OMG! Pacarku Peri Kecil

OMG! Pacarku Peri Kecil
Episode 25 Lenyap!!


__ADS_3

_ Cafe Bright _


Elvano dan Devan menunggu Sisil di cafe sembari makan malam, mereka juga sedang menyusun rencana untuk memasuki rumah Victoria.


"Gue curiga, rumah sama mobil yang ditempatin sama Victoria, pasti rumah curian, jangan jangan dia negbun*h pemilik aslinya, Erika" ucap Elvano


"Gue juga mikirnya gitu sih El, ya walaupun gue masih kurang percaya sama sihir yang loe ceritain, tapi ya kalok emang bener fix Victoria ngelakuin itu" ucap Devan sembari mengunyah makanan dimulutnya.


Akhirnya, Sisil pun datang..


"Hai guys, kalian dari tadi ya?" Tanya Sisil


"Gak juga kok, kamu pesen makanan aja dulu, setelah itu baru kita ke rumah Victoria," jawab Devan.


Sisil pun memesan makanan, setalg makan mereka tidak langsung pergi, mereka masih menurunkan makanan yang ada diperutnya.


"Bentar ya guys, turunin nasi dulu baru abis itu kita ke rumah Victoria" ucap Sisil.


 


Mereka menaiki motor masing masing, Devan dengan Sisil sedangkan Elvano menggunakan motornya sendiri. Mereka segera menuju alamat rumah Erika Putri alih alih Victoria.


Ternyata rumah itu di daerah hunian mewah, sebelum menuju kerumahnya, mereka masih harus melewati gerbang yang dijaga oleh satpam.


"Wah gila ada satpamnya, gimana nih kita mau bilang apa" ujar Devan.


"Aduuhh kira kira bisa masuk gak ya?" Ujar Sisil.


"Kalok kita bilang mau ke rumah Victoria gue yakin satpamnya gak kenal sama Victoria, gimana kalok pakek nama Erika?" Saran Elvano.


"Emm boleh dicoba sih" ujar Devan.


Mereka segera menghampiri pak satpam yang berjaga.


"Permisi pak, kami mau masuk, mau kerumahnya Erika Putri" ucap Devan


"OOO non Erika? Tapi kalian ini siapa nya ya, soalnya udah malem waktunya istirahat, jadi tidak boleh ada berkunjung" ucap satpam


"Kita keluarganya pak, jauh dari kampung kesini pakek motor, kita juga udah konfirmasi sama orangnya kok pak" ucap Devan.


"Dari kampung ya mas! Eee tapi setau saya keluarga non Erika kebanyakan orang orang berdarah Jepang, bukan orang Indonesia mas, jangan jangan mas nya salah Erika nih"


"Aduh gak pak beneran ini alamatnya," ujar Elvano


"Ini pak, yang mobilnya mobil sport warna biru ini" ucap Devan sambil menunjukan foto dirinya yang berpose di depan mobil Victoria.


"Owalah... Iya mas benar ini mobilnya, tapi kok saya baru tau ya dia punya keluarga dari kampung, setau saya sih rata rata keluarganya orang Jepang, yaudah kalok gitu saya buka dulu gerbangnya mas" ucap satpam


Mereka pun segera masuk dan menuju rumah No. 10A, ternyata rumah itu berada di sebelah kiri pintu masuk gerbang.


Rumah yang bernuansa putih bergaya klasik, sangat besar dan mewah, sedikit membuat mereka tidak yakin rumah itu ditempati oleh Victoria sendirian.


"Gimana, kita gak mungkin pencet bel kan! Gue yakin kak Victoria bakal tau kalok itu kita, karna siapa tau dari awal dia udah curiga kalok Love Peri sama Elvano" ucap Sisil.


"Iya bisa jadi sih! Kalok gitu kita masuk lewat jendela aja gimana, hati hati jangan sampai ketahuan"


Mereka pun memanjat pagar, kecuali Sisil yang berjaga jaga dan menunggu mereka masuk sehingga mereka dapat membuka pagarnya dari dalam tanpa dirinya harus manjat pagar.


Akhirnya, semua pun telah masuk ke halaman rumah, dan sedang berencana masuk lewat jendela.


Mereka mencari-cari jendela atau taman belakang yang bisa diakses dari samping.


"Eh guys, bener ini rumahnya, itu mobilnya ada bener" ujar Sisil yang tengah mengintip dari sela sela pintu garasi.

__ADS_1


"Guys sini, ada pintu lagi disamping jalan untuk ke taman belakang" ujar Elvano.


Mereka segera menghampiri Elvano. Dan masuk ke area taman belakang.


Didalam Victoria sedang tertidur di kamarnya lantai 2, sedangkan Love Peri yang berada di meja ruangan bersantai lantai 2 juga.


Peri yang lelah tak mendorong botol kaca itu lagi, namun posisinya sudah sedikit berubah, hampir mendekati pinggir meja dengan begitu ia bisa melanjutkannya jika sudah tidak lelah lagi.


Elvano, Devan dan Sisil berpencar mulai mencari area sekitar lantai 1 dan 2, Devan dan Sisil mencari area lantai 1, sedangkan Elvano mencari area lantai 2.


El menaiki anak tangga 1 persatu dengan sangat pelan agar tidak ketahuan, sesampainya ia membuka 1 persatu ruangan, dan mengeceknya dengan teliti.


Sampai pada akhirnya ia membuka pintu kamar Victoria, yang tengah tertidur di kamarnya.


Tersisa 1 ruangan lagi yang belum Elvano cek, kemudian ia membuka ruangan yang terdapat Love Peri didalamnya.


El membuka ruangan itu, tiba tiba botol kaca itu terjatuh ke lantai dan pecah, hal itu membuat Elvano kaget.


"Awww" pekik Love Peri, tangannya terkena serpihan pecahan beling.


Bunyi pecahan botol kaca itu membuat Victoria terbangun, dan Devan dan Sisil yang segera menaiki lantai 2,


Elvano melihat Love Peri yang terjatuh bersamaan botol kaca itu segera menghampirinya dan meraih Love Peri dengan tangannya.


"Love kamu gak papa?"


"El.. kamu kok bisa ada disini? Tanya Love Peri.


Victoria segera bangkit dari kasur dan melihat ke luar apa yang terjadi, kemudian ia berpapasan dengan Devan dan Sisil yang menaiki tangga.


"Kalian, kok bisa ada disini?" Ucap Victoria


Mereka berdua pun tercengang melihat Victoria, sedangkan Victoria buru buru menuju ke ruangan Love Peri.


Namun mereka tidak ada didalam ruangan itu, melihat botol kaca yang pecah serta Love Peri yang menghilang membuat Victoria sangat marah.


"Gue gak nyangka ternyata loe jahat Vi " ucap Devan


"Apa hubungannya loe sama Love Peri kenapa loe mau nyakitin dia, dan loe manfaatin kita buat dapetin Love Peri!" Ujar Sisil.


"Ini bukan urusan kalian, kalian tidak usah ikut campur urusan antara para peri, kalian cuma sekumpulan manusia bodoh" ucap Victoria berserta hinaan kepada manusia.


"Karena kalian telah mencoba mengambil Love Peri dariku, maka aku akan menghabisi kalian"


"Tidak semudah itu kamu menghabisi mereka, selama masih ada aku disini " ucap Love Peri yang datang dari arah belakang Victoria


Lalu Love Peri segera mengikatnya dengan sihir.


Victoria melihat tubuhnya terikat dengan tali sihir Love Peri, hal itu tidak membuat nya panik, ia malah tertawa.


Hahahahahah


"Kamu, mau mengikat aku dengan sihir lemah, tidak akan bisa," ujar Victoria


Kemudian ikatan sihir itu pun lepas, segera Victoria melemparkan sihir kepada Love Peri, untungnya Love Peri segera menghindar.


Sisil segera berlari ke arah Victoria dan mencekiknya menggunakan tali tas samping nya.


Namun Sisil terkalahkan, Victoria melempar Sisil hingga terbentur ke dinding, Elvano dan Devan terkejut melihat itu, segera Devan meraih Sisil, namun Victoria mencekik Leher Devan dengan sihir tangan kanannya, Devan memekik kesakitan.


Elvano pun hendak melawan Victoria apalah daya tangan kiri Victoria juga menyihir Elvano dengan membuat Elvano tidak bisa bergerak.


Kesempatan untuk Love Peri menyerangnya, Love Peri segera mengeluarkan tongkat sihirnya dan menyerang Victoria sehingga membuat Victoria terjatuh, kemudian sihir yang dilakukannya terhadap Elvano dan Devan terlepas.

__ADS_1


"Argh,, argh," pekik Victoria, ia melihat ke arah Love Peri lalu menyerangnya, mengangkat semua barang yang ada didalam rumah itu, dan melemparkannya ke arah Love Peri


Semuanya tercengan kecuali Sisil yang pingsan.


Segera Love Peri menahan barang barang itu, terjadilah 2 sihir yang saling menahan barang agar Tidak menimpanya.


Semakin kuat tenaga yang mereka keluarkan dengan sihirnya, terlihat kekuatan sihir mereka sepadan, Love Peri menyuruh Elvano untuk menyingkir dari sana.


"El.., cepat bawa temen kamu turun dari sini bawa mereka kelantai 1" ucap Love Peri yang tertatih karena menahan tekanan sihir Victoria yang sangat kuat


Elvano segera membawa Devan dan memopoh Sisil yang pingsan untuk turun ke lantai 1, Elvano melihat ke arah Love Peri, pandangannya sangat sedih melihat Love Peri yang tampaknya tak bisa bertahan lagi.


"Cepet El pergi, nanti kamu terluka" ucap Love Peri.


Love peri semakin lemah, tekanan sihir Victoria semakin kuat.


Victoria tersenyum menyeringai merasa ia akan dapat menghabisi Love Peri beserta yang lainnya.


Love peri mau tak mau harus mengeluarkan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk melawan Victoria, tekanan semakin kuat mengarah kepada Victoria.


Keadaan berbalik kini Victoria yang tak mampu menahan tekanan kekuatan sihir Love Peri.


"Loe gak papa Van?" Tanya Elvano


"Gue gak papa, gue cuman khawatir sama Sisil, dia belum sadar, gimana gue gak khawatir, Victoria menghantam tubuh Sisil ke dinding itu pasti sakit banget" ujar Devan


Sisil pun sedikit membuka matanya, lalu suaranya mulai terdengar memekik kesakitan, "Awwww," pekik Sisil


"Guys gue minta maaf ya, seharusnya gue gak ngajak kalian, maaf.. banget, kejadian ini seharusnya gak terjadi sama kalian" ucap Elvano


Devan terdiam tak mengatakan apa pun ia sibuk memangku Sisil yang baru tersadar.


"El, gak papa, sumpah gak papa gue seneng kok bisa bantu loe" ucap Sisil


Devan pun tersenyum,"Gimana mereka di atas apa yang terjadi sama mereka?" Tanya Devan.


Suara keras barang barang yang tadinya melayang di udara kini terjatuh kelantai entah siapa yang kalah diantara Victoria dan Love.


Segera Elvano menghampiri mereka, melihat semua barang barang hancur mulai dari yang berbahan kayu dan beling, terlihat kaki yang terluka tertimpa barang itu, menandakan orang itu sudah tak bernyawa.


Love peri menatap kosong ke arah Victoria, ia melakukan nya hanya untuk menyelamatkan dirinya dan Elvano serta Devan juga Sisil


Love peri tidak bermaksud membunuh Victoria, ini semua hanya lah sebuah pembelaan diri bukan kesengajaan.


"Love.." panggil Elvano.


Love peri melihat ke arah Elvano kemudian ia pingsan, tenaganya habis terkuras melawan Victoria, El segera menghampirinya dan membawa love peri ke lantai bawah


"Love.., bangun Love!" Ucap Elvano sembari menepuk pipi Love Peri.


El meletakkan Love Peri di sofa ruang tamu,


"El.. dia Love Peri" tanya Sisil


El pun mengangguk.


"Kok dia bisa pingsan El.." tanya Devan


"Gue juga gak tau"


Mama Dewi menelfon Elvano, dan menceritakan kejadian mereka


"Halo ma"

__ADS_1


"El kamu dimana?" Tanya mama Dewi.


El memberitahu Mama Dewi, segera Mama Dewi dan papa David pergi ke tempat Elvano dan Love Peri berada untuk menjemput mereka.


__ADS_2