No Longer

No Longer
No Longer (Seven)


__ADS_3

Dua minggu setelah acara makan malam yang sedikit menegangkan, penikahan antara Kang Daniel dan Roseane Park pun dilaksanakan, lebih tepatnya besok. Semua orang di Korea Selatan bahkan di Asia hampir semua tahu bahkan hari ini adalah pernikahan keduanya. Walaupun Jeno dan Hyunjin menolak hal itu, tetapi seperti yang dikatakan Daniel saat makan malam itu bahwa ia akan tetap menikahi nyonya Park.


Sementara semua orang tengah sibuk di kediaman keluarga Kang, Hyewon lebih memilih menghabiskan waktunya di cafe milik Minho, tapi entah mengapa sendari tadi Hyewon tak menemukan Minho dimana pun. Selain untuk menghindari papanya, Hyewon juga malas bertemu dengan Nancy yang otomatis akan berada disana karena ia merupakan anak dari nyonya Park.


"Apakah lebih aku menelpon Jeno atau Hyunjin agar menemaniku disini?" Gumam Hyewon seraya menatap pemandangan yang ada di depannya.


"Hyewon-ssi...apa aku boleh duduk disini?" Tanya gadis yang ada didepan Hyewon yang berhasil membuat Hyewon mengalihkan pandangannya.


Hyewon tentu terkejut melihat gadis yang kini ada di depannya, bagaimana tidak? Sekarang di depannya tengah berdiri Xiyeon Park anak kedua dari nyonya Park yang tersenyum kepadanya. Seharusnya gadis itu sibuk dengan segala urusan pernikahan ibunya, tetapi ia malahan bertemu dengan gadis itu disini.


"Eoh...du-duduklah..." Jawab Hyewon berusaha tersenyum pada Xiyeon.


"Apakah kau tidak ikut bersiap-siap untuk besok? Ibumu tentu membutuhkan mu disaat seperti ini." Tanya Hyewon karena sendari tadi mereka hanya terdiam sembari menikmati minuman masing-masing bahkan orang disekitar pun akan sadar betapa canggungnya mereka.


"Eomma akan baik-baik saja selama Nancy ada didekatnya." Jawab Xiyeon seraya tersenyum.


Hyewon yang mendengar jawaban Xiyeon mengerutkan keningnya, entah kenapa jawaban Xiyeon menurutnya sedikit aneh. "Maksudmu? Memang kenapa kalau ada Nancy? Dan mengapa kau hanya memanggilnya dengan Nancy tanpa embel-embel 'eonnie'?" Tanya Hyewon tanpa sadar malah membuat mereka semakin nyaman berbicara.


"Eomma sangat menyayangi Nancy, apapun yang diperbuat Nancy selalu dianggap benar oleh Eomma. Dan mengenai embel-embel 'eonnie', kami tak pernah mempermasalahkannya, lagipula kami tak sedekat itu untuk berbicara secaya sopan." Jawab Xiyeon panjang lebar seraya memalingkan wajahnya dari Hyewon.


"Apa eomma mu memperlakukan mu berbeda?...maaf kalau tidak sopan." Hyewon langsung mengetahui kalau ada yang tidak beres dengan gadis yang sedang duduk di depannya itu. Hyewon dapat melihat kesedihan dan rasa iri dalam pandangan mata Xiyeon.


"Bisa dibilang iya, tapi bisa juga dibilang tidak. Eomma memperlakukanku dengan baik tapi sedikit berbeda dengan Nancy. Maaf juga karena malah bercerita seperti ini padamu Hyewon-ssi." Jawab Xiyeon mencoba tersenyum.


"Ah...tak apa...sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, tak baik  juga jika kita malah canggung nantinya." Ucap Hyewon menenangkan gadis yang lebih muda darinya itu. "Walau itu akan sedikit sulit untuk Nancy." Gumam Hyewon pelan tapi masih bisa di didengar oleh Xiyeon.


"Aku juga minta maaf atas nama Nancy karena membuatmu trauma. Dan juga maaf karena aku membicarakan masalah ini." Ucapan Xiyeon tersebut membuat Hyewon membolakan matanya.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tahu masalah itu?" Ucap Hyewon tanpa sadar suaranya berubah menjadi dingin.


Flashback.


"Nancy!, sudah kubilang bahwa yang terjadi kemarin itu hanya kesalahan, lagipula aku hanya menciummu." Sentak Yeonjun pada gadis bernama Nancy yang ada didepannya.


"Aku tidak memintamu tanggung jawab, tapi...aku hanya ingin kau memutuskan hubungan mu dengan Hyewon. Atau siap-siap saja reputasimu akan memburuk saat aku video ciuman kita." Ucapnya seraya meninggalkan Yeonjun yang hanya bisa terdiam memikirkan langkah apa yang harus ia pilih. "Kau harus membuatnya benar-benar terluka Yeonjun-ah..., jika tidak video itu akan tetap kusebar." Lanjut Nancy saat sudah berada diambang pintu.


"Dasar gadis gila...bagaimana bisa aku terjebak olehnya?..." Gumam Yeonjun saat Nancy sudah menghilang dari penglihatannya.


Bukan rahasia lagi kalau Nancy selalu berbuat jahat pada Hyewon. Jika ada seseorang bertanya mengapa ia begitu benci pada Hyewon, ia akan dengan gampangnya menjawab kalau Hyewon menyaingi kecantikan dan kepopulerannya. Maka dari itu Nancy memanfaatkan pesta perpisahan di sekolah nya dan menjebak Yeonjun kekasih Hyewon, agar seakan-akan Nancy dan Yeonjun berkencan di belakang Hyewon.


Keesokan harinya.


"Hyewon-ah...aku ingin bicara denganmu." Ucap Yeonjun dingin seraya menarik tangan Hyewon dengan kasar tanpa menunggu jawaban gadis itu.


Tanpa Hyewon sadari Yeonjun membawanya ke lapangan outdoor yang telah terisi banyak siswa. Tanpa peduli akan hal itu Yeonjun tetap membawa Hyewon ke tengah lapangan. Orang-orang tersebut sebenarnya berkumpul disana atas perintah Nancy yang berkata bahwa Yeonjun akan memutuskan Hyewon.


"Yeonjun-ah...mengapa kau menarikku kesini?" Tanya Hyewon pelan karena sekarang mereka menjadi pusat perhatian.


"Yeonjun-ah...kau kemana saja? Aku sudah menunggumu sendari tadi." Tiba-tiba Nancy muncul dan langsung memeluk tangan Yeonjun yang tentu saja langsung membuat semua orang kaget, termasuk Hyewon. "Apa kau sudah bosan dengan orang ini? Apa kau akan memutuskan nya?" Lanjut Nancy masih memeluk tangan Yeonjun malahan ia semakin mengeratkannya sebagai sinyal untuk Yeonjun agar memulai rencana mereka.


"Ya, benar...aku sudah bosan dengan gadis ini. Lagipula dia sudah kumiliki seutuhnya, jadi dia hanya barang bekas untukku." Tepat setelah Yeonjun mengatakan hal itu lapangan itu memdadak ramai akan bisikan yang berisi cibiran untuk Hyewon.


"Yeonjun-ah...apa yang kau maksud? Kau hanya bercandakan?" Ucap Hyewon sedikit terisak dan menundukkan kepala.


"Itu memang benar, aku sudah bosan denganmu. Kau hanya sampah bagiku...dasar ******."  Yeonjun melangkahkan kakinya menjauhi Hyewon yang sudah jatuh bersimpuh dan menangis seraya menarik tangan Nancy.

__ADS_1


"Dasar ******!" Setelah ucapan Nancy tadi semua orang yang ada di lapangan itu mulai meneriaki Hyewon bahkan ada yang sengaja menumpahkan minumannya ke tubuh Hyewon.


Karena kejadian itu Hyewon tak mau pergi ke sekolah, tapi untung saja dalam beberapa minggu lagi Hyewon sudah tidak bersekolah disana lagi. Tak ada yang tahu dengan apa yang dialami Hyewon bahkan papanya pun tak tahu. Tetapi kejadian itu membuat Hyewon takut untuk berhubungan dengan laki-laki selain Jaehyun dan keluarganya.


Flashback end.


Sampai sekarang Hyewon tak tahu-menahu mengenai Yeonjun yang dijebak dan diancam oleh Nancy, jadi ia berpikir bahwa Yeonjun memang berniat mempermalukannya di depan umum.


"Aku tahu semua perilaku Nancy, maka dari itu aku meminta maaf padamu." Ucap Xiyeon sedikit menundukkan kepalanya mengingat perlakuan Nancy pada Hyewon.


Belum sempat Hyewon menjawab kata-kata Xiyeon, seseorang sudah memanggilnya. "Hyewon-ah..." Ucap seseorang itu seraya menggandeng seorang gadis remaja yang sekarang tengah berjalan kearahnya.


"Minho-ssi?..." Ucap Hyewon saat Minho telah duduk di kursi yang ada di sebelahnya masih dengan membawa seseorang disampingnya. "Dia kekasih mu? Kau berpacaran dengan siswa Junior High School?" Tanya Hyewon seraya memandang aneh pada Minho.


"Ya!...bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Ini adikku Lee Nana, bukan kekasihku." Jawab Minho tak terima dengan perkataan Hyewon yang berhasil membuat Hyewon tertawa agak keras karena melihat wajah Minho yang kesal.


"Ah...baiklah-baiklah...kenalkan namaku Kang Hyewon, senang bertemu denganmu Nana." Ucap Hyewon seraya memajukan tangannya sebagai tanda pengenalan.


"Apa kau benar-benar Kang Hyewon putri dari Kang Daniel? Berarti kau pewaris keluarga Kang?" Tanya Nana dengan ekspresi bersemangat yang hanya dijawab anggukan oleh Hyewon. "Wah...Daebak...oppa, kenapa kau tak pernah cerita kalau kau berteman dengan nona Hyewon?" Lanjutnya masih dengan nada bersemangat.


"Hei...tak usah memanggilku begitu, kau bisa memanggilku Hyewon eonnie, lagipula sekarang kita berteman kan?" Ucap Hyewon tersenyum lebut pada Nana.


"Baik-" ucapan Nana terpotong karena ada seseorang yang memanggil nama Hyewon yang berhasil mengalihkan arah pandang mereka semua.


"Jeno?" Ucap Nana kaget.


"Nana..." Gumam Jeno melihat ada seseorang yang familiar baginya.

__ADS_1


__ADS_2