
Ami kaget mendengar bahwa Yusuf orang seterkenal itu . tapi Ami tidak memperdulikan hal itu
istirahat ......
"ding dong ding dong"
bunyi suara lonceng menandakan waktu istirahat telah Tiba. Ami sedang duduk, dan tak lama Fadil menghapiriAmi
"mi katanya sekarang yang lulus seleksi harus ke ruang pak Arip" ucap Fadil.
"emang ada apa?" tanya Ami
"kurang tau tapi tadi aku disuruh menyampaikan hal ini juga ke kamu, azman sudah aku kasih tah tadi" ucap padil
Ami mengangguk
"mau berangkat bareng?" Tanya Fadil
"b-boleh" jawab Ami gugup
kita pun berangkat bersama dan kita sempat berbicara banyak hal tentang materi yang akan kita pelajari. kita pun sampai di ruangan pak Arip dan di sana sudah ada azman.
"anak anak bapa ingin memberitahu bahwa mulai sekarang kalian akan ada jam belajar matematika privat untuk persiapan, Untuk jadwal nya dilaksanakan setiap hari senin, selasa, rabu, jumat sepulang sekolah dan hari minggu dimulai dari pagi seperti jadwal sekolah " ucap pak Arip
kami mengangguk
"dan ada kabar gembira untuk azman , kamu akan di keluarkan dari peserta olimpiade tapi tenang saja kamu masuk olimpiade ips , guru ips meminta bapa untuk mengeluarkan kamu agar kamu pokus
belajar ips saja" ucap pak Arip
setelah berbicara panjang dan menyampaikan semuanya , pak Arip memberikan buku yang tak kalah tebal dari buku yang diberikan kemaren
"kalo ada materi yang gak ada di buku yang bapa berikan kemaren silahkan cari disini , di buku ini materinya lebih lengkap " ucap pak Arip sambil memberikan buku yang dipegangnya
Ami dan Fadil mengambil bukunya dan segera keluar ruangan
"mi? habis ini kamu mau kemana ? mau ke kantin ?" tanya Fadil
__ADS_1
"gak, kayaknya aku mau pergi ke perpustakaan aja deh" jawab Ami
"mau belajar yang belum di pelajarin" sambungAmi lagi
Ami pergi ke perpustakaan dan Fadil pun pergi ke kantin, Ami membaca buku yang diberikan pak Arip dan memikirkan bagaimana caranya agar materi ini bisa dihafal dengan cepat. Ami sampe menggoyang-goyongkan buku Ami berharap materi yang ada di buku itu pindah ke kepala.
saat Ami membaca tiba-tiba saja Fadil datang membawa kantong plastik berwarna hitam ke perpustakaan. Ami tidak menyadari kedatangan nya dan tiba-tiba dia ada di depan Ami. ketika Ami mengangkat Kepala Ami
"hai ami" ucap Fadil
"astaga " ucapAmi sambil menjatuhkan buku Ami karna kaget
"heheh maaf kaget ya" ucap Fadil sambil tersenyum kecil
"aku ada sesuatu " ucap Fadil
Fadil mengangkat kantong plastik yang ia bawa ke atas meja perpus dan berkata
"taraaaa" ucap Fadil sambil membuka plastik yang ia bawa
"heheheh sory aku lupa , tapi ini buat kamu" ucap Fadil sambil memberikan plastik yang ia bawa
"aku tau kamu belum makan kan " ucap Fadil
Ami menatap nya dan berkata
"ya gak di perpustakaan juga, kan gak boleh . kalo ketauan di denda gimana? nanti dihukum!"
"ya makanya kita pindah kita makan nya di pojok aja" ucap Fadil sambil menarik tanganku menuju ke kursi pojok
padil tersenyum
" ayo makan , gapapa kali kali "
Ami tersenyum dan heran dengan sifat bodohnya. kita menghabiskan makan dan lanjut belajar bersama. setelah itu Ami segera keluar perpustakaan karna Mau ke kelas
tapi ketika Ami keluar dari perpustakaan ada dua cewek yang satu rambutnya di gerai dan yang satu rambutnya ikat satu . mereka menatapAmi dengan tatapan sangat sinis , Ami tidak menghiraukannya tapi mereka menghampiri Ami
__ADS_1
"ih nanjis selera si Yusuf rendah banget" ucap satu cewek dengan rambut di gerai
kemudian cewek dengan rambut ikat satu mendekatiAmi sehingga Wajah nya tepat di depan wajahAmi, dia menatapAmi dengan tatapan sinis
"cewek culun , sok pinter , sok cantik udah berani yah berkuasa di sekolah"
kemudian cewek tersebut melanjutkan perkataannya sambil mendekatkan bibirnya tepat di depan telinga Ami dia berbisik
"jauhin Yusuf"
dia mendorong Ami sampe Ami terjatuh dan kemudian tertawa. Ami hanya diam disana karna Ami belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang di setiap sudut tertuju pada Ami. Tiba-tiba fauziah datang sepertinya ia bares dari kantin. dia berlari dan segera membantuAmi berdiri.
"apaan sih lu gatau malu banget jadi cewek main fisik" teriak fauziah
suasana semakin sengit semua orang terdiam mendengar suara fauziah yang sangat lantang
"apa an lu ikut campur" ucap cewek dengan rambut di gerai
"Oh lu temennya si culun, bilangin ya sma temen lu yang gatel jangan so cantik jangan caper ngajak ngajak cowo orang jalan" lanjut cewek dengan rambut di gerai
"apaan sih lu , gak mampu yah jalan sama Yusuf ? lu iri?" teriak fauziah berusaha membela Ami
Susana semakin keruh Ami tak bisa apa apa akhirnya Ami menarik fauziah ke kelas dan meninggalkan dua cewek itu
"apaan sih lu , kali ada orang kaya gitu lawan jangan diem aja jangan terlalu baik" ucap Fauziah
"ya mungkin salah paham kali" ucap Ami dengan nada lembut
"salah paham ? lu bilang salah paham ? lu dibilang gatel dibilang culun , lu diem aja?" Tanya Fauziah
"ya gapapapa lah yang penting kan aku gak kitu" ucap Ami lagi
setelah percakapan panjang kami pun melanjutkan belajar meskipun fauziah masih tidak terima dengan apa yang terjadi pada Ami.
berita pas istirahat ternyata sampai ke telinga Yusuf . pulang sekolah Ami bersama fauziah dan Yusuf menghapiri Ami
__ADS_1