
"Noona...siapa laki-laki tadi? Yang kutahu noona tak mengenal laki-laki selain Jaehyun hyung." Ucap Jeno yang masih fokus ke depan.
"Teman baru noona, lagipula tak mungkin noona hanya berteman dengan Jaehyun selamanya, noona juga butuh orang lain. Bukankah orang tadi terlihat menyenangkan?" Hyewon masih tersenyum mengingat sikap Minho. Baginya Minho merupakan orang yang menyenangkan dan teman laki-laki keduanya setelah Jaehyun.
"Noona bahkan dengan mudahnya memberikan nomor telephone noona padahal kalian baru saja bertemu, apa noona sungguh hanya berteman dengannya?" Meskipun Jeno terkesan cuek dengan sekitarnya, ia sangat menyayangi noona sekaligus sosok yang ia anggap seperti seorang eomma. "Aku takut dia hanya memanfaatkan noona seperti laki-laki yang sebelumnya mendekati noona." Lanjut Jeno, walau dengan nada yang datar kata-kata tersebut mampu membuat senyum Hyewon semakin mengembang.
"Jangan khawatir...noona bisa melindungi diri sendiri, lagipula ada papa, kau, dan Hyunjin yang pasti selalu bersama noona, jadi tak perlu khawatir. Laki-laki tadi itu sudah membuat noona sedikit melupakan masalah noona dan menurut noona ia orang yang menyenangkan bahkan saat tadi noona berkata bahwa noona anak dari Kang Daniel, wajahnya terlihat biasa saja sepertinya ia memang tak mengenal siapa itu papa." Hyewon sendiri juga bingung bagaimana laki-laki tadi tak mengenal papanya yang notabenenya merupakan pemilik perusahaan terbesar di Asia, bahkan setahunya papanya sering masuk dalam berita, jadi sangat tidak mungkin ada orang yang tak mengenal papanya.
"Apakah dia benar-benar tak mengenal papa? Tapi bukankah itu mustahil?" Jeno sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan noonanya.
"Memang benar...jika Hyunjin tahu ia akan mengejek papa dan berakhir berdebat seharian." Ucap Hyewon seraya tertawa membayangkan apa yang ia katakan menjadi kenyataan.
"Aku harap itu tak terjadi." Gumam Jeno pelan tapi masih bisa didengar Hyewon. Hyewon pun berharap hal itu tak terjadi, papanya dan Hyunjin memang sering berdebat dan saling mengejek, pasti ada saja yang mereka debatkan termasuk siapa yang paling playboy, menurut Hyewon hal itu tak patut dibanggakan tetapi mengingat Hyunjin dan papanya yang selalu bersaing menjadi nomor satu dalam apapun, hal itupun selalu mereka masalahkan. Bahkan terkadang papanya memberikan tips-tips kepada Hyunjin agar menjadi playboy yang terhormat.
Jika mengenai Hyunjin, ia akui Hyunjin memang memiliki banyak kekasih dan mantan kekasih, tetapi papanya? Ia akui papanya masih terlihat sangat tampan walaupun sudah berumur, tapi Ia pernah bertanya kepada neneknya apakah papanya punya banyak kekasih saat masih muda, neneknya menjawab bahwa papanya hanya punya satu mantan kekasih. Hal itu merupakan rahasia antara ia dan neneknya, akan sangat kacau kalau Hyunjin tahu hal itu. Terkadang Hyewon berpikir bahwa papanya itu telat dewasa, tapi pemikirannya itu berubah saat melihat bagaimana karisma papanya saat dikantor, terkadang ia juga bingung bagaimana bisa papanya seperti orang yang berbeda saat di rumah dan di kantor.
"Noona turunlah dulu, aku akan memasukkan mobil ini kedalam garasi terlebih dahulu." Ucap Jeno menyadarkan Hyewon dari lamunannya.
__ADS_1
"Apa perlu noona temani sampai garasi?" Tanya Hyewon yang bersiap keluar yang hanya dijawab gelengan oleh Jeno.
"Noona..." Hyewon kaget saat mendengar teriakan yang ia yakin itu suara Hyunjin saat baru saja menutup pintu rumahnya. "Noona, kenapa kau baru pulang? Apa Jeno terlambat menjemputmu? Atau Jeno tadi sempat tersesat? Seharusnya noona menyuruhku menjemput noona." Lanjut Hyunjin.
"Aishh...kau ini, lain kali jika bertanya itu satu-satu dan berbicaralah dengan santai jangan seperti melakukan rap." Ucap Hyewon seraya mengelus rambut Hyunjin yang lebih tinggi darinya. "Kau kan tadi bilang bahwa kau mau berkecan, jadi noona tak mau menganggumu. Bagaimana kencanmu? Apa Yeji yang menyukaimu atau kau yang menyukai Yeji?" Hyewon segera berjalan ke arah sofa dan mendudukkan badannya.
"Dia hanya memintaku membantunya dekat dengan Jeno lagi." Hyunjin yang menampakkan wajah masamnya saat mengucapkan kata itu membuat Hyewon tak bisa menahan tawanya apalagi setelah memikirkan kata-kata Hyunjin.
"Jangan mau disuruh-suruh oleh Yeji, dan jangan coba-coba membuatku dekat lagi dengan Yeji." Ucap Jeno yang tiba-tiba sudah duduk disamping Hyewon. Kata-kata datar itu berhasil membuat tawa Hyewon terhenti dan membuat Hyunjin semakin menampakkan wajah masamnya. "Noona...sebaiknya noona segera membersihkan diri dan nanti kita akan makan malam sekeluarga." Lanjut Jeno seraya berjalan ke arah kamarnya.
"Sekeluarga? Heol...apa papa sudah pulang?" Hyewon tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Yang ia khawatir kan adalah masalahnya dengan Jaehyun, papanya akan bertanya panjang lebar jika ia tahu dan pasti akan menyuruhnya berbaikan dengan Jaehyun didepan papanya itu. "Yak Jeno! Noona bertanya padamu. Aishh...anak itu. " Lanjutnya segera memalingkan wajahnya kearah Hyunjin dan memberikan gestur seakan ia meminta penjelasan pada Hyunjin.
"Dasar adik-adik nakal, untung aku sabar punya adik seperti mereka." Gumam Hyewon saat melihat Hyunjin segera berlari ke kamar papanya.
Hyewon segera berjalan menuju kamarnya, ia akan bergegas karena ia sudah lapar saat ini. Lagipula ini adalah hari pertama papanya pulang, itu artinya ia akan segera mendapatkan oleh-oleh. Memikirkan hal itu, Hyewon semakin bergegas turun ke lantai bawah rumahnya bahkan malam ini Hyewon hanya menggunakan baju tidur kesukaannya tanpa make up sedikitpun.
"Papa..." Teriak Hyewon saat melihat Daniel sedang membaca buku disofa. Ia segera menghampiri papanya dan memeluknya dari belakang. "I miss you papa, kenapa papa pergi lama sekali? Apa papa tidak lelah mengurusi perkerjaan terus? Aku, Hyunjin, dan juga Jeno ingin berlibur bersama papa." Lanjutnya masih dengan memeluk Daniel.
__ADS_1
"Hei...papa kan memang sibuk, lagipula kalian bisa berlibur sendiri tanpa papa jika memang kalian ingin berlibur." Ucap Daniel yang membuat Hyewon menekuk mulutnya. "Duduk lah disamping papa! Sampai kapan kau akan memeluk papa seperti itu?" Lanjut Daniel.
"Benar kata papa, sampai kapan noona memeluk papa seperti itu? Dari pada papa-anak kalian malah terlihat seperti sepasang kekasih yang lama tak bertemu." Hyunjin tiba-tiba muncul disana membuat Hyewon refleks melepaskan pelukannya. Ia sungguh heran bagaimana bisa adik-adiknya itu selalu muncul tiba-tiba.
"Hei...jangan muncul tiba-tiba! Kau membuat papa kaget." Ucap Daniel kepada Hyunjin seraya menjitak kepala putranya itu.
"Aishh papa...memang apa yang tadi kukatakan salah? Aku benarkan Jen?" Ucap Hyunjin kepada Jeno seraya mengusap kepalanya yang menjadi korban jitakkan papanya. "Bahkan teman sekelasku menganggap noona itu eomm-" Jeno dengan cepat menutup mulut Hyunjin agar noonanya tak tersinggung dengan apa yang akan dikatakan Hyunjin.
"Noona, papa jangan dengarkan Hyunjin, dia terlalu banyak berteman dengan Daehwi makanya ia suka berbicara ngelantur sekarang." Ucap Jeno masih menutup mulut Hyunjin tapi bedanya sekarang Hyunjin mulai memberontak. "Papa, noona, Makanan sudah siap, sebaiknya kita segera makan malam." Lanjutnya seraya melepaskan tangannya dari mulut Hyunjin karena sendari tadipun ia agak kesusahan menutup mulut Hyunjin karena Hyunjin lebih tinggi darinya.
"Ayo kita segera makan." Ucap Daniel berjalan mendahului putra putrinya. "Jangan mulai makan dahulu, hari ini kita punya tamu spesial." Lanjut Daniel saat sudah sampai di ruang makan.
"Siapa papa?" Tanya Hyewon.
"Nanti kau akan tahu sendiri." Jawab Daniel singkat. "Sepertinya mereka sudah sampai." Hyewon semakin bingung mendengar kata-kata Daniel.
"Mereka? Berarti tamu papa lebih dari satu?" Gumam Hyewon pelan.
__ADS_1
"Selamat malam paman, maaf saya terlambat." Ucap orang yang baru datang itu. Melihat orang itu Hyewon tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"Hei...tak usah sungkan, duduklah Jaehyun-ah."