OMG! Pacarku Peri Kecil

OMG! Pacarku Peri Kecil
Episode 23 Misterius;


__ADS_3

Ibu Peri Davina sedang membersihkan Vas bunga kesayangannya, mengelap Vas itu dengan sangat teliti, tiba tiba ketika hendak menaruhnya Vas bunga itu terjatuh kelantai dan pecah menjadi beberapa bagian.


Ia shock, merasa ada sesuatu yang terjadi, lalu ia memikirkan putrinya Love Peri, apakah mungkin terjadi sesuatu pada putrinya.


"Ibu Peri, kau tidak apa-apa" ucap Krystal Peri.


Dasha peri segera menghampiri arah suara pecahan itu, ternyata hal itu terjadi kepada Ibu Peri Davina.


"Ada apa, pecah! Kenapa bisa pecah?" Tanya Dasha peri.


"Seperti nya Ibu Peri Davina sedang tidak sehat, ia tidak sengaja menjatuhkan Vas bunganya," jawab Krystal Peri.


"Kau tidak apa-apa ibu Peri?" Tanya Dasha peri kepada ibu Peri Davina.


"Sepertinya terjadi sesuatu kepada putriku"


"Kenapa anda bisa berfikir seperti itu," ucap Dasha Peri.


"Naluri seorang ibu sangat kuat, aku yakin terjadi sesuatu kepadanya, bawa aku bertemu denga Alex"


"Apa yang ingin kau katakan padanya, kau ingin bilang bahwa putrimu dalam keadaan buruk, hanya karena vas bunga ini pecah, yaa aku tau naluri seorang ibu tidak pernah salah. Tapi kau dan aku sudah sama-sama melihat keadaannya, dia baik baik saja dan dikelilingi oleh orang baik juga, kenapa kau masih tidak yakin," ucap Dasha Peri


"Tenang lah ibu Peri Davina, aku yakin Love Peri baik baik saja, dia anak yang cerdas, hanya saja aku terkadang meremehkan nya, itu agar dia tidak besar kepala jika aku terus memujinya, sebenarnya dia anak yang pintar juga baik, jadi aku yakin dia akan baik baik saja" ucap Krystal Peri.


Ibu Peri Davina hanya bisa menghela nafas, dia sedikit tenang dengan ucapan Krystal Peri.


"Kalau begitu, tolong bawa aku kemar," pinta Ibu Peri Davina.


Dasha Peri pun membawanya, dan menyerahkan pecahan vas bunga itu kepada Krystal Peri untuk di bersihakan.


***


Victoria tersenyum menyeringai kearah Love Peri, ia mengurung Love Peri didalam botol kaca berukuran sedang. Lalu Victoria menghampirinya.


"Bagaimana? Apakah kau suka tempat ini," tanya Victoria sembari tertawa jahat.


"Kamu siapa? Kenapa melakukan ini kepada ku, apa salah ku?" Tanya Love Peri.


"Apa salahmu? Salah mu adalah siapa suruh kau terlahir menjadi anaknya Davina, ๐Ÿ˜"


"Kenapa kau bisa tau nama ibuku? Apakah kau juga peri dari khayangan kami, tapi aku tidak pernah melihatmu!"


"Benar, kau memang tidak pernah melihatku, sudah lama aku berada di bumi, itu karena perbuatan IBUMU!!! Davina Peri, wanita sialan itu telah membuat aku diusir dari khayangan, dan sekarang aku tidak akan membiarkan kamu kembali ke sana, jadi sama sama kita mati disini" ucap Victoria sembari tertawa dengan sangat puas karena bisa mengurung Love Peri yang selama ini ia cari.

__ADS_1


Akhirnya, dia dapat membalas kan dendamnya.


"Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu, cukup membiarkan mu kelaparan kau akan mati dengan sendirinya" ucap Victoria.


"Apa kesalahan ibuku, sampai sampai kau melakukan ini kepada ku?" Tanya Love Peri.


"Apa - salah - ibumu" ucap Victoria dengan mengucapkan 1 persatu kalimat, sembari berbalik badan dan menuju kursi yang berada di belakang nya.


"Kau ingin tahu kesalahan ibumu, baiklah aku akan memberitahumu, emmm tapi itu tidak penting untuk kau ketahui, pada intinya aku tidak akan membiarkan mu lolos"


Ucap Victoria lalu meninggalkan Love Peri sendirian.


"Aku harus mencari cara untuk keluar dari sini, bagaimana caranya ya. Tidak mungkin aku membuka tutup botol itu, sangat sulit membukanya dengan tenaga kecilku," ucap Love Peri.


Sayangnya sihir itu tidak berfungsi jika didalam botol kaca, andaikan bisa mungkin ia telah menggunakannya, membuka tutup botol kaca itu dengan sihir.


***


_Area taman belakang kantor_


"Jadi intinya, loe bawa kotak itu dengan isi didalamnya itu udah gak ada" tanya Sisil kepada Devan.


"Gue gak tau itu kotak emang ada isinya atau enggak, intinya gue Bawak isinya itu emang udah gak ada, jadi gue gak ambil barang nya" ucap Devan membela dirinya.


Elvano benar benar ragu untuk memberitahu mereka, ia tak menjawab bahkan pandangan ke arah lain, tidak menatap ke arah Sisil maupun Devan.


"El, kalok loe gak cerita, kita gak bisa bantu. Cukup, kalian mendingan baikan, biar kita bisa cari sama sama barang itu, kalok emang penting banget" ucap Sisil.


Terpaksa El memberitahu mereka, memberitahu semua tentang Love Peri, sedetail mungkin, karena dengan begini tidak akan ada lagi kesalah pahaman diantara mereka, El juga pastinya membutuhkan Devan dan Sisil untuk mencari Love Peri.


- - -


Victoria berada di seberang kantor PT. Bina Mulia, menghadapke arah kantor itu sembari tersenyum sinis.


"Pasti Elvano sedang mencari cari Love Peri, dia tidak tau bahwa aku telah mengambil nya, untung saja aku sudah menghapus rekaman cctv itu, kalau tidak mereka pasti langsung mencari aku, karena yang kucari sudah kutemukan, jadi aku tidak membutuhkan kantor itu lagi. Dan kamu El, aku akan membuat kamu menderita karena telah mengabaikan ku"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


- - -


"El maksud Loe apaan sih, jangan ngarang gitu deh! Loe Gilak apa gimana, gak ada Peri El, itu cuman cerita dongeng jangan dibawa kedunia nyata, aneh deh loe" ucap Sisil.


"Gue gak boong Sil, gue gak ngarang, mama sama papa gue juga tau keberadaan Love Peri, mereka juga udah nyaksiin dengan mata kepala nya sendiri, Love Peri ngebuktiin langsung di depan mereka," ucap Elvano.


"Apa! Tante Dewi sama Om David tau, jadi dia udah lama banget disini?"

__ADS_1


"Sekitar 20 hari an lah dia disini"


"Gue tau!" Ucap Devan, Elvano langsung menatap ke arah Devan.


"Tau apa loe?" Tanya Elvano.


"Satu satunya orang yang bisa kita cari tau adalah.."


Mereka segera menghampiri orang yang Devan maksud, namun ternyata orang itu tidak masuk. Segera mereka bertiga meminta alamat nya kepada karyawan TU kantor, mereka pun langsung menuju ke rumah orang itu.


"Gimana kalok kita naik taksi aja bertiga, biar enak gak pisah pisah " ucap Devan.


Sisil pun mengangguk setuju, begitu juga dengan Elvano, segera mereka mencari taksi dan pergi bersama.


Manajer sedang memantau para karyawan namun tak terlihat Elvano dan yang lainnya.


"Keman Elvano, Devan dan Sisil," tanya manajer kepada salah satu karyawan,


"Gak tau pak, mereka tadi ada, cuman pergi gak tau kemana" jawab Linda.


"Bapak gak nyariin Victoria, dia dari tadi pagi emang gak ada, atau dia udah izin sama bapak yah?" Tanya Linda lagi.


"Victoria siapa? Emangnya ada karyawan yang namanya Victoria?" Ucap Manajer.


"Dia karyawan baru pak, sudah 5 hari dia bekerja disini "


"Enggak, saya gak tau, saya tidak ada menerima karyawan bernama Victoria, saya sangat ingat tidak ada, Karena saya sendiri yang melakukan interview kepada 3 orang yang terpilih, dan salah satu dari mereka gak ada yang namanya Victoria "


"Hah! Kok aneh sih" ucap Linda yang bingung.


"Kamu ini mengkhayal ya, ada ada aja" ucap manajer lalu pergi.


Linda hanya terdiam, dan melihat ke arah karyawan lain, tatapannya penuh tanda tanya.


"Kalian tau kan ada karyawan yang namanya Victoria?" tanya Linda yang tak mau gila sendiri.


Karyawan lain pun mengangguk, berarti memang ada karyawan yang Linda maksud, akhirnya Linda menghela nafas.


"Misterius banget!!" ucap Linda


...****************...


Next eps.. 24.

__ADS_1


__ADS_2