
"Ohh...Hyejoo-ah, kau kenal dengan Jeno?"
"Jeno? Tentu saja Hyejoo kenal dengan Jeno, kemarin ia bertemu dengan Jeno." Jawab Yeji padahal bukan ia yang diberi pertanyaan.
"Hyejoo-ah...kau sangat mirip dengan Hyewon noona." Ujar Hyunjin takjub seraya mencoba untuk mencubit pipi gembul Hyejoo tapi langsung ditolak oleh Hyejoo dengan membenamkan wajahnya di dada Jeno. Padahal Hyunjin ingin mengambil perhatian aYeji dengan dekat dengan Hyejoo.
"Hyejoo sayang...kemarilah! Biar papa saja yang menggendongmu." Jungkook segera mendekati Jeno karena ia tak mau Jeno kesusahan menggendong Hyejoo.
Hyejoo tak mengindahkan perkataan papanya bahkan ia semakin memeluk leher Jeno erat. " Hai Hyejoo...tadi kita sudah bertemu, kenalkan nama eonnie Hyewon, kau bisa memanggilku bibi Hyewon." Hyewon mencoba mendekati gadis kecil itu, awalnya ia kira tidak akan dihiraukan oleh Hyejoo tetapi ternyata Hyejoo mau menoleh padanya dan merentangkan tangan padanya meminta untuk digendong.
"Hyejoo-ah, kau tak boleh seperti itu, kemarilah! Papa yang akan menggendongmu." Lagi-lagi perkataan Jungkook tak dihiraukan oleh Hyejoo. Ia masih merentangkan tangannya meminta digendong Hyewon.
__ADS_1
Hyewon yang merasa bahwa gadis kecil itu mulai merengek membuat Hyewon tidak tega melihatnya. "Baiklah, eonnie akan menggendongmu."
Mata Hyejoo seketika berbinar saat Hyewon menyetujui permintaannya. Jungkook yang melihat itu hanya memandang dengan tatapan aneh.
"Woahh...padahal biasanya Hyejoo tak mau berdekatan dengan orang yang baru ia kenal, tapi Hyewon eonnie mampu membuat Hyejoo dekat dengannya secepat ini." Yeji memandang Hyejoo yang ada digendongan Hyewon. Yang lain pun juga tampak kaget saat melihat Hyejoo yang terlihat sangat nyaman digendongan Hyewon. Entah kenapa Hyejoo bisa dengan mudah berdekatan dengan Hyewon maupun Jeno.
"Hyejoo-ah, kau kenal dengan bibi Hyewon?" Tanya sang kakek pada cucunya.
"Ia sepertinya sangat lengket dengan Hyewon eonnie." Tambah Siyeon yang entah mengapa malah membantu Nancy menjalankan rencananya.
"Tentu saja mereka dekat..." Nancy menggantungkan kata-katanya membuat suasana menjadi agak tegang. "Hyewon terlihat seperti mama Hyejoo, bahkan nama mereka sangat mirip. Bukankah begitu Hyewon-ssi?" Nancy tertawa seperti sedang bercanda membuat satu persatu orang yang berada disana juga tertawa. Nancy menyunggingkan senyum miringnya ketika Hyewon malah menegang akibat perkataannya.
__ADS_1
"Nancy-ssi...Mana mungkin Hyewon eonnie punya anak diusianya yang baru 25 tahun?" Yeji menyahuti seraya masih tertawa.
"Benar kata Yeji, Hyewon masih terlalu muda untuk menjadi seorang mama, mungkin hanya nama mereka yang sama." Balas Tuan Kang yang diangguki oleh semua orang disana.
"Saya hanya bercanda Tuan Kang, mana mungkin hal itu terjadi di keluarga Kang? Benarkan kataku Hyewon-ssi?" Nancy masih menatap Hyewon yang diam membisu dengan Hyejoo yang ada digendongannya.
"Y-ya...itu benar." Balas Hyewon lirih bahkan hampir tidak ada yang mendengarkan. Tak ada yang memperhatikan bahwa Hyejoo tidak bersandar lagi di pundak Hyewon melainkan memandang 2 orang yang tiba-tiba telah berada disana.
"Selamat pagi paman Kang, Tuan Jeon." Ucap orang itu.
"Woah...Jaehyun-ah kau bersama dengan gadis itu lagi. Apa dia kekasihmu?" Perkataan Tuan Kang membuat Hyewon seketika menoleh.
__ADS_1
"Paman Kang, Tuan Jeon, aku akan perkenalkan ia secara formal. Gadis ini Kim Minju, calon istriku..."