Oktober Terakhir

Oktober Terakhir
Okta dan Rayzal


__ADS_3

Okta dan Rayzal, teman-teman dan para senior sering menyebut mereka duet maut. Panggilan yang konyol setiap kali melihat mereka tiba bersama di sekretariat. Bagaimana tidak, hampir di semua panggung pertunjukan komunitas mereka diisi Okta dan Rayzal. Kala Okta jadi penata tari, Rayzal jadi penata musik, kala mengiringi puisi musikal, Rayzal akan memetik gitar dan Okta akan bernyanyi, saat di panggung teater mereka berdua berkolaborasi sebagai tim artistik dan Rias-kostum. Mereka adalah sepaket lengkap yang sulit dipisah. Itulah sebabnya jika Okta ataupun Rayzal datang ke sekret seorang diri maka kalimat pertama yang mereka dengar adalah : "Kemana Okta? atau Kemana Rayzal?"

__ADS_1


Mereka saling mengenal selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Sejak mulai mendaftar sebagai anggota muda di Komunitas Seni kampus mereka. Saat itu mereka sama-sama berstatus mahasiswa semester kedua di Universitas. Sesungguhnya Rayzal 2 tahun lebih tua dari Okta. Ia juga lebih dulu menyandang status mahasiswa di Universitas tersebut. Awalnya Rayzal adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Setelah tahun keduanya sebagai mahasiswa, Prodi baru dibuka. Prodi yang akhirnya menarik minat Rayzal untuk pindah jurusan dengan konsekuensi mengulang semester dari awal : Prodi Seni Rupa. Akhirnya ia kembali menjadi mahasiswa baru di tahun yang sama dengan Okta. Mereka sesungguhnya tidak bertemu di kelas atau di prodi karena Okta memilih jurusan Pendidikan Matematika. Pertemuan pertama mereka saat Workshop anggota muda komunitas seni mereka. Okta dan Rayzal satu kelompok. Sejak saat itulah hubungan persahabatan mereka yang lebih terlihat seperti sepasang kekasih di mata orang lain bermula. Di awal-awal perkuliahan, Okta belum memiliki sepeda motor, lalu Rayzal lah yang terus mengantar jemput Okta, kemanapun Okta hendak pergi. Saat Okta baru menerima transferan uang saku dari orang tuanya, Okta akan memasak makanan untuk Rayzal. Namun saat Okta sedang kesulitan uang, Rayzal akan membantunya. Bahkan pernah sekali Rayzal membantu membayarkan uang kosan Okta sebab saat itu ayah Okta kehilangan pekerjaan dan tidak punya penghasilan. Rayzal adalah sandaran yang nyaman bagi Okta, tempat berbagi bahagia dan derita. Sama halnya dengan Rayzal, Okta adalah orang pertama yang dicarinya saat ingin berbagi cerita entah itu senang, marah, kesal bahkan cerita unfaedah sekalipun.

__ADS_1


Kini mereka sama-sama semester tujuh. 3 tahun persahabatan mereka bukan jaminan mereka tidak menyimpan rahasia di hati masing-masing. Betapapun Okta dan Rayzal menganggap bahwa mereka tidak punya hal lagi yang patut disembunyikan. Namun hati tetaplah hati. Terkadang hati membuat batasannya sendiri atas apa yang ingin dibeberkannya atau disimpan dengan rapih dan rapat. Di dalam kenyamanan paling nyaman sekalipun, tetap saja terselip banyak ketakutan-ketakutan. Ada hal-hal yang tak ingin di korbankan, ada perasaan takut kehilangan. Kadang rahasia harus tetap diam agar tidak ada yang berubah, antara mereka. antara hati Rayzal dan Okta. Mereka pikir dengan memendam rahasia, mereka akan selalu baik-baik saja. Hingga di suatu ketika, kenyataan menelenjangi rahasia mereka. memaksa masuk dan membeberkan kalimat yang paling ingin mereka jaga.

__ADS_1


Begitulah Okta dan Rayzal membaca setiap konsekuensi. Begitulah mereka akhirnya menanggung resiko membeberkan rahasia.

__ADS_1


__ADS_2