One Night Bersama Sahabat

One Night Bersama Sahabat
Dady Serahkan Padamu


__ADS_3

Happy reading....


Saat Gavin sampai di kantor, dia langsung menuju ruangannya, di mana seseorang sudah menunggunya dan akan memberikan kabar yang membuatnya bahagia.


Dengan tak sabar, pria itu pun membuka pintu lalu langsung duduk di hadapan seorang detektif yang disewanya.


"Bagaimana? Siapa pelakunya?"


Detektif itu pun langsung menyerahkan data-data kepada Gavin, yaitu tentang Niko dan tentang siapa yang sudah mengancam keluarganya.


Gavin menerima berkas tersebut, lalu membacanya terlebih dahulu. Dahinya mengkerut heran saat melihat identitas dari peneror tersebut, yang tak lain adalah mantan rekan bisnis dari dady-nya.


"Oh_ jadi dia mantan rekan bisnis dari Dady? Pantas saja dia mengancamku dan juga Shi. Rupanya dia ingin menghancurkan kami." Gavin bergumam sambil tersenyum.


Tentu dia tidak akan membiarkan siapapun itu menghancurkan keluarganya, terutama dari masa lalu orang tuanya. Karena saat ini Gavin menggantikan tugas Lian, yaitu menjadi tameng untuk keluarga Arganendra.


Kemudian dia menyimpan proposal Itu di atas meja, lalu mengambil yang satu lagi, di mana data-data Niko sudah didapatkan.


Pria tersebut membacanya dengan detail sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Jadi ini mantan suaminya mommy? Masih tampanan juga Dadyku."


Kemudian Gavin menatap ke arah pria yang berada di hadapannya. "Apa kau yakin, semua data ini sudah valid?" tanya Gavin sambil mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


"Iya Tuan, semua data sudah valid."


Setelah kepergian orang itu, Gavin memutar-mutar pulpen yang ada di tangannya. Dia membaca bagaimana dady-nya memberikan hukuman kepada Niko dan juga istrinya yang bernama Hana.


Kemudian Gavin mengetik sebuah pesan dan dikirim ke dady-nya. Dia ingin langsung berbicara dengan Lian, apakah benar data-data yang didapatkan oleh anak buahnya atau tidak.


Sementara itu Lian yang sedang memantau pekerjaannya tiba-tiba membaca pesan dari Gavin. Awalnya dia merasa heran, namun sepertinya ada hal yang penting. Akhirnya Lian pun menyetujui untuk bertemu dengan putranya.


.


.


Sementara Lian menatap heran ke arah Gavin, sebab melihat dari kedua sorot mata putranya sangat serius, lalu dia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Hei, ada apa boy? Sepertinya ada hal yang serius?" tanya Lian.


"Iya Dedy. Aku sudah mengetahui siapa dalang dari penyerangan keluarga kita, dan ancaman untuk Shi," ucap Gavin.


Mendengar itu Lian langsung menegakkan tubuhnya sambil menatap lekat ke arah sang Putra. "Wah! Really?" ternyata Dedy bisa mengandalkanmu ya. Siapa dalangnya?"


Kali ini tatapan Lian langsung menjadi serius. Dia juga ingin mengetahui siapa dalang yang sudah meneror keluarganya, dan mengusik ketenangan keluarganya.

__ADS_1


Kemudian Gavin menyerahkan berkas dari detektifnya kepada Lian, dan pria itu langsung membacanya. Namun, seketika dahi Lian mengkerut saat melihat jika data-data tersebut menunjuk kepada pemilik dari Antara Jaya Group.


"Apa Dady kenal dia?" tanya Gavin sambil meminum minumannya.


"Ya. Dia adalah tuan Jaya, rekan bisnis dari Dady dulu. Dan Dady pikir dia sudah melupakan masa lalu, tapi ternyata dia malah membuat kesalahan yang begitu fatal." Lian mengepalkan tangannya saat mengetahui siapa dalang dari penyerangan keluarganya.


Kemudian Lian pun menjelaskan jika dulu dia dan juga pemilik dari Antara Jaya Group itu adalah rekan bisnis, namun Pak Jaya kalah dalam sebuah tender yang besar, sehingga memiliki dendam kepadanya. Tapi Lian pikir, semua sudah berakhir saat pria tersebut bangkrut, tapi ternyata dia salah.


"Ya, perusahaannya berdiri lagi setelah bangkrut, karena ada yang menanam saham lagi di sana. Lalu apa yang harus Gavin lakukan?"


Mendengar pertanyaan putranya, Lian hanya menatap ke arah Gavin sambil mengangkat kedua bahunya. "Itu terserah padamu, Nak, mau kamu apakan. Kalau dady yang turun tangan, mungkin saja dia tinggal nama. Tapi rasanya kalau kamu yang turun tangan, kamu akan bermain-main dengannya bukan?" Lian menatap dengan alis terangkat satu.


Gavin hanya tersenyum, sedangkan Lian memang sudah mengetahui watak dan juga cara bermain dari putranya. Dan untuk hal itu dia menyerahkan 100% kepada Gavin.


"Dady tenang aja! Tentunya aku akan bermain-main terlebih dahulu sebelum memberikan pelajaran kepada pria tak tahu diri itu!" Gavin tersenyum menyeringai, sementara Lian hanya mengangkat satu bahunya saja, kemudian dia menyantap makan siangnya


"Sebenarnya ada hal lain juga yang ingin Gavin tayakan sama Dady?"


"Apa itu?" jawab Lian


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2