
tiba di apartemen, mereka masuk kedalam kamar masing-masing. aziza sudah bersiap-siap untuk tidur. melihat gelas yang kosong, aziza pergi ke dapur untuk mengisi nya.
"sedang apa... mas?" aziza ragu-ragu memanggil suami nya "mas". sedangkan abri juga salah tingkah. abri mengangkat gelas nya.
" aku ingin membuat teh"
"biar aku saja yang membuat nya"
" baiklah,.. aku akan tunggu di ruang tamu" aziza mengangguk.
setelah selesai aziza menghampiri abri.
"ini teh nya" aziza menyerahkan teh nya.
"masih panas" lanjut nya.
"boleh aku duduk di sini juga?".
abri mengangguk.
" duduk lah"
"apa tidak akan mengganggu?. seperti nya mas abri sedang mengerjakan sesuatu.
" gak masalah, hitung-hitung ada teman untuk berbicara"
"apa pekerjaan nya sangat banyak sampai harus di bawa pulang?."
abri menoleh pada aziza.
"kenapa, kamu mau membantu?".
__ADS_1
aziza meringis.
" sepertinya tidak.. hehe. aku nonton tv saja biar gak ganggu" aziza mengambil remote, mencari chanel yang sekiranya bagus untuk di tonton. karna jarang menonton, aziza malah memilih menonton berita.
"emm.. mas, apa boleh aku pulang sebentar?". tanya aziza setelah lama sama-sama terdiam. " mau ngambil barang-barang aku"
abri menoleh pada aziza.
"lusa saja gimana? aku antar. besok aku mau ngajak kamu kerumah orang tua aku" aziza sebenarnya belum siap bertemu orang tua abri, tapi cepat atau lambat, mereka akan bertemu juga bukan. aziza mengangguk ragu.
"apa kamu keberatan?" abri menutup laptopnya, menghadap aziza yang masih ragu.
" tidak. tidak bukan seperti itu, tapi..."
"iya..?"
"tapi.. aku takut ketemu orang tua mas abri"
" iya sih tapi, pasti orang tua mas abri kecewa kan tentang pernikahan ini?"
"gak usah mikirin masalah itu. mama ku baik pasti dia bakalan suka sama kamu"
aziza hanya mengangguk.
karna abri sudah selesai dengan pekerjaan nya dia juga menonton televisi. lama mereka menonton ternyata aziza sudah tertidur.
"aziza" tidak ada jawaban. abri menyentuh lengan aziza, agar dia terbangun.
" sebaik nya tidur di kamar, disini pasti tidak nyaman" ucap abri lagi.
aziza mengerjap. berdiri untuk pindah tidur di kamar nya. tapi kakinya tersangkut gamis, alhasil aziza oleng dan terjatuh di pangkuan abri. berusaha bangkit karna memang jatuh tengkurap aziza sedikit kesulitan. abri memegang pinggang aziza untuk mempermudah tapi justru jantung keduanya berdetak kencang. tatapan mereka saling bertemu "matanya indah " batin abri.
__ADS_1
aziza gelagapan berusaha berdiri tegak.
"maaf mas gak sengaja tadi kaki aku kes angkut"
"gak masalah"
"ya udah aku ke kamar dulu mas"
...****************...
ke esokan pagi nya aziza dan abri sudah berada di kediaman orang tua abri.
"assalamualaikum mah"
"waalaikum salam"
aziza berada di balik punggung abri.
ibu fatimah melongo kebelakang punggung abri.
" dia istri abri mah," abri menoleh ke arah aziza " aziza kenalin ini mama, mama ini aziza" aziza yang awalnya menunduk mendongak melihat ibu fatimah untuk bersalaman.
"ibu.." ucap aziza shock.
"aziza" ibu fatima juga shock .
" ya allah aziza.., ini beneran kamu istrinya abri?."ibu fatimah memeluk aziza. aziza hanya tersenyum canggung.
” aziza minta maaf bu, karna aziza mas abri jadi..." sebelum aziza melanjutkan ucapan nya ibu fatimah sudah memotong nya.
" jangan di teruskan, mama malah seneng kalau kamu yang jadi menantu mama" ucap ibu fatimah.
__ADS_1
"ayo duduk dulu" ajak nya, menarik tangan aziza meninggalkan abri di belakang.