
Jujur saja Ami tak suka sikap Yusuf yang seperti ini , hmm mungkin emng sikap sikap dia seperti itu ke semua orang . Ami tidak terlalu menanggapi setiap kata basa basi yang ia ucapkan
"Yaudah Mi mereka pulang ya" ucap Yusuf
"Mahhh" teriak Ami
"Ini temen temen mau pulang katanaya " terak Ami dari kamar
Mamah segera menghampiri mereka semua dan mereka pun berpAmitan. Susana rumah kembali hening hanya ada Ami dan mamah Ami hanya melamun dan berdiam diri . Tapi lamunan Ami pecah saat ada suara
"Tok tok tok"
"Permisi" tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak dari luar
"Iya siapa?" Ucap mamah
"Masuk aja" teriak mamah dari dapur
Seseorang itu membuka pintu dan Ternyata waw that is my favorit boy wkwk, Jujur saja Ami mengagumi caranya memperlakukan Ami
"Hai mi" ucap Fadil
"Hai, kenapa gak bareng kesininya sama temen yang lain tadi?" Tanyaami
"Oh aAmi tadi latihan pramuka dulu makannya telat, kirain yang lain masih pada disini " ucap Fadil
"Ehh Fadil" ucap mamah
Mamah menyimpan makanan dan minuman yang ia bawa
"Minum dulu" ucap mamah
Fadil tersenyum dan menganggukan kepalanya
"Kenapa gak bareng sama yang lain?" Tanya mamah
__ADS_1
"Tadi juga Kan udah ditanyain sama aku mamah ihhh" ucap Ami
"Kan mamah belum nanya jadi gatau" jawab mamah
"Latihan pramuka dulu mah" jawab Fadil
"Gini mah Fadil mau ngobrol dikit sama mamah" ucap Fadil
"Uhhh? Apa tuh" Tanya mamah
"Jadi gini mah Ami kan harus istirahat, tadi Fadil ditanya sama guru tentang olimpiade matematika katanya mau di lanjut apa gimana takutnya ketinggalan " ucap Fadil
"Mamah mah gimana baiknya aja" jawab mamah
"Kata ibu guru nanti kalo gak kekejar di lanjut Fadil katanya, tapi Fadil gamau sih soalnya pusing harus ngehafal dalam waktu singkat, Ami hebat banget si bisa masuk tiga besar olimpiade " ucap Fadil sambil mengacungkan dua jempol nya ke arah Ami
"Iya si tapi mamah masih khawatir sama kesehatan Ami" jawab mamah
"Mamah ihhh ade mau" ucap Ami
Ami membalasnya dengan tersenyum
"Yaudah boleh tapi ade janji dulu mau jaga kesehatan kalo mau sekolah, terus gak boleh telat makan" jawab mamah sambil mengacungkan jari kelingking nya
Ami pun membalas dengan mengacungkan jari kelingking Ami juga. Refleks Ami melihat ke arah Fadil . Fadil tersenyum dan menundukan pandangan nya
Ami mengerti perasaan Fadil saat itu, dia Pasti merindukan sosok ibu atau nenek dan mungkin ayahnya
"Fadil" ucap Ami
Fadil mengangkat kepalanya dan melirik ke arah Ami. Ami mengacungkan jari kelingkingbAmi ke arah Fadil sambil tersenyum
Fadil juga mengangkat jari kelingking nya ke atas dengan sangat pelan sambil tersenyum
"Tuh janji nya bukan sama mamah aja jadi Fadil kalo Ami boong kasih tau mamah ya" ucap manah
__ADS_1
"I-iya mah" ucap Fadil
Kemudian
"Permisi, Ami!!!" Teriak seseorang dari luar
"Pasti fauziah " ucap Ami
"Masukkk" teriak mamah
"Amiiiii aaaa udah kangen banget sama lu " ucap fauziah
"Sini pelukk" fauziah mendekatkan badannya ke badan Ami dan memeluk Ami
"Cepet sembuh dong ah jelek" ucap fauziah
"Ini juga udah sembuh cuma mau istirahat dulu " jawbAmi
"Makan dulu de, mau mamah suapin?" Tanya mamah
Ami mengangguk dan mamah menyuapi Ami
Sementara itu Fadil dan fauziah mengobrol
"Dil" ucap fauziah
"Apa?" Jawab Fadil
"Gua tau nih nya lu itu pendiem tapi di depan mamah Ami lu pendiem banget" ucap fauziah
"Gapapa si" jawab Fadil
"Jawab lah kenapa bukan gapapa gapapa, kayak cewek aja lu" ucap fauziah
"Oke gua Jawab ya , jadi gua tuh pertama kali berhadapan sama orang tua cewek jadi gua gak tau harus gimana dan yang kedua gua jauh dari mamah gua makanya gua mau memperlakukan semua ibu di dunia seperti ibu gua" jawab Fadil
__ADS_1
"Lu hebat sii menurut gua berani sampe dipercaya keluarga Ami, Setau gua mamah Ami tu orang nya pilih pilih bangettt nyariin temen buat Ami" ucap fauziah