OMG! Pacarku Peri Kecil

OMG! Pacarku Peri Kecil
Episode 24 🪄🪄🪄


__ADS_3

   Akhirnya mereka sampai ke tujuan, Devan memencet bel rumah Vito🔔


Menunggu Vito membuka pintu rumahnya.


Vito pun keluar segera ia membuka kan gerbang untuk Elvano, Devan dan Sisil, mereka pun duduk dikursi dengan arahan Vito.


"Kalian ada perlu apa ke rumah gue" tanya Vito.


"Gue mau nanyak kejadian kemarin yang loe pingsan dikamar mandi" jawab Devan.


"Iya to, loe gak keberatan kan kita ganggu waktu loe sebentar" tanya Sisil.


Vito sedikit cangung mengatakan nya, ia menghela nafas lalu menceritakan kepada mereka.


................


"Jadi gitu ceritanya, makanya gue gak masuk hari ini ke kantor, gue masih shock dengan kejadian kemarin" ucap Vito.


"Bisa jadi Victoria...!" Ucap Elvano.


"Ada apa El?" Tanya Sisil.


"Okey kalok gitu makkasih Vito, kita pergi dulu, ayo sekarang kita harus cari dimana Victoria, gue yakin Love sama dia" ucap Elvano.


Vito bingung, tak mengerti yang mereka ucapkan, apakah mereka tau sesuatu tentang Victoria.


"Love siapa?" Tanya Vito.


"Bukan siapa siapa, kalok gitu kita cabut ya!" Ucap Devan


"Makkasih ya Vito, sorry ganggu" ucap Sisil


"Iya sama sama" jawab Vito.


Mereka segera meninggalkan rumah Vito dan Kembali menuju ke kantor, mereka berencana mencari informasi tentang Victoria.


Sesampainya di kantor, mereka segera meminta data lengkap ke karyawan TU, ingin melihat CV/data tempat tinggal Victoria.


Namun mereka tidak mendapatkan kan apapun, karena memang Victoria tidak mempunyai tanda pengenal baik KTP maupun data lainnya.


"Gue yakin, Victoria pasti seorang peri juga, berarti yang gue lihat kemaren bukan halusinasi" ujar Elvano.


"Emang apa yang loe lihat El?" Tanya Sisil.


"Dia ngerjain pekerjaan kantor pakek sihirnya, awalnya dia gak ngaku, mungkin dia ngira gue gak tau tentang sihir, padahal jelas jelas gue ngeliat, tapi karna dia gak ngaku gue kira gua yang lagi halusinasi, karena pas hari itu Love Peri gak ikut gue ke kantor, jadi gue pikir karena mungkin gue lagi mikirin dia" ucap Elvano.


"Kenapa jadi ribet gini sih!" Ucap Devan.


"Jadi kita harus cari si Victoria kemana?" Tanya Sisil.


Mereka masih memikirkan cara untuk mencari Victoria, Elvano benar benar panik, takut akan terjadi sesuatu kepada Love Peri.


 


Love Peri berbaring didalam botol kaca, ia tidak mendapatkan ide untuk keluar dari botol kaca itu.


Namun ia tetap memikirkan caranya, sembari melihat lihat ke area ruangan. Terpikirkan sebuah cara di benaknya, ia ingin menjatuhkan diri kelantai hingga membuat botol kaca itu pecah. Dengan berusaha Love Peri mendorong botol kaca itu.


Tiba tiba Victoria datang..


Segera Love Peri duduk meratapi keadaan dengan pasrah, agar Victoria tidak curiga.


"Wah wah.. kau pasti betah didalam botol kaca itu, seperti tidak ada keinginan untuk keluar " ucap Victoria.


"Jika begitu baguslah, aku tidak perlu menjagamu 24 jam"

__ADS_1


"Setidaknya untuk terakhir kalinya kau memberi aku makan, sebelum aku lenyap," pinta Love Peri


Victoria tertawa mendengar ucapan Love Peri.


"Oohhh aku sangat terharu 🥹, kau Pasti sudah sering makan enak ya sama Elvano"


"Kok kamu bisa tau Elvano?"


"Kenapa kau kaget! Aku bisa kenal dengan nya, si brengsek itu aku juga akan menghabisi nya, karena dia sangat dingin terlalu mengabaikan aku, dia pikir aku tidak bisa menghabisi nyawa nya, hanya dengan 1 kali tatapan sihirku" ucap Victoria yang sangat kejam.


"Jangan sakiti Elvano, kau tidak berhak menyakiti nya, jika kamu mencoba menyakitinya maka aku akan keluar dari botol ini, dan menghabisi mu terlebih dahulu" ucap Love Peri yang mengancam Victoria.


Hahahahahah hahahahahah


Victoria tertawa mendengar ancaman Love Peri.


"Kau!


Mau menghabisi ku, kau bahkan bukan tandingan ku peri kecil, untuk keluar dari botol itu saja kau tidak bisa, malah berfikir menghabisi ku, bagaimana caranya? Heh"


"Padahal aku sangat terharu kau ingin makan untuk terakhir kalinya, jadi aku berfikir membelikanmu Pizza 🍕, tapi ucapan tidak sopan mu itu membuatku enggan membelikannya untukmu" ucap Victoria lalu meninggalkan Love Peri lagi. Ia segera menuju kamar nya dan istirahat.


Love segera memulai aksinya, ia mencoba mendorong botol kaca itu dengan sekuat tenaga, sedikit-demi sedikit botol itu bergerak, Love Peri pun memiliki harapan untuk keluar dari botol kaca itu.


- - -


Devan mencari cari foto di galeri handphonenya, ia ingin mencari foto dirinya yang tengah berpose di depan mobil sport milik Victoria.


"Kamu inget gak sayang, yang aku foto didepan mobil sport Victoria, waktu di parkiran" ucap Devan kepada Sisil.


"Oh iya iya aku masih inget, ngapain loe cari foto itu?" Tanya Sisil.


"Nah ketemu fotonya,"


"Buat apa Van, cuman foto mobil juga" ujar Elvano.


"Bener juga! Yaudah kalok gitu kita ke kantor polisi sekarang" ujar Elvano.


Manajer memanggil mereka bertiga, setelah keluar dari lift.


"Elvano, ternyata kalian disini, dari mana kalian bertiga, kenapa tadi pagi gak ada, dan sekarang kalian mau kemana, kembali kerja" ucap manajer.


"Maaf pak, kita lagi punya urusan penting " ucap Sisil.


"Penting! Lebih penting mana sama kerjaan kantor, kalian disini digaji ya, jadi jangan semena mena dengan pekerjaan kalian"


"Jadi gini pak, adik sepupunya Elvano diculik, jadi kita mau ke kantor polisi mau laporin, jadi maaf ya pak hari ini kita gak bisa masuk kerja" ucap Devan


Perkataan Devan membuat Elvano kaget dan melongo "adik sepupu, Tarissa dong!".


"Harus begitu bertiga perginya, kamu Sisil kembali kerja, cukup 2 orang aja ke kantor polisi nya, abis lapor kalian kembali bekerja " ucap Manajer


"Padahal jam pulang tinggal 1 jam lagi" gumam Sisil.


"Ngomong apa kamu Sil"


"Gak pak, gak ngomong apa-apa "


Manajer pun langsung pergi meninggalkan mereka, "yaudah kalian duluan aja, nanti gue nyusul" ujar Sisil.


"Yaudah kalo gitu kita cabut duluan ya Sil" ucap Elvano, Sisil pun mengangguk.


"Nih kamu bawa motor aku aja, aku biar sama Elvano 1 motor " ucap Devan kepada Sisil


"Oke, Hati hati ya kalian"

__ADS_1


Mereka Elvano dan Devan segera pergi menuju kantor polisi.


Begitu juga Sisil kembali melakukan pekerjaannya.


- - -


Elvano dan Devan telah sampai dikantor polisi, segera mereka meminta bantuan untuk menyelidiki plat mobil Victoria.


"Permisi pak, saya mau minta tolong untuk Cek plat mobil ini, mobil pacar saya hilang pak, udah 2 hari gak ketemu, bapak bisa bantu saya gak pak, kira kira sekarang mobilnya ada dimana?" ucap Devan.


"Sebentar saya cek dulu"


Sambil menunggu polisi mengcek plat mobil, Elvano dan Devan duduk dikursi, perasaan Elvano tak karuan, panik, bingung, khawatir semuanya campur aduk.


"Mas, apakah ini plat dan mobilnya?" tanya pak polisi itu.


"Ya pak bener pak, posisi dimana pak mobilnya?"


"Apakah pemiliknya pacar masnya, bernama Erika Putri?"


Devan melongo menatap Elvano, begitu juga sebaliknya, ternyata pemiliknya bukanlah Victoria.


"Iya pak benar," jawab Devan.


"Terus alamatnya, perumahan Taman Pondok Indah No. 10A?" tanya pak polisi lagi.


Elvano pun segera mencatat alamat itu dalam pikirannya. Sambil menggumamkan alamat itu.


"Iya pak benar?" jawab Devan lagi.


"Posisi mobilnya ada alamat rumahnya kok mas!"


Devan lag dengan ucapan pak polisi


"Ooo berarti mobilnya udah ketemu kali pak!


coba loe telfon pacar loe, mungkin mobilnya udah balik," ucap Elvano kepada Devan.


"Oke bentar ya pak saya telfon dulu pacar saya"


Devan pun menelfon pacarnya Erika alih alih Sisil, yang tengah berada dikantor.


Sisil yang tengah mengetik dilayar komputer tiba tiba mendapatkam telfon dari Devan.


"Halo?" ucap Sisil.


"Halo sayang, mobil kamu udah ketemu ya?"


"Hah mobil!" tanya Sisil yang penuh kebingungan.


"Oo, udah ketemu, Alhamdulillah, bagus deh kalok gitu, yaudah aku tutup ya telfonnya, dahhh emmuach💋" ucap Devan.


Elvano mengernyitkan dahinya dengan ucapan Devan diaakhir telfon, begitu juga polisi.


"Apaan sih Devan, jangan jangan mereka lagi akting nih depan pakpol, hahah ada ada aja" ucap Sisil.



"Pak maaf ya, ternyata mobilnya udah ketemu, maaf ya ngerepotin"


"Iya gak papa Mas" jawab pak polisi.


Mereka berdua pun keluar dari kantor polisi, "El seenggaknya kita istirahat dulu, makan! Abis itu atau besok kita lanjut nyarinya, kan kita udah dapet alamatnya" ucap Devan


"Kalok loe mau istirahat, istirahat aja, gue harus cari Love peri sekang, gue gak bisa nunggu besok"

__ADS_1


"Hemm El, loe gak bisa cari dia sendirian, bahaya! Kan loe yang bilang Victoria itu punya sihir, gimana kalok dia nyakitin loe, Vito aja dibuat pingsan sama dia, jangan ngaco deh. Gue sama Sisil bakal bantuin loe, tapi kita setidaknya istirahat dulu, sambil nunggu Sisil dateng, kita belum makan dari tadi siang, sekarang juga udah malem, waktunya makan malem"


Akhirnya El menyetujui ucapan Devan, mereka pun istirahat sembari makan dan menunggu Sisil.


__ADS_2