OMG! Pacarku Peri Kecil

OMG! Pacarku Peri Kecil
Episode 22 Love Peri menghilang


__ADS_3

Pagi telah tiba, Elvano tak sabar ingin sampai ke kantor, menemui Devan untuk mengambil Love Peri kembali, sehingga Elvano melewati sarapan pagi.


"El.., kamu gak sarapan dulu?" tanya Mama Dewi.


"Gak mah, El buru buru mau ketemu Devan, El berangjat dulu ya," jawab El, sembari berjalan keluar menuju garasi.


"El pasti khawatir banget sama Love Peri ma," ucap Papa David.


Mama Dewi hanya menghela nafas pendek, lalu ia kembali sarapan.


...* * *...


El menunggu Devan diparkiran, hanya terlihat Sisil yang baru datang, padahal biasanya Sisil berangkat bersama Devan.


"Sil Devan mana?" tanya Elvano.


"Enggak tau El, gue juga kesel banget gue telfon dia tapi gak di angkat angkat," jawab Sisil.


"Emang kenapa El, loe ada perlu apa sama dia," tanya Sisil kembali.


"Jadi gini, gue kemarin lupa bawa barang gue dikamar mandi, jadi si Devan bawa kerumahnya, nah sekarang gue lagi nungguin dia buat bawa barangnya" jawab Elvano.


"Ooo gitu, yaudah kalok gitu gue masuk duluan yah" ucap Sisil.


El pun menjawab hanya dengan menganggukan kepala, Elvano masih menunggu Devan. Akhirnya Devan pun datang.


Lalu Devan memberikan kotak kecil milik Elvano.


Elvano langsung mengambilnya, dan mengucapkan terima kasih kepada Devan lalu pergi, Devan hanya melihat ke arah Elvano dengan tatapan kosong lalu menghela nafas pendek.


El mencari tempat sepi untuk membuka kotak kecil itu, berharap Love Peri masih hidup, karena bisa jadi hal yang tidak diinginkan terjadi, sebab kotak itu mungkin tidak terbuka dari kemarin.


"Gue berharap loe masih hidup Love, maafin gue ya gue ceroboh banget" ucap Elvano sembari membuka kotak itu.


Namun hal yang tak terduga, kotak itu kosong, Love Peri tidak ada di dalamnya, apakah Devan mengetahui adanya Love Peri dan menyembunyikannya dirumahnya.


"Kenapa kosong! Devan loe pasti.."


Elvano langsung masuk ke dalam kantor, dan segera menemui Devan di ruangannya.


"Van, kenapa kotaknya kosong, kenapa loe cuman ngasik kotaknya aja, mana isinya?" ucap Elvano dengan emosi.


Devan pun berdiri, dan menatap El, "Maksud loe apa El, loe nuduh gue ambil isi di dalam kotak itu, hah! Gue udah baik hati bawa kotak itu dan balikin lagi ke loe, tapi loe malah nuduh gue ambil isi di dalamnya. Emang apa sih isinya biar gue ganti, Cincin, Gelang atau Jam tangan! Ngomong El jangan cuman diem aja, gue bakal ganti" ucap Devan yang penuh emosi juga.

__ADS_1


"Gue gak butuh loe buat ganti, tapi gue mau loe balikin isinya sekarang, loe gak usah pura-pura gak tau, loe pasti nyembunyiin isinya kan!"


"Gue tanya sekali lagi sama loe ya El! Apa isi didalam kotak itu, APA!!" Devan pun semakin emosi, ia berbicara sembari memegang kerah baju Elvano.


Mereka berdua saling menatap dengan tatapan tajam, Sisil segera menghampiri mereka dan melerai perkelahian keduanya.


"Berenti!! Kalian tuh apa apaan sih, kayak anak kecil tau gak! Loe juga El, emang apa sih isinya sampek segitunya banget, Devan bakal ganti El, dia udah bilang dia mau ganti, tapi Loe kenapa sih kayak gini banget!" ucap Sisil yang tak kalah emosi dari Elvano dan Devan.


"Loe gak tau Sil, loe gak tau seberapa pentingnya barang itu buat gue," ucap Elvano.


"Tapi setidaknya Loe dengerin dulu penjelasan Devan, siapa tau dia nemuin kotak itu dalam keadaan barangnya udah gak ada,"


"Kalian berdua ikut gue sekarang ke belakang, kita selesain ini bertiga, gak nak karyawan lain ngeliatin kalian, mengganggu pekerjaan mereka, jangan sampai manajer dan bos tau, kalian bisa dipecat" ucap Sisil


Lalu mereka pergi ke taman belakang kantor, dan duduk dikursi taman.


"Oke, sekarang ceritain sama gue kronologi kenapa barang itu bisa ketinggalan dan kenapa itu bisa ada sama Devan, mulai dari loe El"


El hanya terdiam, dia tidak mau Sisil tau bahwa kemarin Elvano dan Devan sempat bertengkar karena ulah Devan sendiri.


"Jawab gue El!" ucap Sisil.


Dengan terpaksa Elvano pun menjelaskannya secara detail, mulai dari kejadia Devan yang sengaja menumpahkan kopi kepada Elvano sampai kotak Elvano yang ketinggalan.


"Gue cuman kesel aja, kita udah temenan lama, tapi dia main rahasia rahasiaan dari kita" ucap Devan dengan kesal.


"Van, gak semua cerita itu harus diceritain, setiap orang itu pasti punya privasi," ucap Sisil.


Keduanya hanya bisa diam, lalu sekarang giliran Devan menjelaskan kronologinya sendiri.


...- - -...


"Jadi bener kan apa yang gue bilang, loe sengaja ngelakuinnya, gue gak nyangka loe bakal ngelakuin hal bodoh kayak gini Van" ucap Elvano, memandang Devan sangat kecewa, lalu Elvano pun pergi meninggalkan Devan, tanpa Ia sadari Elvano tidak membawa kotak kecil yang terdapat Love peri di dalamnya.


Devan melihat ke arah kotak kecil milik Elvano yang berada di samping wastafel, ia ingin mengambilnya namun Devan sedang merasa kesal kepada Elvano, lalu Devan pun meninggalkannya.


"Itu kan punya El, lagian gue sama dia lagi gak baikan, ngapain gue peduli" ucap Devan lalu pergi.


Saat Devan pergi, tak disangka Victoria memasuki kamar mandi Pria dan memeriksa kotak kecil itu, ternyata sedari tadi ia mengikuti Elvano dan Devan serta menguping pembicaraan mereka di kamar mandi, lalu ia membukanya dan menemukan sosok peri kecil yang ia cari.


"Apa sih isi kotak ini, kenapa naluriku sangat ingin membukanya" ucap Victoria, setelah membuka kotak itu, ia benar benar tertawa puas.


"Jadi kau putrinya Davina, akhirnya aku menemukan mu hahahaha,"

__ADS_1


Love peri melihat Victoria dengan sangat kaget, karena ia tau bahwa Victoria seorang peri juga, namun dia tidak pernah bertemu sebelumnya, serta Love Peri tidak tau bahwa Victoria adalah peri yang jahat, dan ingin menghabisinya.


"Kau siapa? Pasti kamu disuruh untuk menjemputku ya, jadi hukumanku dikurangin," ucap Love Peri dengan sangat bahagia, mengira bahwa dia dijemput untuk kembali ke langit.


Victoria pun tersenyum menyeringai melihat ke arah Peri.


"Setelah ini kau akan tau apa maksudku menemuimu, hahahaha," ucap Victoria.


Tiba tiba salah satu karyawan (Vito) hendak masuk ke kamar mandi, dan kaget melihat Victoria berada dikamar mandi Pria.


"Eh ngapain cewek ke kamar mandi cowok," ucap Vito.


Victoria melihat tajam ke arahnya, lalu ia menyihir Vito hingga membuatnya pingsan, hal itu membuat Love Peri shock dan takut, tak disangka sesama peri tapi malah melakukan hal jahat kepada orang lain.


"Kamu siapa? kenapa kamu jahat?" tanya Love Peri.


"Jangan banyak tanya!" ucap Victoria dengan sinis.


Ia pun langsung mengikat Love Peri dengan sihir dan membawanya pergi, namun Victoria tidak membawa kotak itu, ia tetap meninggalkannya dalam keadaan tertutup.


"Hei, lepaskan aku! Kenapa sihir ku tidak berfungsi," ujar Love Peri, dia bingung mengapa Sihirnya tidak bisa digunakan, sihir Victoria sangat kuat sehingga membuat Love peri tak dapat menggunakan sihirnya untuk melawan Victoria.


… … …


Devan masuk ke ruangannya, perasaanya kacau, ia akhrinya memutuskan untuk pulang. Namun, ia merasa bersalah jika meninggalkan barang Elvano, takutnya barang itu ditemukan orang lain dan tidak dikembalikan kepada Elvano, jadi Devan memutuskan untuk mengambil kotak itu dan membawa kerumahnya.


Devan kaget melihat Vito yang pingsan didalam kamar mandi.


"To, bangun To, To!" panggil Devan sembari menepuk nepuk pipi Vito, berharap Vito bangun dari pingsannya.


Akhirnya, Vito pun bangun, Devan segera membawanya keluar dan membawa kotak kecil milik Elvano.


"Loe kenapa bisa pingsan?" tanya Devan.


Vito tak menjawab pertanyaan Devan dia masih shock dengan apa yang dilakukan oleh Victoria, masih terbayang tatapan mata Victoria yang mengeluarkan cahaya merah sehingga membuat Vito pingsan.


"To! Gue nanyak loh, kenapa sih, loe masih beluk sadar banget ya? Yaudah kalok gitu mau gue anterin pulang gak?" tanya Devan, Vito menjawab tidak dengan menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kalok gak mau, gue cabut duluan nih, gue tinggal nih, gak papa kan?"


Vito hanya menganggukkan kepalanya.


...- - -...

__ADS_1


Next eps..


__ADS_2