
Elvano masuk ke kamar mandi, segera Elvano meminta Love peri untuk keluar dari sakunya dan memintanya untuk masuk kedalam kotak berukuran kecil.
El pun membersihkan baju nya yang terkena tumpahan kopi, lalu Devan pun datang.
"El, gue perlu bicara sama loe" ucap Devan.
"Bicara apalagi sih Van, gue udah bilang gak papa, udah gue bisa bersihin sendiri"
"Bukan itu yang gue maksud El! Loe akhir akhir ini tuh aneh banget, loe sekarang jarang banget gabung sama kita-kita, oke gue tau loe kurang suka sama Victoria. Tapi sebelum Victoria Dateng loe emang udah aneh El, apa yang loe sembunyiin dari gue El.
Kita temenan udah lama, kenapa harus saling sembunyiin gitu" ucap Devan.
Elvano hanya terdiam, faktanya memang Elvano menyembunyikan peri dari temannya Devan dan Sisil, tapi El tidak bisa memberitahu mereka karena ini privasi Love Peri.
"Van, maksud Loe apa sih, gue gak ada sembunyi in sesuatu dari loe"
"Loe pikir gue bakal percaya gitu aja, terus apa yang selalu loe sembunyiin disaku baju loe itu, kayaknya loe khawatir banget, Sampek Sampek loe gak biarin gue buat cuci baju loe" ucap Devan.
El sedikit curiga dengan ucapan Devan, kenapa Devan membahas tentang kopi dan saku baju Elvano, apakah Devan melakukan nya dengan sengaja.
"Jangan jangan Loe sengaja ya, tumpahin kopi itu ke baju gue!" Ucap Elvano.
Devan pun terdiam mendengar ucapan El, ia memang sengaja melakukan nya.
"Iya kan loe sengaja, maksud Loe apa kayak gitu, loe mau cari tau tentang yang loe pikirin itu, dengan sengaja tumpahin kopi ke baju gue, Sampek baju gue kotor kayak gini. Loe punya otak gak sih Van, emang harus ya ngelakuin hal kayak gini" ucap Elvano dengan sangat marah kepada Devan, sembari menarik kerah baju kemeja Devan.
Devan tak mengatakan apapun, hal itu membuat Elvano menyatakan bahwa Devan sengaja melakukan nya.
"Jadi bener kan apa yang gue bilang, loe sengaja ngelakuinnya, gue gak nyangka loe bakal ngelakuin hal bodoh kayak gini Van" ucap Elvano, memandang Devan sangat kecewa, lalu Elvano pun pergi meninggalkan Devan, tanpa Ia sadari Elvano tidak membawa kotak kecil yang terdapat Love peri didalamnya.
Love peri mendengar percakapan mereka, ia merasa bersalah, ingin sekali melerai mereka tapi itu tidak mungkin.
...***...
Elvano pulang, ia izin kepada manajer bahwa bajunya kotor dan tidak bisa jika bekerja dengan memakai baju kaos saja, dijalan Elvano tetap tidak menyadari bahwa ia melupakan Love peri dikamar mandi.
Hingga sampai kerumahnya, Elvano disapa oleh mama Dewi.
"Sayang, kok cepet banget pulangnya, tumben pakek kaos, kemejanya mana?" Ucap Mama Dewi.
"Panjang ceritanya ma! Udah El capek, masuk ke kamar dulu"
Elvano langsung melempar kan tasnya dan berbaring diatas kasur.
Mama Dewi datang, membuka pintu dan masuk ke kamar Elvano lalu ia menanyakan Love peri.
"El.., mana Love peri, kok dari tadi gak keliatan" tanya mama Dewi.
El pun langsung shock, ia melupakan peri dikamar mandi dan melupakannya didalam kotak.
"Mah!!"
"Apa sih El.. teriak teriak gitu"
"El lupa ma, peri ketinggalan dikantor" ucap Elvano.
__ADS_1
Ia pun segera mengambil kunci motor dan kembali lagi ke kantor untuk menjemput Love peri.
Jarak rumah El dengan kantor lumayan jauh, ntah dia bisa mendapatkan peri, atau akan kehilangan peri, jika dia terlambat sedikitpun.
Begitu sampai disana, El segera menuju ke kamar mandi dan melihat kotak kecil itu sudah tidak ada.
El segera pergi ke tiap ruangan dan menanyakannya apakah mereka ada yang ke kamar mandi, dan apakah melihat kotak kecil disamping wastafel.
Namun diantara mereka semua tidak ada yang menemukannya.
Victoria menghampiri Elvano, dan menanyakan kotak kecil yang dia cari.
"Kotak kecil apa El, emang isi nya apa kok kamu panik banget! Sampai segitunya Sampek balik lagi ke kantor, kan kamu bisa hubungin aku atau yang lain buat nyimpen kotak itu" Ucap Victoria
El memandang Victoria dengan sangat tajam.
"Gak, gue gak butuh bantuan loe, gue gak mau kotak kecil itu Sampek disentuh sama orang lain, karna itu penting banget gue, gue gak mau sampai kotak dan isinya lecet sedikitpun"
"Lagian sebagian udah pada pulang, jadi mau gak mau kamu harus tanya lagi besok" ucap Victoria dengan sangat ketus serta Memandang Elvano dengan sangat kesal.
Elvano menghela nafas, ia langsung pergi meninggalkan Victoria, ia duduk di kursi depan loket kantor.
"Gue harus cari kemana lagi!
Apa gue cek cctv aja kalik ya, siapa aja yang ke kamar mandi"
El segera menuju ke ruang cctv, ia meminta penjaga untuk memperlihatkan cctv di area masuk ke kamar mandi cowok, El melihat banyak karyawan yang menggunakan kamar mandi termasuk Elvano dan Devan.
" Apa mungkin Devan yang ambil " ucap Elvano dalam hati.
Sebenarnya Elvano enggan menghampiri Devan, namun demi Love peri ia pergi mencari Devan keruangan nya. Alhasil ternyata Devan sudah pulang, bahkan Sisil pun juga sudah tidak ada.
Ucap Elvano lalu memukulkan tangannya kedinding.
El bingung apakah ia harus menghampiri Devan kerumahnya atau menunggu besok masuk kantor, namun itu tidak akan membuat pikiran Elvano tenang, terlebih dia juga tidak tau harus mengatakan apa kepada mamanya.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk menelfon Devan, namun nomor Devan tidak aktif, ia semakin kesal.
Lalu menghubungi Sisil, namun Sisil tidak mengangkat telfon Elvano.
El pun pasrah dan kembali kerumahnya, saat dijalan Elvano mendapatkan panggilan telfon dari Sisil.
"Halo El, loe nelfon gue tadi, ada apa?"
"Devan lagi sama loe gak?"
"Gak El, lagian gue juga tadi pulang sendiri, Devan dia pulang duluan, emang ada apa sih?" tanya sisil.
Sepertinya Sisil tidak tau bahwa Elvano dan Devan sedang bertengkar, El pun menutup telfonnya.
"Yaudah kalok gitu, gue tutul dulu ya, bye"
"Oke bye,
kenapa sih, orang nanyak juga, tapi gak dijawab! Hemm El.. El.." ucap sisil.
__ADS_1
- - -
El sampai dirumahnya, segera mama Dewi menanyakan Love peri lagi.
"El.. Dimana Love?"
"Kotaknya ilang ma! Gak ada, El gak tau siapa yang ambil"
"Apa hubungannya Lovely sama kotak!" ucap mama Dewi sedikit emosi.
"Baju El tadi ketumpahan kopi ma! Jadi El cuci baju El dulu dikamar mandi, dan El minta Love untuk masuk ke dalam kotak kecil dulu, cuman Elvano lupa bawa kotaknya keluar, alhasil kotaknya ilang pas El balik lagi ke kantor, El gak tau siapa yang ambil!" ucap Elvano.
Mama Dewi sangat shock, dia menghela nafas panjang lalu bertanya lagi kepada El dengan santai.
"CCTV! Kamu gak coba cek cctv" tanya mama Dewi.
"Udah ma, cuman 1 orang yang belum El tanya, Devan
El udah coba hubungin Devan tapi nomornya gak aktif! Mau gak mau Elvano harus nunggu Devan besok dikantor"
"Kenapa nunggu besok El, kenapa kamu gak samperin aja kerumahnya sekarang"
"Masalahnya Elvano sama Devan abis bertengkar tadi siang ma, baju El kotor karena Devan sengaja tumpahin kopi itu ke baju El, dia curiga El nyembunyiin sesuatu dari dia, makanya Devan sampek ngelakuin hal itu!"
Papa David datang, suasana dirumah sedang sangat kacau, Mama Dewi dan Elvano berbicara dengan nada yang emosi.
"Ada apa sih, kayaknya gawat banget!" tanya papa David kepada Elvano dan mama Dewi.
"Jadi gini pa!.." mama Dewi menjelaskan semuanya kepada papa David.
- - -
"Ya udah, kalok gitu kita tunggu besok aja, gak enak juga kalok nyamperin Devan ke rumahnya, karena papa juga yakin El gak bakal bisa nahan emosinya, gak enak sama papa mamanya Devan" ucap papa David.
"Tapi gimana kalok Love kenapa²" ucap Mama Dewi.
"Love kan seorang peri ma, dia juga punya sihir, jadi dia pasti bisa melindungi dirinya sendiri" ucap papa David.
...----------------...
Elvano pergi ke kamarnya, memikirkan Love peri dan menyalahkan diri nya sendiri atas kelalaiannya.
Ting...
Bunyi notifikasi pesan
✉️
one message from Devan
Elvano pun mengambil handphone nya, lalu ia segera membuka pesan yang dikirim oleh Devan dan ternyata Devan mengirim foto kotak kecil milik Elvano yang tertinggal di kamar mandi kantor. Sontak hal itu membuat El kaget, ia segera menelfon Devan, namun tidak di angkat oleh Devan.
✉️
one message from Devan
__ADS_1
📱 "Besok, gue bawa ke kantor"
Devan mengirim pesan lagi kepada Elvano, El pun kembali menghubunginya, namun Devan sudah tidak aktif lagi. Hal itu membuat Elvano sangat kesal.