti ini.
"ya sudah kalau tidak ada yang ingin abah katakan ziza pergi dulu, assalamualaikum". pamit nya.
...****************...
setelah beberapa hari berlalu kini tiba saat nya perjalanan tour ziarah yang akan di lakukan rombongan ibu-ibu pengajian. dari pondok sendiri yang ikut aziza , zahra ,dan dua ustadzah, karna perjalanan nya akan memakan waktu dua hari bahkan bisa lebih, aziza dan lain nya membawa satu koper kecil untuk dua orang.
"jangan lupa oleh-oleh nya ya kak" ucap maryam yang menemani aziza ke samping bus.
"dan jangan lupa hati-hati."sambung nya lagi. aziza yang tau adik nya khawatir mendekat dan mengelus kepala nya. tadi malam maryam pergi ke kamar nya karna bermimpi buruk, dia merasa gelisah dan meminta kakak nya untuk tidak ikut perjalanan tersebut.
__ADS_1
" jangan terlalu di pikirkan do'akan kakak agar selamat dan cepat pulang. jangan lupa sholat. perhatikan abah, akhir-akhir ini abah suka mengeluh pusing". mendengar kata-kata sang kakak bukan nya tenang maryam malah berkaca-kaca.
"kakak.." rengek nya yang akan menangis.
"hei.. kakak hanya pergi dua hari" ucap nya sambil tersenyum menenangkan. maryam mengangguk. zahra yang ada di samping mereka heran, tidak biasa nya maryam seperti ini karna aziza bukan kali ini saja bepergian jauh. meminta penjelasan pada sahabat nya lewat tatapan mata dan di balas gelengan oleh aziza. aziza melepaskan pelukan maryam.
"sudah ya jangan cengeng. kakak berangkat" maryam mengangguk dan tetap di sana hingga bus yang di naikin aziza tak terlihat.
...****************...
setelah seharian berpindah-pindah tempat ziarah, selesai menunaikan sholat isya' rombongan akan menuju hotel terdekat untuk istirahat sejenak. tapi di tengah jalan bus yang di naikin aziza dan yang lain menyerempet sepeda motor. aziza yang sedang berdiri untuk berpindah tempat tidak siap ketika sang supir mengerem mendadak, azizah terpental dan membentur dashboard bus hingga kepala nya terluka.
"astagfirullah.. innalilahi" serempak yang ada di dalam bus berseru. zahra yang melihat aziza meringis kesakitan tergopoh-gopoh menghampiri.
"maaf ning.. sepeda motor nya berhenti mendadak" ucap sang sopir takut.
"tidak apa pak.. ini hanya luka kecil. ra periksa ibu-ibu apakah ada yang terluka" zahra memeriksa ibu-ibu dan semuanya tidak ada yang luka hanya syok. sementara aziza turun menghampiri pengendara motor yang terkena serempet.
"ibu dan bapak tidak apa-apa?" tanya azizah pada dua orang paruh baya.
"kaki bapak tertimpa motor dan tergores aspal. sebaik nya kita kerumahnya sakit atau klinik terdekat agar bisa di bersihkan." aziza membatu perempuan paruh baya itu untuk bangun. dan kemudian zahra juga ikut turun.
__ADS_1
"ra katakan pada pak supir untuk mengantar ibu-ibu ke hotel yang tadi kita telfon dan ambil tas ku di kursi, mungkin jatuh. kita bawa bapak dan ibu ini kerumah sakit." zahra segera berlari menaiki bus dan menyampaikan pesan aziza. dan mengatakan kalau akan menyusul setelah beres. azizah menghentikan mobil yang lewat untuk mengantar mereka kerumahnya sakit.
aziza melambaikan tangan nya ketika ada sorot lampu. karna tidak terlalu banyak kendaraan lewat.
"maaf pak. bisakah memberi kita tumpatan untuk kerumahnya sakit? ada yang jatuh dari motor." ucap nya pada bapak pengendara mobil pick up. pengemudi langsung turun dan membantu mereka menaiki pick up.
setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan tidak perlu menginap, pengendara motor sudah di bolehkan pulang dan zahra sudah memesan taxsi online untuk mengantar kedua nya.
"ziza sebaik nya kita mampir ke apotik untuk membeli perban untuk membersihkan dan membalut luka kamu" saran zahra. aziza hanya mengangguk. kepala nya memang agak pusing. zahra mengobati aziza dan menyusul yang lain ke hotel.
"sebaik nya kita akhiri ziarah nya.kepala kamu pasti masih sakit dan ibu-ibu pasti masih syok, lain waktu kita bisa lanjutkan" usul zahra dan aziza setuju.
"tunggu di sini aku akan cek in" setelah mendudukkan aziza di lobi, zahra pergi ke resepsionis. setelah selesai dia kembali pada aziza.
"ini ID nya, ke kamar duluan aku akan menemui ibu-ibu untuk memberi tau rencana untuk pulang lebih cepat" aziza mengangguk seperti nya dia harus minum obat dan istirahat sejenak, kepalanya sangat pusing.
keadaan nya yang linglung, dia malah menabrak seorang wanita dan terjatuh bersama. aziza meminta maaf karna memang dia yang bersalah.
"maaf mbak, saya tidak sengaja" ucap aziza menyesal.
"maaf maaf, jalan tuh pakek mata" marah wanita sexy yang di tabrak aziza.
__ADS_1
"pantesan aja nabrak muka nya aja ketutup, mata nya keliatan sedikit" dumel wanita tersebut sambil berlalu pergi setelah aziza menyerahkan barang nya. aziza segera mengambil Id kamarnya agar bisa segera rebahan.
...****************...