
"ding dong ding "
bel berbunyi menandakan waktu pulang telah Tiba, Fadil dan Ami tidak langsung pulang , mereka pergi menemui pak Arip untuk belajar matematika
Ami mengemas buku Ami dan memasukannya ke tas dan segera berjalan menuju ruangan pak Arip. namun saat di perjalanan
"amii tunguu" teriak seseorang di belakang Ami
Ami segera melirik ke belakang dan ternyata itu Fadil
"mi boleh bareng ?" Tanya Fadil
"boleh" jawab Ami
mereka pergi ke ruangan pak Arip bersama, Ami melirik buku tebal yang dibawa Fadil dan Ami pun tersadar
"eh aku lupa" ucap Ami tiba tiba
"kenapa mi" tanya Fadil
"bu ku ketinggalan di kelas" jawab Ami
"kamu duluan saja aku ke kelas dulu mau ngambil buku" ucap Ami melanjutkan
"mau sendiri?" Tanya Fadil
"iya gapapa sendiri aja" jawabku
"tapi di kelas udah gak ada orang, kamu gak takut?" Tanya Fadil
__ADS_1
Ami tersenyum dan mengerutkan kening
"nah kan kamu takut" ucap Fadil
Ami tersenyum malu dan kemudian Fadil mengantar Ami ke kelas untuk membawa buku-buku yang tebal dan banyak
"mau aku bantu?" Tanya Fadil
"ah gak perlu , kamu juga Kan bawa buku banyak jadi biar aku bawa sendiri" jawab Ami
"kamu perempuan dan disini aku laki laki jadi aku harus membantumu kamu belum cukup kuat , sini biar ku bantu" Fadil membawa sebagian buku yang Ami bawa
"aku kuat kok , tapi kalo kamu memaksa terimakasih " Ami menatap Fadil sambil tersenyum
Ami sedikit baper dengan sikapnya yang berbeda saat di dekat Ami dia perhatikan dia baik dia tidak menyeramkan seperti saat pramuka dia dia juga tidak cuek seperti sebelum Ami kenal. kalo ditanya kenapa Ami tidak tertarik dengan Yusuf ya karna Ami berfikir mungkin Yusuf memang memiliki sifat lembut dan memang harus lembut ke semua orang karna dia ketua osis.
Ami dan Fadil pun pergi ke ruang pak Arip untuk belajar . setelah selsai mereka segera pulang.
"matematika ilmu yang menyenangkan" Fadil bernyanyi
Ami tertawa dn berkata
"sangat menyenangkan"
"kamu pasti lelah kan mi?" tanya Fadil
"lelah snagat" jawab Ami dengan nada upinipin
Fadil tertawa
__ADS_1
"kamu lucu" ucap Fadil
"bagaimana kalo kita pergi ke Cafe, disini ada cafe yang enak aku traktir deh" sambung Fadil
"kalo masalah traktir mah ayo lah gasss" ucap Ami senang
setelah itu mereka pulang bersama. mereka membicarakan banyak hal di jalan
DI RUMAH ...
Ami segera menghapiri kasur ku dan berbaring lelah Ami tak tau apa yang terjadi tapi Ami tak pernah sebahagia ini wajah Fadil terus terbayang apalagi sifat manisnya
"kringg" tiba tiba hp Ami menyala dan bernyanyi
Ami segera meyalakan hp dan membuka cht yang masuk
"Amii makasih ya waktunya , kamu terlihat lebih pendek jika dilihat dari dekat " chat dari Fadil
Ami tersenyum dan segera membalasnya
"kamu juga tidak se menyeramkan saat kamu jadi anak pramuka wkwk" jawb Ami
mereka pun menjadi semakin dekat , apalagi mereka sering bertugas bareng di osis dan belajar matematika bareng
hingga waktu olimpiade matematika tinggal 3 hari lagi. mereka mulai off belajar di sekolah karna waktu belajar lebih sering dipake belajar matematika.
mereka sering di comblang in karna sering bareng bareng bahkan banyak yang mengira mereka pacaran
"sifa sama Fadil makin akur aja ya" ucap pak Arip guru matematika
__ADS_1
Ami dan Fadil tersenyum dan saling tatap . guru guru lain juga banyak yang bilang begitu apalagi pembimbing osis yang sering menjodohkan mereka berdua katanya cocok