
Suasana rumah keluarga Kang saat ini sedang sangat ramai, hampir semua maid maupun orang sewaan keluarga Kang modar-mandir membuat suasana terlihat kacau.
"Hyewon noona...kenapa kau hanya berdiam disini? Sudah saatnya berdandan noona, ayolah Jeno sudah menunggu." Hyunjin mengagetkan Hyewon karena tiba-tiba berbicara tepat dibelakangnya.
"Yak...Kau mengagetkanku. Memang kenapa Jeno menungguku?" Tanya Hyewon saat Hyunjin segera menarik tangannya ke lantai atas rumah itu.
"Dia tak mau keluar kamar sejak pulang mengantar noona kemarin, dan yang lebih parah ia tak makan apapun sendari kemarin." Jawab Hyunjin yang menarik Hyewon tanpa memperdulikan sekitarnya yang membuatnya menabrak beberapa orang. "Hanya noona yang bisa membujuk Jeno." Tambahnya dengan nada lirih.
Memang benar saat Hyewon dan Hyunjin sampai di depan kamar Jeno, pintu kamar itu tertutup bahkan sepertinya terkunci dari dalam. Hyewon sangat takut jika Jeno merokok maupun minum minuman keras seperti setahun yang lalu.
"Jeno-ya...ini noona, bukalah pintunya!" Hyewon berusaha agar bisa masuk kedalam kamar adiknya itu masih dengan Hyunjin yang berada di sampingnya, hanya saja sekarang ia malah fokus pada bucket bunga yang ada di tangannya.
"Noona, apa perlu aku mendobrak pintunya?" Tanya Hyunjin masih menata bunga di tangannya.
"Memangnya kau sanggup? Dengan badan yang hanya berisi tulang sepertimu? Hei... sadarlah Hyunjin." Tiba-tiba ada seorang gadis yang meraih bucket bunga ditangan Hyunjin dan tersenyum ke arah Hyewon. "Annyeong eonnie...aku Hwang Yeji, calon adik iparmu." Ucap gadis itu masih dengan seyuman lebarnya kearah Hyewon.
"Yak...kenapa kau bisa ada disini? Bukankah hanya anggota keluarga yang diperbolehkan masuk?" Kaget Hyunjin saat melihat gadis itu sudah ada di depannya. "Ahh...akhirnya kau mengakui bahwa kau adalah calonku dimasa depan." Ucap Hyunjin seraya tersenyum nakal kearah Yeji.
"Yeji-ssi, kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Hyewon yang juga memandang Yeji aneh.
"Eonnie, apa kau lupa bahwa papamu adalah rekan kerja papaku? Tentu saja aku bisa masuk dengan mudah. Ahh...satu lagi, eonnie aku adalah calonnya Jeno bukan Hyunjin, jadi jangan dengarkan bisikan setan itu." Jawab Yeji tanpa menoleh pada Hyunjin yang saat ini memandangnya dengan penuh senyuman. "Eonnie, sepertinya aku harus pergi, sampai bertemu lagi eonnie." Lanjut Yeji meninggalkan kakak-beradik itu sedirian.
"Hyunjin-ah...Hyunjin-ah...Yakk!!!" Teriak Hyewon saat melihat adiknya itu masih tersenyum lebar melihat tempat Yeji tadi berdiri.
"Eoh noona...eh? Dimana Yeji? Bukankah dia tadi disini?" Ucap Hyunjin bingung karena tadi Yeji masih ada di depannya. "Kalau begitu aku pergi dulu noona, doakan adikmu ini bisa mendapatkan calon adik iparmu itu." Lanjut Hyunjin langsung berlari mengejar Yeji.
"Yakk...Kang Hyunjin!!! aishh...bocah itu, lalu bagaimana aku bisa membuka pintu ini?" Kesal Hyewon karena Hyunjin pergi tanpa membantunya bicara pada Jeno.
"Jeno-ya...bisakah kau buka pintunya untuk noona, kau belum makankan? Ayolah Jeno...kau bisa sakit nanti." Hyewon masih bersikeras untuk masuk ke kamar Jeno.
__ADS_1
Saat Hyewon hampir menyerah untuk membujuk Jeno tiba-tiba seorang gadis kecil membantunya mengetuk pintu kamar Jeno.
"Eoh siapa kau? Kenapa kau ada disini? Mana orang tua mu?" Tanya Hyewon kaget, setahunya keluarganya tak ada yang memiliki anak kecil. Anak itu hanya memandangi Hyewon tanpa mau menjawabnya, bahkan gadis kecil itu lebih memilih untuk melanjutkan aksinya mengetuk pintu kamar Jeno.
"Jeno oppa... Yeji eonnie menunggumu dibawah!!!" Teriak gadis kecil itu lalu segera lari ke lantai bawah. Tanpa diduga pintu kamar Jeno terbuka dan memperlihatkan Jeno yang sudah menggunakan baju formal.
"Jeno-ya apakah kau baik-baik saja? Kau sungguh membuat noona cemas." Ucap Hyewon seraya tersenyum pada Jeno. "Noona kau sungguh berisik, sendari tadi aku mandi kau malah berteriak didepan kamarku, mana mungkin aku bisa membuka pintunya." Jawab Jeno mendengar kekhawatiran Hyewon.
"Mwo? Tapi tadi Hyunjin berkata bahwa kau belum makan sendari kemarin." Sanggah Hyewon.
"Kau percaya pada anak itu? Sudah berapa kali ia membohongi mu noona? Bukankah ia selalu menggodamu? Kenapa kau masih saja percaya pada anak itu." Ucap Jeno seraya terkekeh karena melihat noonanya berhasil dibohongi oleh Hyunjin lagi.
"Yakk...anak itu, tapi kau benar-benar tak apa-apa kan?" Tanya Hyewon.
"Aku tak apa-apa noona, sebaiknya noona pergilah berdandan, acaranya akan segera dimulai." Ucap Jeno seraya meninggalkan Hyewon untuk pergi ke neneknya. Hyewon sesungguhnya masih penasaran dengan gadis kecil tadi, entah mengapa ia merasa pernah bertemu dengan gadis itu.
Pemberkatan pernikahan Daniel dan Rosseane berjalan lancar, banyak rekan bisnis Daniel yang datang. Entah hanya menyambung tali silaturahmi maupun ada yang datang karena ingin mendekatkan anak mereka dengan Hyewon, Jeno, maupun Hyunjin.
"Selamat Tuan Kang, semoga Tuhan memberkati kalian. Jangan menggunakan bahasa baku denganku Kang, kita sudah saling mengenal sejak lama. Ohh...Perkenalkan ini putra dan putriku, maaf jika aku mengajak mereka tanpa diundang." Jelas Tuan Jeon.
"Tak apa...Justru itu kehormatan bagiku." Jawab Daniel seraya menjabat tangan putra dan putri dari Tuan Jeon. "Yeji-ah, kenapa kau jarang kemari sekarang? Biasanya kau selalu mengikuti Jeno." Ucap Daniel menatap putri dari Tuan Jeon yang ternyata adalah Jeon Yeji, gadis yang sering mendekati Jeno.
"Rupanya kau sudah mengenal Yeji, apa benar Yeji sering kemari? Wah...Sepertinya kita akan berbesan nantinya." Tuan Jeon terkekeh pelan saat melihat wajah putrinya yang sedikit merona yang hanya dibalas senyuman oleh Daniel. "Dan juga...Perkenalkan ini putraku Jeon Jungkook, ia baru saja pulang ke Korea setelah mengurus cabang perusahaan di Amerika." Jelas Tuan Kang seraya menepuk pundak putranya dengan bangga.
"Ahh...Jadi ini putramu yang sering dibicarakan para pengusaha itu." Kagum Daniel karena putra Tuan Jeon sangat berwibawa dan terlihat dewasa.
"Selamat siang Tuan Kang, perkenalkan saya Jeon Jungkook, senang bisa bertemu dengan anda." Ucap Jungkook seraya menundukkan badannya.
"Aishh...Tak usah se-formal itu, panggil saja Paman Kang seperti adikmu." Balas Daniel.
__ADS_1
"Baiklah Paman Kang, semoga kita dapat bekerja sa-"
"Papa!" Ucapan Jungkook terpotong tatkala seorang gadis kecil memeluk kakinya dan berteriak.
"Maaf Paman Kang, putriku memang seperti ini." Ucap Jungkook seraya menunduk badannya lagi. "Hyejoo-ah...Bukankah papa sudah pernah berkata bahwa memotong pembicaraan orang dewasa itu tidak sopan? Jangan pernah mengulanginya lagi ya." Ucap Jungkook kepada putrinya, maksud hati ingin memarahi putrinya tapi ia selalu tak mampu melakukannya.
"Apakah ini cucumu Jeon? Wahh...Aku sangat iri padamu, kau sudah memiliki cucu saja." Ucap Daniel seraya terkekeh melihat imutnya gadis kecil itu.
"Ah ne Paman, ia putriku, namanya Jeon Hyejoo." Balas Jungkook.
Daniel terus saja memandangi Hyejoo. Ia berpikir bahwa wajah Hyejoo sangat mirip dengan Hyewon semasa kecil, hanya saja mata Hyewon lebih lebar dari mata gadis kecil itu.
"Ia mengingatkanku dengan Hyewon saat kecil." Ucap Daniel. "Ohh...Aku lupa mengenalkan putra dan putriku." Daniel segera menyuruh pelayan yang kebetulan lewat untuk memanggil anak-anaknya.
"Ada apa Papa memanggil kami?" Ucap Hyewon mewakili Jeno dan Hyunjin.
"Papa hanya ingin mengenalkan kalian pada Tuan Jeon." Jawab Daniel.
"Perkenalkan mereka anak-anakku, yang perempuan, ia putriku Kang Hyewon. Sedangkan yang dua lagi, mereka putra kembarku Kang Jeno dan Kang Hyunjin." Jelas Daniel. Hyewon, Jeno, dan Hyunjin yang mendengar ucapan papa mereka segera menundukkan badan mereka pada Tuan Jeon.
"Wahh...Jadi ini yang namanya Jeno, pantas saja Yeji sangat menyukainya." Puji Tuan Jeon saat melihat anak Daniel.
"Mwo?! Bukankah seharusnya Yeji denganku? Bukan dengan Jeno!" Kesal Hyunjin mendengar ucapan Tuan Jeon.
"Yakk...yang kusukai itu Jeno oppa bukan playboy macam dirimu." Balas Yeji tak terima.
"Yeji-ah...tega sekali kau dengan oppa tampanmu ini." Tungkas Hyunjin dengan wajah memelas yang membuat Tuan Jeon dan Daniel menggelengkan kepala, sedangkan Jeno dan Hyewon membuat gestur ingin muntah. Hyunjin tentu saja masih tak terima dengan ucapan ayah-anak itu.
Dilain sisi tak ada yang menyadari bahwa Hyejoo sudah tenang dalam gendongan Jeno, bahkan Jungkook selaku papa Hyejoo tak menyadarinya. Entah apa yang membuat Hyejoo sangat dekat dengan Jeno. Sampai...
__ADS_1
"Ohh...Hyejoo-ah, kau kenal dengan Jeno?"