No Longer

No Longer
No Longer (Two)


__ADS_3

Hyewon sekarang sedang merenung di sebuah cafe.Kejadian dimana Jaehyun sedikit membentaknya masih terngiang di otaknya. Walaupun ia sudah mencoba melupakannya dan bersikap biasa saja, tetapi hal itu sia-sia karena bahkan sampai sekarang ia tak mau bertemu dengan Jaehyun. Dan salah satu cara agar ia tak bertemu dengan Jaehyun adalah yang ia lakukan saat ini, sendari dua jam yang lalu ia hanya duduk di sebuah cafe yang sedikit jauh dari perkotaan dimana ia akan merasakan hawa sejuk disana.


Itu hanyalah salah satu cara Hyewon menghindari Jaehyun sejak satu minggu yang lalu. Dan selama itu pula Jaehyun berusaha menemui Hyewon yang pada akhirnya hanya akan dijawab "noona tak ada di rumah" atau "Hyewon noona tak mau bertemu denganmu hyung" oleh Hyunjin maupun Jeno.


"Hyewon noona, apa kau masih lama disini? Aku sudah ada janji dengan kekasihku sore ini." Hari ini memang Hyewon mengajak Hyunjin adiknya agar ia tak terlalu bosan tapi sejak mereka duduk malah tak ada yang memulai pembicaraan, keduanya sibuk akan urusan masing-masing.


"Kekasihmu yang mana? Heejin, Ryunjin, atau Yujin? Kekasihmu kan banyak." Ucap Hyewon seraya sedikit tertawa. Adiknya ini memang memiliki banyak kekasih, entah apa yang dipikirkan Hyunjin, tapi hal itu memang sudah terjadi sejak Hyunjin masih berada di SD.


"Untuk hari ini aku akan berkencan dengan Yeji, maka dari itu noona ayolah kita pulang, lagipula kita sudah disini selama dua jam. Apa noona masih belum puas?" Hyunjin masih berusaha meyakinkan Hyewon agar mau pulang.


"Yeji? Hwang Yeji? Bukankah dia mantan pacar Jeno? Dan juga kekasihmu itu sudah banyak Hyunjin, mau kau apakan mereka sampai kau seperti orang yang mengoleksi kekasih? Aku bingung apa yang mereka lihat darimu, jika dilihat dari tampannya maka menurutku Jeno lebih tampan, jika dilihat dari pintarnya, Jeno juga lebih baik." Hyewon tak bermaksud membeda-bedakan Jeno dengan Hyunjin, hanya saja ia suka melihat wajah Hyunjin ketika kesal, menurutnya itu sangat lucu.

__ADS_1


"Yak...noona, aku lebih tampan dari Jeno bahkan seisi sekolah pun setuju, memang kalau masalah kepintaran Jeno lebih baik. Lagipula aku ini tampan noona, sia-sia jika aku tak memanfaatkannya dan masalah kekasih mereka sendiri yang memintaku menjadi kekasih mereka, karena aku tak mau membuat mereka semua sakit hati jadi kuterima saja semua, lagipula mereka semua sangat cantik, akan sia-sia jika orang seperti mereka tak pernah menjadi kekasih seorang Kang Hyunjin." Jika tadi Hyunjin yang menampakkan wajah kesalnya, sekarang gantian Hyewon yang menampakkan wajah jengahnya. Ini bukan kali pertama Hyunjin menyombongkan dirinya.


"Ya....terserahmu saja, jika kau mau pulang, bawa saja mobilnya! Dan sampaikan salamku pada kekasih barumu itu, katakan padanya kalau standartnya benar-benar turun." Hyewon sedikit menertawakan wajah Hyunjin yang kali ini menjadi kesal lagi. Bahkan ia sedikit melupakan masalahnya dengan Jaehyun.


"Noona....berhentilah membuatku kesal! Jika aku bawa mobilnya lalu noona akan pulang bagaimana? Apa perlu kupanggilkan supir agar kesini?" Ucap Hyunjin. Inilah hal yang paling disukai Hyewon dari Hyunjin, Hyunjin selalu perhatian padanya bahkan terkadang seperti over protective, tapi Hyewon tau bahwa itu adalah cara Hyunjin menjaganya.


Terkadang Hyewon sedikit kasihan pada Hyunjin dan Jeno yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang eomma sejak kecil, memang ia dan adik-adiknya itu hanya memiliki seorang papa sekarang. Daniel, papa mereka selalu berkata bahwa eomma mereka sudah meninggal kepada Hyunjin dan Jeno, tapi Hyewon tahu bahwa itu tak benar. Hyewon tahu apa masalah keluarganya, karena ia dijaga oleh eommanya saat masih kecil, tapi sejak umurnya 7 tahun eommanya tiba-tiba menghilang dan sampai sekarang ia tak pernah bertemu dengannya.


Walaupun papanya sangat menyayanginya dan adik-adiknya tetapi itu tentu saja berbeda dengan kasih sayang eomma. Jadi jangan salahkan Hyunjin maupun Jeno yang sedikit nakal, walau hanya kenakalan remaja tetapi mereka melakukan itu hanya agar mendapat lebih banyak perhatian karena papa mereka memang sangat sibuk. Tetapi untung saja hal itu dimakhlumi oleh Hyunjin berbeda dengan Jeno yang masih sangat membutuhkan kasih sayang sehingga Hyewon lebih sering menghabiskan waktu dengan Jeno yang sejak dulu sering melakukan balap liar.


"Bye noona, jangan rindu padaku jika aku pulang nanti noona." Hyunjin segera mencium pipi Hyewon setelah mengucapkan kata-kata itu dan berlari keluar dari cafe tersebut. Masalah ciuman Hyunjin tadi, itu adalah hal biasa, baik Hyunjin maupun Jeno selalu mencium pipi Hyewon sebelum mereka berpisah atau baru bertemu.

__ADS_1


"Aish...anak itu, entah dari mana sifat playboy nya itu." Hyewon kembali merenung karena ia merasa kesepian kembali. Ia ingin meminta Jeno untuk menemaninya tetapi ia tahu pada jam seperti ini Jeno pasti sedang tertidur. Entah apa yang dipikirkan Hyewon saat ini karena bahkan ia tak menyadari jika ada seseorang yang duduk didepannya.


"Bolehkah aku duduk disini?" Tanya seorang yang ada di depan Hyewon yang membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Ah...ya, silahkan saja." Hyewon hanya menjawab itu saja lalu kembali fokus pada pemandangan yang ada disana.


"Maaf jika tak sopan, apa kau sedang sedih? Kulihat sedari tadi kau hanya termenung disini." Ucapan orang itu berhasil membuat Hyewon tak lagi fokus melihat pemandangan lagi. "Eommaku pernah berkata bahwa selalu hadapi masalahmu dengan senyuman maka masalah tersebut tak akan memberatkanmu." Lagi-lagi Hyewon tak bisa untuk tidak fokus pada orang di depannya. Bahkan saat ini Hyewon sedikit tersenyum, padahal ia sama sekali tak mengenal orang yang ada di depannya ini, biasanya Hyewon akan bersikap dingin pada orang yang tak dekat dengannya tapi entah kenapa orang di depannya saat ini bisa membuatnya merasa nyaman.


"Sepertinya kau orang yang selalu menyenangkan, bahkan kau sudah bicara panjang lebar padaku yang notabenenya sama sekali tak kau kenal." Hyewon bingung kenapa ia bisa tersenyum saat melihat orang yang ada di depannya tersenyum, seperti senyum orang itu menular padanya. Untuk saat ini Hyewon tidak sama sekali mengingat masalahnya, mungkin kata orang yang di depannya inu memang benar.


"Hei....aku sudah sendari tadi di cafe ini, jadi aku sudah tahu kau sejak tadi, tadi kau bilang tak mengenalmu kan? Baiklah sekarang sebutkan namamu! Dengan begitu aku akan mengenalmu." Sejak tadi orang itu terus tersenyum tanpa jeda sedikitpun, tetapi hal itulah yang mampu membuat Hyewon merasa nyaman dengannya.

__ADS_1


"Baiklah...terserahmu, namaku Kang Hyewon, panggil saja Hyewon." Ucap Hyewon seraya mengarahkan tangannya kedepan dengan maksud agar mereka bisa saling menjabat tangan.Orang yang ada di depan Hyewon semakin memasang senyum lebarnya dan segera menjabat tangan Hyewon.


"Salam kenal Hyewon-ah, namaku Lee Minho."


__ADS_2