
Fauziah duduk di sampingAmi dan belum sempat berbicara Ami menangis
"kenapa mi?" tanya fauziah
Ami tak berhenti menangis dan tiba-tiba yusuf datang
"ami nangis? kenapa mi?" tanya yusuf sambil mengusap air mataAmi
"apaan sih lu biang masalah" ucap fauziah dengan nada tinggi
yusuf tidak menjawab
"mi aku mau ngomong nanti pulang sekolah ya sekalian aku anter pulang " ucap yusuf
"caper lu" jawab fauziah
Ami sudah tau apa yang akan dia katakan tapi Ami juga bingung harus gimana
"Diem ! gua gak ngomong sama lu!" Ucap yusuf
"gimana mi?" tanya yusuf
"iya" jawabAmi
Ami bingung harus gimana saat itu tapi tak ada pilihan lain, Ami tak bisa membiarkan nurul terluka. seperti dia selalu membuatAmi tersenyum Ami pun akan berusaha untuknya
"ami lu ! ihhh! " Ucap fauziah
"awas ya lu macam macam" ucap fauziah sambil menujuk ke arah fadil
fauziah menarik tanganAmi dan meninggalkan yusuf
"mi! lu kok mau si di ajak sama dia ? lu lupa ?" Ucap fauziah dengan nada membentak
"kamu gak ngerti posisi nya gimana " ucpAmi
__ADS_1
"ya makanya cerita ! kalo lu gam ngomong ya gua gak tau lah " ucap fauziah
"tapi aku belum bisa cerita " ucapAmi
"gua tunggu! inget lu jangan sembarangan bertingkah " ucap fauziah
pulang sekolah tiba
"mi" teriak fadil
"ayo naik , ngobrol nya di Cafe deket sekolah ya sekalian makan , tadi kan belum makan" ucap yusuf
Ami menangguk dan menaiki motor dan mereka pun sampai
"mi?" Ucap yusuf
"ami beneran nih udah sehat?"Ucap yusuf
"kalo belum sehat ami gak disini" jawabAmi
"n-nggk , biasa aja" jawabAmi
"ami , aku mau ngomong. iya kamu kenal aku sebagai ketua osis pasti kamu fikir aku pinter ngomong, tapi jujur aja aku gak bisa basa basi kayak di depan anak osis kalo deket kamu" ucap yusuf
"iya? jadi?" tanyaAmi
"aku suka sama ami" ucap yusuf
Ami bener-bener gak bisa ngomong apa apa saat itu, Ami tau dia akan bilang gini tapi Ami bener bener kaget
"ami kenapa diem? tanya yusuf
"pasti kaget ya?" Ucap yusuf
Ami bener bener bingung harus gimana, Ami gak ada sedikitpun rasa ke yusuf tapi bagaimana dengan nurul? jujur Ami gak suka sama fadil tapi rasanya berat ninggalin fadil dengan cara seperti ini tapi jika harus nolak yusuf nurul pasti berfikir Ami ada rasa ke fadil dan dia pasti sedih
__ADS_1
"mi? kenapa?" Tanya yusuf
"n-nggk" jawabAmi
"jadi gimana?" Tanya yusuf
Ami bener bener bingung saat itu tapi
"i-iya" tiba tiba mulutAmi berbicara seperti itu
"beneran mi?" tanya yusuf
Ami mengangguk sambil tersenyum
"tapi ami agak takut sama temen cewek yang suka sama yusuf " ucapAmi
"iya tenang aja tuan putri nanti aku jagain kemana mana" ucap yusuf
"nah kan kambuh lagi drama nya" ucapAmi
Ami tersenyum
"gak gitu juga, kayak biasa aja" ucapAmi
"gak! gak bisa harus aku jaga dengan baik " ucap yusuf
Ami bingung saat itu harus seneng apa sedih
"yaudah sekarang aku anterin dulu pulang, nanti sore kita main yaa tapi gak bawa buku" ucap yusuf sambil tertawa
Ami mengangguk dan tersenyum
"Oke masih mau makan atau mau langsung pulang nih?" Tanya Yusuf
"langsung pulang aja" ucapAmi
__ADS_1
mereka pun pergi meninggalkan Cafe tersebut