
Sesampainya di rumah Elvano, segera El membawa Love Peri menuju ke kamar tamu, dan membaringkannya dikasur, diikuti oleh mama Dewi, papa David, dan juga Devan, Sisil.
Elvano duduk disamping Love Peri dan menggenggam tangan Love Peri, ia merasa sedih dengan keadaan Love Peri. Serta mama Dewi juga mengobati luka di lengan Love peri yang tergores akibat pecahan botol kaca.
"El.., sebaiknya kamu istirahat biar mama yang jaga Love Peri" ucap Mama Dewi.
El tetap tak menggubris ucapan mamanya, ia tetap menatap Love Peri yang belum sadarkan diri.
"Udah malem, kalian nginap aja disini, nunggu besok pagi, Devan bisa tidur dikamar Elvano, Sisil tidur sama tante aja ya, Om bisa tidur di ruang kerja om" ucap papa David kepada Devan dan Sisil.
Melihat El yang tetap memegangi tangan Love peri dan menunggunya sadar, mama Dewi sedih hingga meneteskan air mata, segera ia mengusap pipinya.
"Sayang, kalok gitu mama tinggal dulu ya, yuk Sil istirahat dikamar tante" ucap mama Dewi, mereka berdua pun keluar, begitu juga papa David dan Devan meninggalkan Elvano.
"El gue tinggal ya!" ucap Devan sembari memegang pundak Elvano.
Love peri masih tak sadarkan diri, Elvano pun masih memandanginya dengan mata berkaca kaca.
"Love gue minta maaf, gara gara gue loe jadi kayak gini
gue janji kedepannya gue bakal ngelindungin loe, gue gak bakal ceroboh lagi, plissss loe bangun! Gue gak bisa lihat loe terbaring kayak gini, hati gue sakit banget" ucap Elvano, sembari menangis hingga air matanya membasahi pipinya.
El pun tertidur disamping Love Peri, hingga pagi tiba El masih belum bangun. Love peri telah membuka matanya, ia telah sadar dari pingsannya.
Dengan pelan Love peri membangunkan Elvano, yang mssih tertidur dan memegangi tangannya.
"El..., bangun El" panggil Love Peri.
El pun terbangun mendengar suara kecil Love Peri, "Love, loe udah sadar? loe baik baik aja kan, loe gak papa kan?"
Love peri tersenyum melihat Elvano yang sangat khawatir kepadanya.
"Gak papa El, aku baik baik aja kok" ujar Love Peri.
"Syukurlah kalok kamu baik baik aja"
Elvano pun memanggil papa dan mamanya, serta yang lain, memberitahu bahwa Love Peri telah sadar dari pingsannya.
"Love.. Kau udah sadar?" tanya mama Dewi, Love peri mengangguk pelan.
Ia berusaha bangun dan duduk dibantu oleh mama Dewi, "El tolong ambilin air putih, biarkan Love minum dulu" pinta mama Dewi.
Segera Elvano mengambilnya ke dapur, lalu memberikannya kepada Love Peri.
Papa David, Devan dan Sisil pun datang, mereka juga merasa senang akhirnya Love peri sadar dan baik baik saja.
"Hai, aku Sisil dan ini Devan kita temennya Elvano" ucap Sisil kepada Love peri.
Love peri tersenyum, "Iya, aku tau kalian kok, aku udah sering ngeliat kalian dikantor, makkasih ya, kalian udah bantu nyelametin aku dari peri jahat itu" ucap Love peri.
"Sama sama, btw kamu gak kenal sama dia?" tanya Devan.
__ADS_1
Love peri menggelengkan kepalanya, "Namanya aja aku gak tau"
"Namanya Victoria Sichlucka" ucap Devan.
Love peri pun langsung shock setelah mendengar nama itu, ia teringat sesuatu..
...****************...
Love Peri berumur 10thn
Love Peri sedang bermain ditaman bersama Krystal Peri, disana juga ada Ayahnya Alexander dan kakeknya Fernando.
Saat bermain Love Peri terjatuh dari ayunan, segera ayahnya Alex menghampirinya,
"Awww" pekik Love Peri.
"Love Peri!" teriak Krystal Peri.
"Sayang kamu gak papa?" tanya Alex.
Kakek menghampiri mereka,
"Kakiku sakit..., berdarah!" ucap Love Peri yang sedikit merengek.
"Sini biar ayah obati"
Kakek Love Peri Fernando segera melarang Alex untuk mengobati luka Love Peri.
"Apa maksud ayah, dia masih kecil tidak bisa melakukannya sendiri" ucap Alex.
"Jangan terlalu memanjakannya, biasakan mengobati lukamu sendiri, dan lawan musuhmu sendiri tanpa bantuan orang lain. Kelak jika dia sudah besar, Love peri sendiri yang akan menghabisi musuhmu, Victoria Sichlucka, yang hampir saja membunuh Love Peri ketika masih dikandungan Davina" ucap Kakek.
"Sekarang dimana Victoria itu kakek?" tanya Krystal Peri.
Kakek pun melihat ke arah Krystal Peri dan menjawab pertanyaannya.
"Sekarang dia dihukum, dia tidak akan bisa kembali kesini, jadi jika Krystal dan Love masih ingin tetap tinggal disini, jangan pernah melakukan hal jahat kepada orang lain, mengerti?"
"Mengerti kek" ucap Krystal dan Love Peri.
...****************...
Love peri mengingat kejadian 10thn yang lalu, akhirnya dia ingat siapa Victoria.
"Victoria Sichlucka, setelah mendengar namanya aku ingat siapa dia sebenarnya," ucap Love peri.
"Udah lah gak usah bahas dia lagi, gara gara dia kita hampir aja mati" ucap Elvano.
"Yaudah kalok gitu mama siapin kalian sarapan dulu ya, Devan, Sisil kalian jangan pulang dulu, habis sarapan kalian baru boleh pulang" ucap Mama Dewi.
"Gak usah tante gak usah repot repot, Sisil sama Devan bisa sarapan dirumah" ujar Sisil.
__ADS_1
"Gak, gak ngrepotin kalian tunggu disini ngobrol dulu sama Love peri biar lebih kenal, yah" ucap Mama Dewi, mereka pun mengiyakannya.
Mama Dewi dan papa David pun meninggalkan mereka.
Devan dan Sisil pun kembali pulang setelah sarapan, "Om tante makkasih udah ngasik kita nginep, sama sarapan disini" ucap Devan.
"Iya sama sama, lain kali main main ya kesini, ketemu Love sama Elvano"
"Iya tante, kalok gitu kita duluan ya" ucap Sisil sambil melambaikan tangannya.
Elvano dan Love Peri bersantai di taman belakang, mereka duduk dikursi tak jauh dari kolam renang.
"El makkasih ya, kamu udah nyariin aku sampai ke rumah itu, aku bener bener gak enak sama kalian semua, gara gara aku kalian jadi kenak sihir Victoria juga" ucap Love Peri.
"Iya, sama sama, aku juga minta maaf semua berawal dari kesalahan aku kok, seandainya aku gak lupa bawa kamu waktu dikamar mandi, Victoria gak bakal nemuin kamu"
"El, sebenernya, Aku dulu juga sempet mau dibunuh sama Victoria waktu aku masih di kandunga ibuku, jadi aku terlahir memang untuk menghabisinya. Awalnya aku gak tau kalok itu Victoria, karena memang sebelumnya aku gak pernah ketemu sama dia, sebelum aku lahir dia udah dihukum karena hampir membunuh aku, jadi sekarang semuanya udah aman"
"Baguslah kalok gitu, sekarang loe bisa hidup tenang" ujar Elvano.
...****************...
Di khayangan, Fernando (kakek Love peri), Alex dan ibu Peri Davina melihat lukisan gambar Victoria di ruangan yang berisi semua gambar Penduduk khayangan.
Mereka bertiga melihat lukisan itu perlahan berubah menjadi abu, lenyap sama seperti orangnya.
"Ayah, apa ini tandanya, putriku sudah menghabisinya" tanya Alex.
Fernando pun tersenyum, "Kau benar, dia sudah lenyap," jawab Fernando.
"Berarti putriku Love Peri sudah bertemu dengan Victoria? Syukurlah bukan putriku yang dilenyapkannya" ujar Ibu peri Davina.
"2 hari lagi Love peri, cucuku kembali ketempat ini, bersiaplah untuk menjemputnya, kau pasti sudah sangat merindukannya kan?" ucap Fernando kepada Ibu peri Davina.
"Iya, aku akan menjemputnya ditemani oleh Dasha Peri, terima kasih Ayah" ucap ibu peri Davina.
...****************...
Next eps..
Guys.. Jangan lupa dukungannya ya, komen kalok ada kata kata yang kurang cocok, kurang bagus dan ketikan yang gak rapi.
Biar aku kedepannya bisa memperbaiki tulisan kau
Terima kasih..☺️☺️
...Saranghae🫶🫶🫶...
__ADS_1