
Fadil dan Ami saling menatap, rasa penasaran muncul dari diri mereka
Tak ada yang berani menjawab pernyataan dari pak arip tersebut karna Ami dan Fadil terlalu pendiam untuk berintraksi . Tapi bapak pun melanjutkan pembicaraan nya
"Kabar baik nya kalian masuk 5 besar . Ami juara dua dan Fadil juara empat . Selamat bapa ucapkan kepada kalian yang telah mengalahkan ribuan orang di olimpiade ini. Tapi kabar buruknya kalian tidak bisa ikut olimpiade nasional dua-duanya , dengan berat hati kabar buruk ini bapa sampaikan kepada kalian . Selamat untuk Ami , kamu bisa masuk olimpiade nasional dan Fadil kamu semangat terus tingkatkan belajarnya " ucap pak arip
"Tapi ini ada sertifikat untuk 20 orang terbaik dan piala untuk 3 orang pemenang " ucap bapa sambil menyerahkan sertifikat pada Ami dan Fadil
Tak lama ibu guru pun segera memasuki ruangan dan membawa piala . mereka pun berfoto
Setelah bapa menyampaikan semua . mereka segera meninggalkan ruangan
(DI luar ruangan)
mereka segera meninggalkan ruangan
"Mi kamu kok kayak pucat banget , kamu sakit? Pusing?" Tanya Fadil
"N-nggak" jawab Ami
Pandangan Ami sudah tidak jelas saat itu, Ami juga merasa pusing. Tiba-tiba pandangan Ami menjadi hitam , Ami tak melihat apapun kemudian tak sadarkan diri dan terjatuh
Sementara itu Fadil menangkap Ami tepat di pangkuannya .
"Mi?" Ucap adil panik
"Ami?" Ucap Fadil sambil menggoyangkan tubuh Ami
Fadil segera mengangkat Ami dan lari membawAmi ke ruang uks, anak anak pmr yang melihat Fadil mengangkat Ami segera berlari dan membantu
Anak anak pmr bergegas berlarian mencari kayu putih dan mengoleskan kayu putih ke dada Ami dan mendekatkan kayu putih ke hidung Ami agara Ami bisa mencium aromanya dan segera sadar.
Ami tak lekas sadar kemudian anak anak pmr pun meloggarkan kerudung, sabuk dan rok yang Ami pakai
Sementara itu Fadil berlarian panik mengambil obat dan mencari air minum
Ami pun tersadar dan Fadil memberi Ami minum dan obat
"Ami?" Ucap nya halus
Ami melihat air mata Fadil berlinang sambil menatap Ami
"Ami? Ami kenapa?" Ucapnya
Ami tak pernah melihat dia sepanik itu dan mendengar ia bersuara selembut itu
"Kenapa" ucap Ami sambil tersenyum lemas
"Ami kenapa? Sakit? Kenapa gak bilang?" Ucap Fadil
Ami menggelengkan kepala Ami dan menatapnya
"Ami udah makan kan tadi di rumah?" Tanya Fadil
Ami menggelengkan kepala Ami.
"Nah kan , yaudah Ami tunggu sebentar ya , disini sendiri gapapa?"ucap Fadil
__ADS_1
Ami menggelengkan kepala Ami , mana mau Ami ditinggal di ruang uks sendiri dengan suasana horor seperti ini
"Terus gimana ? Kamu harus makan" ucap Fadil
"Ami? Ami?" Terdengar suara seseorang membuka pintu sambil panik dari luar
Kemudian fauziah dan nurul masuk ke ruangan uks
"Lu kenapa mi? Pasti karna tadi gak makan pas istirahat kan?" Ucap Fauziah
"Katanya dari rumah juga belum makan" ucap Fadil
"Ya allah ami kamu ini kebiasaan, jangan mikirin sekolah mulu , kesehatan kamu juga di pikirin dong" ucap nurul
"Yaudah ami , tunggu disini dulu ya sekarang kan ada fauziah sama nurul" ucap Fadil.
"Kamu mau kemana?" Tanya nurul
"Mau beli nasi buat ami, kesian belum makan" ucap Fadil
Fadil pun segera keluar dan segera mencari makanan untuk ami
Nurul dan fauziah memeluk Ami , Ami pun tak bisa menahan rasa terharu dan Ami menangis.
"Udah jangan nangis gapapa kita ada disini, gak usah takut kita sayang ke lu" ucap fauziah
"Pasti pusing ya? Bobo aja gapapa" Ucap nurul sambil mengelus kepala Ami
"Kita gak ninggalin lu kok mi , kita disini" ucap fauziah
"Kalian gapapa disini? Kan ada pelajaran" tanya Ami
Tak lama Fadil pun datang membawa makanan , dan kedua sahabat ami segera menyuapi ami
Sementara itu di ruang osis sekretaris mengabsen semua anggotanya
"Abdul basit"
"Hadir"
"Abdul malik"
"Hadir"
"Ai cantika"
"Hadir"
"Amel"
"Hadir"
"Ami"
Saat nama Ami di sebut tak ada yang menyaut
"Ami? Ada yang tau ami kemana ?" Ucap sekretaris osis
__ADS_1
Kemudian salahsatu anggota pmr yang ikut osis menjawab
"Sakit"
"Sakit? Perasaan tadi pas pagi ada di kelas?" Ucap yusuf sebagai ketua osis
"Tadi habis kumpulan sama pak arif , sama Fadil juga" ucap anggota pmr
"Pasti si ami lambung nya kambuh , tadi pas istirahat kan gua suruh ke kantor, makanya gak jadi makan" ucap Fadil dalam hati
Kemudian rapat osis pun selsai dan yusuf bergegas ke ruang uks
"Assalamualaikum " ucap yusuf
"Waalaikumsalam " jawab ami , nurul , fauziah dan Fadil serentak
Dari Tatapan Fadil terlihat jelas kalau dia tidak menyukai kehadiran yusuf disana
"Eh Fadil kok disini" Tanya yusuf
"Iya tadi kan pas ami pingsan lagi sama gua" jawab Fadil
"Dih dih sumber masalah datang" ucap fauziah
"Udah faus, ami lagi sakit ih" ucap nurul
Fauziah menatap yusuf dan langsung memutar bola matanya.
"Sabar dulu sabar aminya lagi sakit" ucap yusuf dalam hati
"Mi kamu gapapa kan? Gimana keadaan nya sekarang " Tanya yusuf
Ami hanya tersenyum
Fauziah melihat jam dan segera tersadar
"Wah bentar lagi pulang" ucap fauziah
"Ami gua aja yang nganter " ucap Fadil
"Gau aja , gua kan osis jadi harus tanggung jawab " sahut yusuf
"Jangan sama yusuf nanti pacar kunti lu ganggu ami lagi" ucap fauziah
"Udah sama gua aja" ucap Fadil
"Yaudah jagain dia ya dil , jangan sampe lecet" ucap yusuf
"Kalo gitu aku sekarang ngambil dulu tas ami ya , sama kamu juga dong Fadil bantuin " ucap nurul
"Yaudah gua nunggu disini ya" ucap fauziah
"Lu pulang aja gausah ikut nunggu disini" sambung fauziah
"Walaupun hrus nungguin ami, kalo sama lu gak mau gua" ucap yusuf
"Mi aku pulang duluan ya , di jaga kesehatan nya semoga cepet sembuh" ucap yusuf
__ADS_1
Yusuf , Fadil dan nurul pun meninggalkan ruang uks