
Setelah keheningan itu_____
"Okta...." Rayzal mencoba memecah keheningan
"Iya, Kak," Okta menjawab dengan pelan. Tentu saja dadanya masih gemuruh
"Padahal tadinya aku berharap saat Handphone ku akhirnya menangkap jaringan, akan ada pesan darimu. Setidaknya satu pesan. Bukankah kita berjeda sudah terlalu lama. 15 hari,bukan? 2 minggu lebih sehari."
"Itu karena aku tau kau tidak mungkin membaca pesanku."
"Kenapa tidak mungkin. Buktinya aku bahkan berusaha sejauh ini hanya untuk mendengar suaramu."
"Kak Ijal...."
"Mmmmm...."
"Aku berterimakasih untuk hari ini. Aku benar-benar tak ada niat untuk tak berkirim kabar padamu. Hanya kupikir, ada kalanya kita berdua harus benar-benar merentang spasi. Aku hanya ingin memberi kesempatan kepada hatiku dan hatimu untuk merasakan rindu," Jelas Okta panjang lebar, "kau sudah menggodaku dan membuatku merona dua kali. Bukankah sekarang giliranku... Wahahahahahaha," Seringai Okta dalam hati.
"Hehehehehehe... kamu berhasil," Rayzal merespon sesingkat mungkin. Dia melirik jam dan memutuskan mengakhiri panggilan mereka, "Istirahatlah... Kita harus sahur. Kamu pasti akan bangun lebih awal untuk membantu Ibumu menyiapkan menu sahur. Jadi tidurlah lebih awal. "
__ADS_1
"Baiklah...!!"
"Wassalamu alaikum..." Rayzal hendak mengakhiri panggilan teleponnya
"Bukannya langsung menjawab, Okta malah terkekeh, " Hahahaha bahkan di awal percakapan kau malah lupa mengucapkan salam pembuka !!! Dasar anda yaaaaa....!"
"Hahahaha, apa yang kuawali dengan kesalahan harus ku akhiri dengan benar. Yaaaa'... Kalau kau terus mengajakku berdebat seperti ini, panggilan ini tidak akan pernah selesai. Apakah kau masih sangat rindu mendengar suaraku?"
"Wassalamu alaikum," Okta buru-buru memulai salam kembali. Ia tertangkap basah
"Wa alaikum salam".
*****
Langit semakin bergemuruh diikuti hujan yang mulai turun semakin deras. Okta masih memandangi jam di layar handphonenya.
"Apakah kamu yang sedang merindukanku?" gumamnya.
Ia kemudian membuka Whatsapp hanya untuk mengembalikan kantuk yang kini hilang. Ternyata ada beberapa pesan masuk dan salah satunya adalah dari.... Rayzal !
__ADS_1
*Kamu di kosan, bukan? Kenapa kamu begitu cepat offline hari ini? Sejak hujan mulai turun pukul 9 malam tadi, aku menunggumu online.
** Aku begitu yakin kamu akan mengirimiku pesan. Aku menunggu selama hampir 2 jam. Apakah kamu sekarang punya banyak persediaan makanan di kost? Bukankah kamu sangat mudah lapar dan doyan ngemil saat hujan? Nomormu bahkan tidak aktif.
***Haruskah aku membawakan cemilan ke kost mu sekarang? Apa Martabak telor seperti biasa saat hujan?
****sudahlah. Ini bahkan sudah lewat tengah malam. Berkabarlah.
Empat inbox dari Rayzal. Pesan itu dikirim pukul 01.01 tengah malam.
Okta tersenyum tetapi cairan bagai kristal bening mengalir di pipinya. Perlahan-lahan semakin deras. Tangisnya yang tadinya tanpa suara berubah menjadi isak, lalu semakin keras hingga ia tersedu-sedu sesunggukan. Hatinya begitu pilu. Apa yang dilihatnya di Story Marsha sore tadi, ingatan-ingatan manis tentang Ryzal di suatu waktu, lalu pesan yang begitu nyata di depannya saat ini membuat rongga dadanya seakan menyempit. Okta bahkan menepuk dadanya sedikit keras berkali-kali untuk membuka pori agar ada ruang baginya untuk bernafas. Tentu saja sangat sakit rasanya diliputi kebingungan-kebingungan berada dalam sebuah hubungan yang membuat harapannya begitu besar. Tentu saja ia tak boleh salah paham. Sungguh, Logikanya berusaha sangat keras memberi batasan, Logikanya terus menerus mengingatkan agar ia benar-benar tidak salah paham. Sayang sekali hatinya menterjemahkan semua hubungan ini begitu berbeda.
Suara hujan dan tangisan Okta saling sahut menyahut. Ia masih mencengkram dadanya kuat. Tak dihiraukannya pesan Rayzal yang memintanya untuk berkabar. Ia sungguh tak ingin membalas pesan itu saat ini. Ia hanya berharap semoga kekalutannya mereda bersama air matanya. Ia hanya ingin menangis hingga lelah lalu lelap.
Selang beberapa waktu, Okta pun akhirnya terlelap. Hujan juga mulai mereda. Menyisakan gerimis di bumi, dan di hati Okta.
____
Adakah yang seperti Okta? saat begitu kesal memilih untuk tidur karena setelah tertidur, rasa kesal itu menguap entah kemana☺😉
__ADS_1