
"Jaehyun-ah, berhentilah bekerja! Kau tak lelah seharian bekerja terus-menerus?" Hyewon masih berada di ruang CEO milik Jaehyun. Sendari tadi ia berusaha mengajak Jaehyun untuk makan malam bersama, bukan berniat ingin kencan, tapi ia hanya ingin sahabatnya dari kecil ini makan karena sendari pagi Jaehyun tak makan apapun.
"Pekerjaanku masih banyak Hyewon, jika kau lapar kau bisa makan dahulu, jangan mempedulikanku, lagipula pekerjaanku harus selesai besok, jadi aku tak bisa meninggalkannya." Jaehyun memang menjawab kata-kata Hyewon tetapi matanya masih sibuk pada laptop yang sendari pagi ia pakai.
"Apa maksudmu tak usah memperdulikanmu? Apa kau tak berpikir sebelum mengatakannya? Jaehyun-ah aku kenal kau sejak kecil, aku tahu bahwa kau menderita penyakit maag, tentu saja aku menghawatirkanmu." Hyewon sedikit meninggikan suara saat mengatakannya. Ia sedikit marah dan kecewa pada Jaehyun, bagaimana bisa ia tak menghawatirkan orang yang selama ini selalu dekat dengannya.
"Baiklah nikmati malammu Jaehyun-ah, aku akan pergi seperti yang kau minta tadi. " Hyewon segera mengambil tasnya dan berjalan ke arah pintu. Tapi sebelum ia berhasil membuka pintu tersebut, ia merasakan ada yang menarik tangannya.
"Ayo kita pergi, ini sudah malam, tak baik jika perempuan pergi sendirian malam-malam." Hyewon terkejut saat melihat Jaehyun sudah ada di belakangnya. Jaehyun menahan tangan Hyewon dan berakhir menariknya menuju parkiran mobil. Ia tak mungkin membiarkan Hyewon pulang sendirian apalagi Hyewon menemaninya di kantor sejak siang hari, jadi ia tahu bahwa saat ini Hyewon sedang menahan lapar.
__ADS_1
Hyewon hanya pasrah ketika Jaehyun menarik tangannya. Ia pikir Jaehyun akan benar-benar tak peduli dengannya, tapi memang sahabatnya dari kecil ini tak akan tega padanya. Setelah sampai di parkiran Hyewon segara melepaskan genggaman tangan Jaehyun dan masuk ke dalam mobil Jaehyun. Ia sedng menghindari pembicaraan dengan Jaehyun, karena ia tahu bhwa keadaan saat ini sungguh canggung.
"Hyewon maaf tadi aku kasar padamu, kau tahu sendiri bahwa pekerjaanku sangat banyak hari-hari ini, jadi aku minta maaf kalau tadi sudah keterlaluan." Jaehyun memang selalu seperti ini pada Hyewon, ia akan selalu mengalah dan menjadi pihak yang salah. Ia tahu saat ini Hyewon kecewa karena kata-kata yang tadi ia ucapkan maka dari itu ia harus segera menyelesaikan kesalahan pahaman mereka sebelum Hyewon benar-benar kecewa padanya.
Kata-kata Jaehyun tadi berhasil memecahkan susana hening di dalam mobil itu. Hyewon sendiri bingung mau menjawabnya apa, karena sebenarnya ia sedang tak ingin bicara pada Jaehyun saat ini.
"Ayo kita cari, kau ingin makan apa?" Jaehyun mulai tersenyum saat menolehkan kepalanya kearah Hyewon dan melihat Hyewon sedang tersenyum lembut. Ia mengusak pelan rambut Hyewon lalu fokus lagi ke arah jalanan tanpa menghentikan bibirnya yang tanpa sadar ikut tersenyum seperti Hyewon. Tentu saja ia langsung tersenyum saat melihat senyum Hyewon karena mungkin senyum Hyewon ada di peringkat kedua senyum yang paling ia suka setelah senyum ibunya.
"Aku ingin makan sesuatu yang berkuah, keadaan dingin seperti ini sangat enak jika makan makanan yang berkuah." Hyewon hanya tersenyum saat Jaehyun mengusak rambutnya karena mungkin sudah biasa jika Jaehyun memperlakukan nya dengan manis.
__ADS_1
"Kenapa kau memiliki banyak pekerjaan hari-hari ini? Bukankah biasanya tak sesibuk ini?" Hyewon bingung mengapa Jaehyun bisa sesibuk itu padahal dirinya yang berada di semester terakhir perguruan tinggi tak sesibuk itu.
"Kau tahu Sejeong noona kan? Biasanya ia akan menyelesaikan berkas-berkas yang ada diruanganku. Tapi ia sekarang sedang cuti melahirkan, jadi semua berkas itu harus kukerjakan sendiri." Jaehyun memang memiliki seorang sekretaris yang sudah ia anggap kakaknya, tetapi saat ini Sejeong tak bisa hadir bekerja, memang beberapa kariawannya memberinya nasihat untuk mencari sekretaris yang mengantikan Sejeong sementara, tapi entah mengapa ia sama sekali tak tertarik untuk melakukannya.
"Mengapa kau tak mencari sekretaris sementara saja? Itu akan bisa membantumu." Hyewon memberi saran ada Jaehyun karena ia khawatir dengan kesehatan Jaehyun.
"Hyewon, kau tahu sendiri bukan, jika aku tak suka berurusan dengan wanita kecuali aku memang sudah dekat dengannya." Jaehyun sebenarnya sangat lelah dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya, tapi mau bagaimana lagi? Ia tak mungkin mencari sekretaris baru karena ia tak suka berinteraksi dengan orang asing.
"Tenang saja Jaehyun-ah, aku yang akan mencari sekretaris untukmu." Hyewon berusaha meyakinkan Jaehyun agar mau memiliki sekretaris baru tanpa tahu bahwa pilihannya itu akan membuat hidupnya berubah 180°.
__ADS_1