Ning Pencuri Hati

Ning Pencuri Hati
tampan


__ADS_3

abri merenung di balkon, sibuk dengan pikirannya, berkali-kali mengusap wajah nya dengan kasar.


tak lama terdengar suara telfon berdering.


"waalaikum salam ma"


"iya abri kesana" menghela nafas dengan kasar, dia sudah bisa menebak apa yang ingin orang tua nya itu katakan.


mengambil kunci mobil. dan mengetuk pintu kamar aziza.


"saya akan keluar sebentar" aziza membuka pintu setelah mendengar suara abri " kalau mau makan, cari di dapur, seperti nya masih ada bahan makanan" aziza mengangguk.


setelah abri pergi, aziza melihat-lihat apartemen. hanya ada dua kamar dan satu ruangan yang tidak terlalu luas mungkin ruang kerja pikir aziza, dapur nya juga tidak terlalu besar, meja makan, ruang tamu.


"aku akan menghubungi zahra, dia pasti khawatir tak menemukan ku di hotel" setelah tersambung.


"assalamualaikum zahra" zahra menjawab sambil terisak.


"ziza maaf, seharusnya aku gak ninggalin kamu sendirian tadi malem, seandainya..." kalimat zahra terpotong oleh aziza.


"husssttt...tidak baik berbicara seandainya, aku baik-baik saja. tolong jaga maryam dan abah"

__ADS_1


"sejak tadi maryam sudah menangis setelah abah bercerita kejadian nya"


" sampaikan kalau aku baik dan akan segera pulang, ya sudah aku tutup dulu, sebentar lagi dzuhur. aku juga titip santri putri awasi selagi aku gak ada"


setelah panggilan berakhir, aziza melihat sekeliling, mengamati seisi ruangan yang terlihat rapi dan bersih. matanya kemudian berhenti pada sebuah foto yang terletak di atas nakas, aziza berjalan mendekati nya.


aziza mengambil bingkai foto itu, dia mengamati sosok orang di dalam foto yang tak lain adalah abri, pria atau lebih tepat nya orang asing bagi nya tapi kini berstatus sebagai suami nya.


aziza terus mengamati wajah di foto itu dengan seksama, karna baru kali ini dia bisa melihat wajah suami nya dengan jelas, hingga dia tau kalau suami nya itu sangat tampan.


...****************...


berbeda dengan aziza, abri sedang di sidang oleh orang tua nya.


"kamu sudah janji sama mama akan menemui wanita pilihan mama abri, kenapa kamu malah menikah dengan wanita lain, mama kecewa sama kamu" isakan ibu nya tak membuat abri berbicara. dia sadar kalau dia salah, dia akan menerima amukan mama nya.


"mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu. mama memilih wanita yang gak cuma cantik wajah nya tapi juga cantik hati nya untuk jadi istri kamu. padahal mama sama papa sudah menemui orang tua nya, apa yang harus kita katakan pada beliau" mama abri terus berbicara.


"maafin abri mah, ini juga bukan kemauan abri, dan juga bukan salah istri abri dia juga di jebak. aku akan mengajak nya kemari besok," abri keluar dari kediaman orang tua nya setelah mengucap salam.


...****************...

__ADS_1


setelah dari rumah orang tua nya abri akan kekantor untuk mengecek apakah ada masalah setelah kejadian kemaren.


"ada masalah?" tanya nya pada sekertaris.


"semua nya telah aman terkendali, sebelum nya sudah banyak klien yang ingin membatalkan kontrak, tapi setelah berita loe udah nikah, semua kembali aman" ucap alvian.


"mmmhh..." cuman abri sambil membaca berkas.


"tapi tapi bro, kapan lo nikah, kok gue gak tau, apa itu hanya akal-akalan lo aja?"


"dia istri gue, kita udah nikah dan sekarang dia di apartemen,"


"wow....terus gimana dia? cantik gak?"


"mana gue tau orang dia paket cadar"


"wow ini baru amejing, uhkty ternyata. gue boleh mampir ke apartemen lo kan,"


"gak boleh, sono lo kerja jangan makan gaji buta, gue pecat baru tau rasa"


"cieelah... ngancem nya gitu mulu"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2